Hammershaimb lahir di Sandavágur di pulau Vágar, Kepulauan Faroe. Pada tahun 1847-1848 dan pada tahun 1853, ia berkelana di Kepulauan Faroe untuk mempelajari dialek-dialek dan mengumpulkan cerita-cerita rakyat Kisah-kisah ini diterbitkan pada tahun 1851–55 dengan judul Færöiske Kvæder. Pada tahun 1854, ia menerbitkan tata bahasa Faroe.[1]
Berkat sumbangsihnya yang telah menormalisasi ortografi bahasa Faroe, karya sastra dapat ditulis dalam bahasa Faroe. Pengembangan bentuk standar ini mendorong sentimen nasionalisme yang mempercepat proses pendirian kembali Parlemen Faroe pada tahun 1852 dan berakhirnya monopoli perdagangan Kerajaan Denmark pada tahun 1856. Pada akhir abad ke-19, sastra Faroe modern mulai bangkit dan koran Faroe pertama yang bernama FøringatÃðindi terbit pada tahun 1890.[2] Seusai Perang Dunia II, bahasa Faroe menjadi bahasa resmi Kepulauan Faroe.[3]
Karya
"Færøiske Sagn" and "Bemerkninger med Hensyn til den Færøiske Udtale". Annaler for nordisk Oldkyndighed og Historie 1846, pp. 358–365.
"Færøisk Sproglære". Annaler for nordisk Oldkyndighed og Historie 1854
Færøsk Anthologi. 2 vols. Volume 1 Tekst samt historisk og grammatisk Indledning. Volume 2 Ordsamling og Register, ed. Jakob Jakobsen. Samfund til Udgivelse af gammel nordisk Litteratur 15. Copenhagen: Møller, 1886, 1891.
Catatan kaki
↑Oskar Bandle et al., The Nordic Languages: An International Handbook of the History of the North Germanic Languages, volume 2, Handbücher zur Sprach- und Kommunikationswissenschaft 22.2, Berlin/New York: Mouton de Gruyter, 2005, ISBN978-3-11-017149-5, hlm. 1463.