Persemakmuran Virginia adalah sebuah negara bagian Amerika Serikat. Virginia adalah salah satu dari 13 jajahan Inggris yang memberontak dan menjadi pelopor Amerika Serikat. Daerah ini dinamakan menurut Ratu Elizabeth I yang ketika jajahan atau koloni ini didirikan belum menikah atau masih merupakan "Ratu Perawan" (Inggris: Virgin Queen).
Pada masa-masa Perang Kemerdekaan sampai masa 50 tahun awal berdirinya Amerika Serikat, Virginia merupakan negara bagian paling penting. Pada masa Perang Kemerdekaan, Pemimpin besar Pasukan Kontinental Amerika adalah George Washington, seorang dari Virginia. Selain itu tokoh-tokoh lain daripada masa itu Virginia adalah Patrick Henry di Legislatif.
Kisah Pocahontas yang disederhankan dan dibuat romantis oleh beberapa pelukis dan pengarang, di antaranya Smith sendiri. Kisah tersebut kemudian dilanjutkan oleh keturunannya, dan beberapa di antara keturunannya menjadi keluarga koloni kaum terkemuka setelah menikah.[3]
Penghuni berpindah tempat yang beraktivitas berburu diperkirakan telah tiba di Virginia sekitar 17.000 tahun yang lalu. Daugherty's Cave menjadi bukti bahwa mereka menggunakannya sebagai perlindungan batu pada tahun 9.800 tahun yang lalu.[4] Ketika pada akhir periode Woodland, suku penghuni berkumpul dan bercocok tanam. Mereka mula-mula menanam jagung dan labu, hingga pada akhir periode biji-bijian dan tembakau tiba dari wilayah barat daya Amerika dan Meksiko. Mereka membangun kota yang diembarau sekitar tahun 1200. Penduduk asli yang menetap di perbatasan Virginia saat ini mencapai sekitar 50.000 pada tahun 1500-an.[5] Beberapa kelompok etnis besar di wilayah tersebut dihuni di antaranya penduduk Algonquian di kawasan Tidewater yang mereka sebut Tsenacommacah, suku Nottoway dan Meherrin yang berbahasa Iroquoian di daerah utara dan selatan, serta Tutelo yang berbahasa Siouan di daerah barat.[6]
Sebagai tanggapan mengenai ancaman dari kelompok etnis mengenai perdagangan, tiga puluh atau lebih suku etnis yang berbahasa Virginia Algonquian bergabung pada tahun 1570-an di bawah kepala pimpinan Powhatan.[6] Powhatan mengatur lebih dari 150Â pemukim yang jumlah penduduknya sekitar 15.000 pada tahun 1607.[7] Namun, sebanyak tiga per empat penduduk asli di Virginia meninggal karena variola dan beberapa wabah lainnya pada masa Dunia Lama.[8] Hal ini terjadinya gangguan tradisi lisan dan penyelidikan menjadi rumit pada periode-periode sebelumnya.[9] Selain itu, banyak sumber acuan primer, termasuk sumber yang menyebutkan anak perempuan Powhatan, Pocahontas, diciptakan oleh orang Eropa. Sumber-sumber tersebut malahan bias atau salah paham mengenai struktur sosial dan adat penduduk asli tersebut.[10][11]
Seiring dengan banyak pemukim yang akan datang, banyak pemukim yang baru menetap di Virginia tidak mempersiapkan diri mengenai bahaya-bahaya yang mendatang. John Smith, selaku pemimpin koloni, memperketat makanan bagi para kolonis dari suku-suku di dekat mereka. Namun setelah Smith pergi pada tahun 1609, perdagangan terhenti dan terjadinya serangkaian pembunuhan secara tiba-tiba antara para kolonis dan penduduk asli Amerika di bawah Powhatan bersama dengan saudaranya. Pembunuhan tersebut berakhir dengan kelaparan hebat bagi kolonis pada musim dingin.[19] Hingga pada akhir empat belas tahun pertama koloni, lebih dari delapan persen dari kira-kira delapan puluh ribu pemukim yang diangkut telah meninggal.[20] Akan tetapi, permintaan tembakau yang diekspor memacu keperluan untuk banyak pekerja.[21] Dimulai pada tahun 1618, sistem headright [en] mencoba menyelesaikan permasalahan tersebut dengan menghibahi lahan pertanian kolonis sebagai bentuk bantuan kepada mereka, yang menarik perhatian untuk membuat Indentured servitude [en].[22] Orang Afrika yang diperbudak pertama kali dijual di Virginia pada tahun 1619. Walaupun orang Afrika lain tiba sebagai indentured servants dan dapat dimerdekakan setelah empat hingga tujuh tahun, basis mengenai perbudakan semur hidup menjadi berkembang seperti pada perkara John Punch pada tahun 1640 dan John Casor pada tahun 1655.[23] Beberapa undang-undang disahkan di Jamestown yang mendefinisikan perbudakan menjadi berbasis ras pada tahun 1661, lalu menjadi diwariskan secara maternal pada tahun 1662, dan menjadi dapat ditegakkan dengan kematian pada tahun 1669.[24]
Sebelum memulai koloni, banyak pemukim gelisah karena kendali lokasi yang semakin besar. Oleh karena itu pada tahun 1619, beberapa koloni pria memulai memilih dewan untuk melakukan pertemuan majelis, yang dikenal dengan sebutan Dewan Burgesses. Mereka bernegosiasi permasalahan dengan dewan yang sedang memerintah yang ditunjuk oleh London Company.[26] Kesepakatan yang dihasilkan tidak memuaskan, sehingga sistem monarki membatalkan piagam perusahaan dan secara langsung menunjuk gubernur dan anggota dewan pada tahun 1624. Pada tahun 1635, para kolonis menangkap seorang gubernur yang tidak menghadiri pertemuan dan mengirimnya kembali ke Inggris yang menentang keinginannya.[27]William Berkeley ditunjuk sebagai gubernur pada tahun 1642, tepat saat terjadinya kericuhan pada Perang Saudara Inggris dan Interregnum memberikan koloni kekuasaan lebih luas.[28] Selaku pendukung raja Charles I, Berkeley mengundang beberapa cavalier yang tiba ke Virginia. Ia diserahkan kepada Parliamentarian pada tahun 1652. Namun setelah restorasi 1660 yang membuat Berkeley ditunjuk menjadi gubernur kembali, ia menghambat pemilihan umum majelis dan mengacaukan pembagian kelas dengan mencabut hak memilih serta membatasi gerakan indentured servants, yang kira-kira sekitar delapan puluh persen tenaga kerja.[29] Di frontier koloni, suku-suku seperti Tutelo dan Doeg diapit oleh penjarah Seneca yang datang dari utara, yang menimbulkan banyak pertikaian dengan para kolonis. Pada tahun 1676, ratusan pengikut buruh Nathaniel Bacon membakar Jamestown sebagai bentuk kekecewaan mereka terhadap Berkeley yang menolak menyerang balik suku penduduk asli tersebut.[30]
Gambar oleh Eyre Crowe pada tahun 1853 tentang Slaves Waiting for Sale: Richmond, Virginia. Gambar ini selesai dilukis setelah mengunjungi perdagangan yang menjual ribuan budak setiap tahun di Richmond.[41]
Sekitar tahun 1790 dan 1860, jumlah budak di Virginia meningkat dari sekitar 290.000 hingga melebihi 490.000, yang diperkirakan jumlahnya sepertiga populasi Virginia, dan jumlah pemilik budak naik hingga lebih dari 50.000. Catatan pada angka tersebut menunjukkan bahwa Virginia adalah negara bagian yang paling merepresentasikan perbudakan di Amerika Serikat pada masa itu.[42][43] Melonjaknya produksi kapas di Amerika SerIkat daerah selatan menggunakan mesin meningkat jumlah kebutuhan buruh untuk memanen kapas yang mentah. Akan tetapi, beberapa hukum federal yang baru melarang pengimporan perbudakan. Perkebunan dengan satu jenis tanaman saja, yaitu tembakau, selama berpuluh tahun juga mengalami degradasi lahan pada produkitivitas agrikultur di Virginia.[44] Perkebunan Virginia menjual banyak budak, yang memisahkan keluarga yang tak terhitung jumlahnya dan menjadi pembiakan budak. Budak-budak yang dkirim tersebut sering kali diperkosa, yang menjadi suatu bisnis yang menguntungkan.[45][46] Perbudakan di wilayah Richmond dipaksa bekerja di pabrik penambangan dan pembangunan kapal.[47] Beberapa pemberontakan budak yang gagal dilakukan oleh Gabriel Prosser pada tahun 1800, George Boxley pada tahun 1815, dan Nat Turner pada tahun 1831, menandakan perlawanan yang semakin meningkat terhadap perbudakan. Karena takut akan pemberontakan yang terjadi kemudian, pemerintahan Virginia pada tahun 1830-an mendorong pembebasan orang- berkulit hitam bermigrasi ke Liberia.[44]
Pada tanggal 16 Oktober 1859, penjuang penghapus perbudakan John Brown memimpin serangan terhadap Harpers Ferry, Virginia dengan mencoba memulai pemberontakan terhadap perbudakan di seluruh negara bagian di daerah selatan. Respon nasional mengenai Brown yang menyerang, ditangkap, diadili, dan dihukum mati pada Desember menandakan titik balik bagi orang Amerika yang percaya bahwa perbudakan harus segera diakhiri dengan paksaan.[48]Abraham Lincoln, yang menang pemilihan umum presiden Amerika Serikat pada tahun 1860, membuat pendukung perbudakan di daerah selatan semakin yakin bahwa oposisinya mengenai ekspansi wilayahnya menandakan berakhirnya perbudakan di seluruh wilayah negara. Serangan langsung terhadap Fort Sumter yang dilakukan pasukan Konfederasi pada 14 April 1861 mendesak Lincoln mengerahkan pasukan federal sebanyak 75.000Â tentara dari militia negara bagian.[49]
Konvensi Pemisahan Diri Virginia 1861 pada tanggal 17 April memilih untuk memisahkan diri dengan syarat konvensi tersebut disetujui dalam referendum pada bulan berikutnya. Konvensi tersebut memilih untuk bergabung dengan Konfederasi, yang menuliskan Richmond sebagai ibukota pada 20 Mei.[50] Selam referendum Mei 23, kelompok pasukan yang mendukung Konfederasi mencegah pemilihan dan menghitung pemilihan di daera yang menolak untuk memisahkan diri. Malahan beberapa dewan dari 27 dari county di daerah barat laut memulai Konvensi Wheeling. Konvensi tersebut menyusun suatu pemerintahan yang setia kepada Union, yang berdampak pada pemisahan diri West Virginia sebagai negara bagian yang baru.[51]
Batas Virginia di daerah selatan ditetapkan pada tahun 1665 dengan garis latitude utara 36°30'. Para surveyor menandai perbatasan selatannya dengan North Carolina pada abad ke-18, tetapi mengarah ke utara sekitar 35 mil (56 km) dan sedikit menyimpang sekitar 3.5 mil dengan titik ujung perbatasan paling barat.[57] Setelah Tennessee bergabung dengan Amerika Serikat pada tahun 1796, para surveyor yang baru memulai menggambar ulang perbatasannya dengan pada tahun 1802 dan 1803; batasnya ditetapkan sebagai garis dari puncak gunung Whitetop ke puncak Tri-State Peak di pegunungan Cumberland. Namun simpangan pada batas tersebut diperkenalkan ketika ditandai ulang pada tahun 1856, dan Majelis Umum Virginia mengusulkan komisi pengukuran tanah baru pada tahun 1871. Dewan dari Tennessee tetap memilih garis agak lurus yang sudah ditetapkan pada tahun 1803, dan pada tahun 1893 permasalahan tersebut berada di tangan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang menolak usulan Virginia.[58][59] Akibatnya, kota Bristol terbagi menjadi dua bagian di antara kedua negara bagian tersebut.[60]
↑Nesbit, Scott; Nelson, Robert K.; McInnis, Maurie (November 2010). "Visualizing the Richmond Slave Trade". San Antonio: American Studies Association. Diakses tanggal August 30, 2022.
↑MacKay, Kathryn L. (May 14, 2006). "Statistics on Slavery". Weber State University. Diakses tanggal July 23, 2022.
↑"United States Regions". National Geographic Society. January 3, 2012. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal March 27, 2019. Diakses tanggal April 29, 2017.