Universitas Wales (bahasa Wales:Prifysgol Cymrucode: cy is deprecated ; bahasa Latin:Universitas Cambrensiscode: la is deprecated ) adalah badan pemberi gelar berpiagam kerajaan yang berkedudukan di Cardiff, Wales. Universitas ini didirikan melalui piagam kerajaan pada 1893 sebagai universitas federal nasional dengan tiga perguruan tinggi konstituen di Aberystwyth, Bangor, dan Cardiff. Dalam sistem federal tersebut, perguruan tinggi menyelenggarakan pengajaran, sedangkan Universitas Wales mengatur ujian dan menganugerahkan gelar.[1][2]
Pada abad ke-20, federasi tersebut berkembang hingga mencakup sebagian besar lembaga yang kemudian menjadi universitas mandiri di Wales, termasuk Universitas Aberystwyth, Universitas Bangor, Universitas Cardiff, Universitas Swansea, Universitas Wales Lampeter, dan sejumlah perguruan tinggi lain. Universitas Wales merupakan satu-satunya universitas di Wales hingga Polytechnic of Wales memperoleh status universitas pada 1992.[1]
Setelah perguruan-perguruan tinggi anggotanya memperoleh kewenangan pemberian gelar sendiri, struktur federal secara bertahap dibubarkan. Sejak 2004 Universitas Wales beroperasi sebagai lembaga mandiri tanpa kampus pengajaran umum, dengan kegiatan utama berupa pemberian dan validasi gelar, layanan alumni, penelitian kebudayaan Wales, dan penerbitan akademik.[1] Pemerintah Britania Raya masih mencantumkannya sebagai salah satu badan yang secara hukum dapat menganugerahkan gelar di Wales.[3]
Pada 2011, setelah peninjauan tata kelola dan kritik terhadap pengawasan sejumlah program validasi eksternal, Universitas Wales memutuskan menghentikan penerimaan baru dalam model validasi lama dan bergabung secara bertahap dengan Universitas Wales Trinity Saint David (UWTSD). Kedua universitas menandatangani akta penyatuan pada 2017 dan sejak saat itu berbagi wakil kanselir serta sejumlah pengaturan tata kelola.[4] Namun, laporan keuangan 2024/2025 menyatakan bahwa proses integrasi sedang dijeda. Rencana yang sedang disusun akan mempertahankan Universitas Wales sebagai badan hukum terpisah dengan kewenangan yang dikurangi sampai seluruh kewajibannya kepada mahasiswa lama terselesaikan.[5]
Selain fungsi pemberian gelar, universitas mengelola atau mendukung University of Wales Press, Pusat Kajian Lanjutan Wales dan Kelt, serta proyek Geiriadur Prifysgol Cymru, kamus sejarah baku bahasa Wales. Hingga 2024/2025, universitas masih menjalankan tahap penyelesaian program kolaboratif dan melaporkan sekitar sepuluh mahasiswa tersisa pada pusat-pusat kolaboratifnya.[5]
Gerakan menuju universitas nasional
Tuntutan untuk membentuk universitas nasional di Wales berkembang pada abad ke-19 bersamaan dengan perluasan pendidikan, kebangkitan budaya Wales, serta meningkatnya kesadaran politik nasional. Pada masa itu, penduduk Wales yang ingin memperoleh pendidikan universitas biasanya harus belajar di Inggris atau Skotlandia, sementara lembaga lokal belum memiliki kewenangan untuk memberikan gelar.
University College of Wales dibuka di Aberystwyth pada 1872 melalui penggalangan dana masyarakat. University College of South Wales and Monmouthshire didirikan di Cardiff pada 1883, sedangkan University College of North Wales dibuka di Bangor pada 1884. Dua lembaga terakhir mengikuti rekomendasi komite yang dipimpin Lord Aberdare mengenai kebutuhan pendidikan menengah dan tinggi di Wales.[2]
Gerakan pembentukan universitas federal didukung oleh organisasi masyarakat, gereja, pengusaha, pemerintah kota, akademisi, dan sumbangan masyarakat biasa. Model federal dipilih agar ketiga perguruan tinggi dapat mempertahankan ciri regionalnya, tetapi gelarnya dikeluarkan oleh satu lembaga nasional.
Piagam kerajaan diberikan pada 30 November 1893. Universitas baru tersebut menjadi universitas pertama yang didirikan di Wales. Tiga lampu yang tampil pada lambang dan busana resminya melambangkan tiga perguruan tinggi pendiri.[6]
Sistem federal awal
Universitas Wales dibentuk mengikuti pola yang memiliki kemiripan dengan Universitas London. Perguruan-perguruan tinggi konstituen bertanggung jawab atas penerimaan mahasiswa dan pengajaran, sedangkan universitas pusat menetapkan ketentuan akademik, mengatur ujian, dan menganugerahkan gelar.
Struktur ini memungkinkan mahasiswa dari berbagai wilayah Wales memperoleh gelar yang sama tanpa perlu memusatkan seluruh pendidikan di satu kota. Sistem tersebut juga mendukung pengembangan bidang-bidang yang mencerminkan kebutuhan regional, termasuk pertanian di Aberystwyth, ilmu alam dan humaniora di Bangor, serta kedokteran dan teknik di Cardiff.
Bahasa Wales memiliki kedudukan penting dalam identitas universitas. Universitas mendukung pengajaran, penerbitan, dan penelitian melalui bahasa Wales pada masa ketika bahasa tersebut sering berada pada posisi yang lemah dalam pendidikan formal.
Pada masa awal, jabatan wakil kanselir dijalankan secara bergilir oleh kepala perguruan-perguruan tinggi konstituen. John Viriamu Jones dari Cardiff menjadi wakil kanselir pertama pada 1895.[2]
Pertumbuhan pada abad ke-20
University College Swansea didirikan pada 1920 dan menjadi perguruan tinggi keempat dalam federasi. Pembentukannya memperluas pendidikan teknik, sains, dan humaniora di kawasan industri Wales selatan.[7]
Welsh National School of Medicine memperoleh kedudukan sebagai lembaga konstituen tersendiri pada 1931. Sekolah tersebut kemudian berkembang menjadi University of Wales College of Medicine. Pendidikan medis sebelumnya memiliki hubungan erat dengan perguruan tinggi Cardiff dan rumah sakit setempat.
Welsh College of Advanced Technology bergabung dengan universitas pada 1968 dan kemudian dikenal sebagai University of Wales Institute of Science and Technology (UWIST). St David's College di Lampeter, yang telah berdiri sejak 1822 dan memperoleh piagam kerajaan pada 1828, bergabung dengan Universitas Wales pada 1971 sebagai St David's University College.[8]
Universitas juga membangun layanan pusat untuk mendukung penelitian dan kebudayaan. University of Wales Press didirikan pada 1922. Proyek kamus sejarah bahasa Wales dimulai pada awal abad ke-20 dan menghasilkan jilid pertama Geiriadur Prifysgol Cymru pada 1967. Pusat Kajian Lanjutan Wales dan Kelt didirikan pada 1985.[9][10]
Perubahan di Cardiff
Kesulitan keuangan pada akhir 1980-an mendorong penggabungan University College Cardiff dengan UWIST pada 1988. Lembaga baru itu bernama University of Wales College of Cardiff, kemudian memakai nama University of Wales, Cardiff.
University of Wales College of Medicine tetap menjadi lembaga tersendiri hingga 2004. Pada tahun tersebut perguruan tinggi kedokteran bergabung dengan University of Wales, Cardiff untuk membentuk Universitas Cardiff modern. Setelah penggabungan itu, Universitas Cardiff tidak lagi menjadi lembaga konstituen penuh dalam bentuk lama dan mulai menganugerahkan gelarnya sendiri kepada sebagian besar mahasiswa baru.
Perubahan di Cardiff menggambarkan kecenderungan yang lebih luas: perguruan tinggi anggota semakin besar, memiliki reputasi tersendiri, dan menginginkan kendali lebih besar atas gelar, strategi, serta identitas mereka.
Reorganisasi 1996
Pada 1996, Universitas Wales membentuk struktur dua tingkat agar dapat menerima lembaga pendidikan tinggi baru. Perguruan tinggi lama menjadi lembaga konstituen, sedangkan Cardiff Institute of Higher Education dan Gwent College of Higher Education diterima sebagai university colleges.
Cardiff Institute kemudian menjadi University of Wales Institute, Cardiff (UWIC), yang kini bernama Universitas Metropolitan Cardiff. Gwent College berkembang menjadi University of Wales College, Newport dan kemudian University of Wales, Newport.
Pada 2004, empat lembaga tambahan memperoleh keanggotaan penuh: North East Wales Institute of Higher Education, Swansea Institute of Higher Education, Trinity College Carmarthen, dan Royal Welsh College of Music & Drama. Penambahan tersebut memperluas federasi, tetapi terjadi ketika sejumlah anggota lama sedang menuju status universitas mandiri.
Berakhirnya federasi lama
Pemerintah Wales melakukan peninjauan pendidikan tinggi pada 2001. Salah satu rekomendasi utamanya adalah agar setiap lembaga pendidikan tinggi di Wales memperoleh kewenangan pemberian gelar sendiri. Kebijakan ini mengurangi kebutuhan terhadap universitas federal sebagai satu-satunya badan pemberi gelar.[1]
Pada 2004, semua perguruan tinggi pendiri telah meninggalkan struktur konstituen lama atau sedang beralih menuju kemandirian. Universitas Wales kemudian menyusun peran baru sebagai lembaga pemberi gelar, pengawas program kolaboratif, serta penjaga aset budaya nasional.
Pada 2007, struktur federasi secara resmi berubah menjadi konfederasi lembaga mandiri. Aberystwyth, Bangor, Swansea, dan beberapa institusi lain mulai menggunakan gelar universitas dengan nama sendiri. Ketika lembaga-lembaga tersebut memperoleh dan mulai memakai kewenangan pemberian gelar masing-masing, hubungan mereka dengan Universitas Wales secara bertahap berakhir.
Pemecahan federasi tidak membatalkan gelar yang telah dianugerahkan. Lulusan yang belajar di perguruan tinggi anggota ketika gelarnya masih diberikan oleh Universitas Wales tetap merupakan alumni Universitas Wales sekaligus alumni lembaga tempat mereka belajar.
Validasi program di luar federasi
Setelah berkurangnya keanggotaan perguruan tinggi, Universitas Wales semakin bergantung pada validasi program yang diselenggarakan lembaga lain di Britania Raya dan luar negeri. Dalam pengaturan ini, pusat mitra memberikan pengajaran, sedangkan Universitas Wales menyetujui program, menetapkan peraturan, menunjuk moderator atau penguji eksternal, dan menganugerahkan gelar.
Pada 2010, lebih dari 22.000 mahasiswa mengikuti program yang divalidasi di lebih dari 130 pusat di Britania Raya dan luar negeri. Kegiatan tersebut menjadi sumber pendapatan utama universitas.[1]
Validasi lintas negara memperluas akses terhadap gelar Britania Raya, tetapi juga menimbulkan risiko pengawasan. Perbedaan sistem hukum, mutu pengajaran, promosi, penerimaan mahasiswa, dan kapasitas lembaga mitra menuntut pemeriksaan serta pemantauan yang kuat.
Kritik dan penghentian validasi baru
Pada 2010 dan 2011, media serta lembaga pengawas menyoroti pengaturan Universitas Wales dengan sejumlah pusat luar negeri. Laporan Quality Assurance Agency (QAA) menemukan kelemahan serius dalam beberapa proses uji tuntas, pengawasan, dan pengelolaan kerja sama internasional.[11]
Temuan tersebut tidak berarti seluruh program Universitas Wales bermutu buruk. Universitas memiliki banyak kemitraan yang berjalan lama dan lulusan yang memperoleh gelar secara sah. Namun, kelemahan dalam pengawasan sejumlah pusat merusak reputasi sistem validasi dan memicu tuntutan perubahan.
Pada Oktober 2011, universitas mengumumkan bahwa model validasi eksternal lama akan dihentikan. Program yang telah berjalan memasuki strategi keluar agar mahasiswa dapat menyelesaikan studinya, sedangkan pendaftaran pada hubungan baru tidak dilanjutkan dengan pola yang sama.[12]
Pemerintah Wales menyatakan bahwa laporan QAA telah menemukan kelemahan serius dalam pengaturan validasi dan pengelolaan kolaborasi. Peninjauan McCormick kemudian menyimpulkan bahwa Universitas Wales tidak dapat terus beroperasi dalam bentuk yang sama dan perlu bergabung dengan universitas lain agar mempunyai peran yang bermakna.[11][1]
Rencana integrasi dengan UWTSD
Pada Oktober 2011, badan pengelola Universitas Wales, UWTSD, dan Swansea Metropolitan University menyepakati perubahan konstitusional serta penggabungan. Tahap pertama diselesaikan ketika Swansea Metropolitan University bergabung dengan UWTSD pada 2013.[8]
Universitas Wales dan UWTSD menyetujui sebuah akta penyatuan pada Agustus 2017. Tujuan awalnya adalah mengintegrasikan kedua universitas di bawah piagam kerajaan UWTSD tahun 1828, sambil melindungi nama, arsip, layanan alumni, dan aset budaya Universitas Wales.[4]
Sejak 2017, wakil kanselir UWTSD juga menjabat wakil kanselir Universitas Wales. Pengaturan tata kelola, kebijakan bahasa Wales, kesetaraan, kesehatan dan keselamatan, serta sebagian layanan administrasi juga diselaraskan. Peraturan Universitas Wales menetapkan bahwa masa jabatan wakil kanselir dan ketua Dewan mengikuti jabatan yang sama di UWTSD.[13]
Meskipun situs universitas masih menggambarkan proses menuju universitas gabungan, laporan keuangan 2024/2025 menyebut proses integrasi sedang dijeda sementara peluang pendidikan lintas pendidikan lanjutan dan pendidikan tinggi dinilai kembali. Rencana yang sedang dibahas akan mempertahankan Universitas Wales sebagai badan hukum terpisah dengan kewenangan terbatas untuk menyelesaikan kewajiban program lama dan mengembangkan kegiatan yang memanfaatkan nama serta warisannya.[5]
Status dan kegiatan saat ini
Universitas Wales tetap menjadi badan berpiagam kerajaan, badan amal terdaftar, dan badan pemberi gelar yang diakui. Nomor badan amalnya adalah 1146516.[5][3]
Universitas tidak beroperasi sebagai universitas kampus umum dengan penerimaan mahasiswa sarjana dalam berbagai bidang seperti pada masa federasi. Kegiatan pendidikannya terutama berhubungan dengan mahasiswa yang masih menyelesaikan program kolaboratif lama, pengawasan standar akademik, penerbitan hasil akhir, serta layanan verifikasi gelar dan transkrip bagi alumni.
Pada akhir tahun akademik 2024/2025, jumlah mahasiswa pada pusat kolaboratif telah turun menjadi sekitar sepuluh, dibandingkan lebih dari 28.000 ketika penghentian program kolaboratif diumumkan. Dalam tahun tersebut universitas keluar dari dua pusat kolaboratif tambahan.[5]
Buku pedoman akademik universitas menyatakan bahwa tahap keluar akan berakhir ketika universitas menyelesaikan transformasinya, tetapi Universitas Wales tetap menjadi lembaga berpiagam tersendiri sampai perubahan hukum dan seluruh kewajiban mahasiswa selesai.[14]
Universitas masih menyelenggarakan perayaan kelulusan untuk lulusan pusat kolaboratif. Perayaan kelulusan 2026 dijadwalkan berlangsung di Brangwyn Hall, Swansea.[15]
Tata kelola
Dewan Universitas merupakan badan pengelola tertinggi dan bertanggung jawab atas strategi, keuangan, investasi, properti, serta pengawasan kegiatan universitas. Mayoritas anggotanya adalah anggota independen.[16]
Pada 2026, Dewan diketuai oleh Emlyn Dole. Wakil kanselirnya adalah Profesor Elwen Evans KC, yang juga menjabat wakil kanselir UWTSD. Ia mulai menjabat kedua posisi tersebut pada 1 September 2023.[16][5]
Badan akademik utamanya adalah Academic Board, yang bertanggung jawab mengatur standar akademik, ujian, pemberian gelar, dan pengawasan program yang masih berjalan. Komite akademik, komite audit dan risiko, komite remunerasi, serta komite keuangan dan sumber daya melapor kepada Dewan.
Kantor pusat atau University Registry berada di King Edward VII Avenue, Cathays Park, Cardiff. Bangunan ini berdekatan dengan pusat pemerintahan dan lembaga kebudayaan nasional Wales.[17]
Pusat Kajian Lanjutan Wales dan Kelt
Pusat Kajian Lanjutan Wales dan Kelt atau Centre for Advanced Welsh and Celtic Studies didirikan oleh Universitas Wales pada 1985. Pusat ini berada di Aberystwyth, bersebelahan dengan Perpustakaan Nasional Wales, dan melakukan penelitian kolaboratif mengenai bahasa, sastra, sejarah, serta kebudayaan Wales dan bangsa-bangsa Kelt lainnya.[10]
Pusat tersebut mengelola proyek mengenai puisi Wales abad pertengahan, sejarah sosial bahasa Wales, tradisi para santo, nama tempat, hubungan budaya Atlantik, dan sumber biografi Wales. Dalam Research Excellence Framework 2021, pusat menyatakan bahwa 74 persen penelitiannya dinilai berkelas dunia atau unggul secara internasional.[10]
Pendidikan penelitian MPhil dan PhD di pusat tersebut kini diselenggarakan melalui UWTSD dan gelarnya diberikan oleh UWTSD, meskipun pusat masih memakai nama Universitas Wales sebagai bagian dari identitas kelembagaannya.[18]
Geiriadur Prifysgol Cymru
Geiriadur Prifysgol Cymru atau Dictionary of the Welsh Language merupakan kamus sejarah standar bahasa Wales. Proyek ini berada dalam Pusat Kajian Lanjutan Wales dan Kelt dan mendokumentasikan perkembangan kosakata Wales dari sumber tertulis awal hingga penggunaan modern.[19]
Edisi pertama diterbitkan dalam empat jilid antara 1967 dan 2002. Penyusunan edisi kedua dimulai sebelum edisi pertama selesai dan dilanjutkan melalui penerbitan bagian-bagian baru serta pembaruan pangkalan data daring.[20]
University of Wales Press
University of Wales Press didirikan pada 1922 untuk menerbitkan penelitian akademik tentang Wales dan memberi ruang yang lebih kuat bagi beasiswa berbahasa Wales. Pers tersebut menerbitkan buku dan jurnal dalam bahasa Wales dan Inggris, termasuk karya mengenai sejarah, sastra, politik, kebudayaan, studi Kelt, serta kajian Wales dalam konteks global.[9]
Pers tersebut merupakan bagian penting dari kegiatan universitas saat ini. Laporan 2024/2025 mencatat pendapatan penjualan publikasi sebesar £476.000 dan hibah publikasi sebesar £298.000.[5]
Gregynog dan Gwasg Gregynog
Gregynog Hall dan tanahnya di Powys diwariskan kepada Universitas Wales pada 1960-an dan selama bertahun-tahun digunakan sebagai pusat konferensi, seni, serta kebudayaan. Sebagai bagian dari Wales Pledge, kepemilikan kawasan tersebut dialihkan kepada Gregynog Charitable Trust yang independen pada 2019.[5]
Gwasg Gregynog, sebuah percetakan seni rupa yang berkedudukan di kawasan Gregynog, tetap menjadi perusahaan amal tersendiri. Pada 2024/2025, Universitas Wales masih menjalankan kewenangan tata kelola tertentu atas badan tersebut sambil mempertimbangkan arah masa depannya.[5]
Dylan Thomas Centre
Universitas Wales memiliki Dylan Thomas Centre di Swansea, yang menampung pameran permanen mengenai penyair Dylan Thomas. Bangunan tersebut digunakan sebagai tempat kebudayaan, pendidikan, acara, dan bagian dari kawasan kampus SA1 UWTSD. Biaya operasionalnya dibiayai UWTSD.[5]
Keuangan dan skala operasi
Pada tahun yang berakhir 31 Juli 2025, pendapatan konsolidasi Universitas Wales berjumlah £2,268 juta, turun dari £2,698 juta pada tahun sebelumnya. Pendapatan program kolaboratif sebesar £1,118 juta atau sekitar 49 persen dari keseluruhan pendapatan, sedangkan sisanya terutama berasal dari penerbitan, layanan, hibah, dan investasi.[5]
Universitas melaporkan surplus sebelum keuntungan lain sebesar £87.000 dan total pendapatan komprehensif sebesar £254.000. Saldo kas dan setara kas pada akhir tahun adalah £2,312 juta, sedangkan total cadangan sebesar £6,685 juta.[5]
Rata-rata jumlah pegawai pada 2024/2025 adalah 22,3 orang ekuivalen penuh waktu, seluruhnya dicatat dalam departemen nonakademik. Banyak kegiatan akademik dan tata kelola dilaksanakan bersama UWTSD atau melalui lembaga seperti pusat penelitian dan pers universitas.[5]
Penurunan pendapatan validasi merupakan akibat yang direncanakan dari berakhirnya program kolaboratif. Strategi keuangan universitas berfokus pada penyelesaian kewajiban lama, pengembangan pendapatan University of Wales Press, pemanfaatan aset serta nama universitas, dan kerja sama baru dengan UWTSD.[5]
Bekas perguruan tinggi dan lembaga anggota
Tabel berikut memuat lembaga-lembaga utama yang pernah menjadi perguruan tinggi konstituen atau anggota Universitas Wales. Tanggal berakhirnya hubungan tidak selalu identik dengan tanggal penggunaan terakhir gelar Universitas Wales karena mahasiswa lama dapat terus memperoleh gelar tersebut selama masa peralihan.
University College of South Wales and Monmouthshire; University College Cardiff; University of Wales, Cardiff
1893
Perguruan tinggi Cardiff dan UWIST bergabung pada 1988; universitas Cardiff modern terbentuk melalui merger dengan perguruan tinggi kedokteran pada 2004
Keluar pada 2007 dan menjadi bagian dari kelompok University of Glamorgan, kemudian University of South Wales
Sumber sejarah kelembagaan tidak selalu menggunakan istilah “keluar” dengan cara yang sama. Sebagian hubungan berakhir melalui merger, sebagian melalui pemberian kewenangan gelar sendiri, dan sebagian melalui perubahan status dari anggota menjadi lembaga terkait.
Lambang, meterai, dan semboyan
Semboyan Universitas Wales adalah Goreu Awen Gwirioneddcode: cy is deprecated , yang berarti “Inspirasi terbaik adalah kebenaran”. Semboyan tersebut tampil pada meterai universitas.[21]
Meterai universitas menampilkan bangunan yang melambangkan universitas, dengan pegunungan dan laut sebagai latar. Tulisan di sekelilingnya memakai kutipan Latin dari Lucretius yang diterjemahkan sebagai “kediaman tenteram kaum bijaksana yang ditinggikan oleh pembelajaran”.[21]
Busana akademik Universitas Wales memiliki sistem warna dan bentuk tersendiri untuk berbagai gelar. Pemegang gelar yang dianugerahkan oleh universitas tetap berhak memakai busana akademik tersebut dalam upacara yang sesuai.[22]
Alumni dan layanan gelar
Universitas menyatakan telah menganugerahkan lebih dari 600.000 gelar sejak pendiriannya.[14] Setiap pemegang gelar, diploma, atau sertifikat Universitas Wales berhak bergabung dengan University of Wales Alumni Association, termasuk lulusan perguruan tinggi di Wales dan pusat kolaboratif internasional.[23]
Karena banyak perguruan tinggi anggota kini telah menjadi universitas mandiri, layanan dokumen dibagi menurut tempat dan masa studi. Universitas Wales menangani konfirmasi gelar serta dokumen bagi lulusan tertentu, terutama dari pusat kolaboratif. Transkrip lulusan yang belajar pada universitas di Wales biasanya dikeluarkan oleh lembaga tempat mereka belajar.[24]
Peranan dalam pendidikan dan kebudayaan Wales
Pembentukan Universitas Wales memberi Wales sebuah lembaga gelar nasional pada saat belum ada universitas mandiri lain di negara tersebut. Model federal memungkinkan pertumbuhan perguruan tinggi regional tanpa menghilangkan identitas nasional bersama.
Universitas membantu menghasilkan generasi guru, dokter, ilmuwan, insinyur, pegawai negeri, pendeta, penulis, dan pemimpin masyarakat. Ia juga berperan dalam membangun terminologi akademik bahasa Wales, mendukung penelitian sejarah dan sastra, serta menyebarluaskan karya ilmiah mengenai Wales.
Pemecahan federasi mencerminkan perubahan pendidikan tinggi Britania Raya menuju lembaga yang lebih mandiri dan kompetitif. Meskipun tidak lagi menjadi payung bagi universitas-universitas Wales, nama Universitas Wales tetap bertahan melalui gelar lama, alumni, penerbitan, penelitian Kelt, kamus bahasa Wales, dan aset kebudayaannya.