Operasi Buffalo yang pertama dilakukan di situs Maralinga, dan yang terbesar yang pernah diadakan di Australia,[1] pada tahun 1956 terdiri dari pengujian empat perangkat nuklir. One Tree (129 kiloton TNT (540Â TJ)) and Breakaway (108 kiloton TNT (450Â TJ)) meledak dari menara, Marcoo (14 kiloton TNT (59Â TJ)) di permukaan tanah, dan Kite (29 kiloton TNT (120Â TJ)) dilepaskan dari pesawat pengebom Angkatan Udara KerajaanVickers Valiant dari ketinggian 35.000 kaki (11.000Â m) dan merupakan uji coba pertama senjata nuklir Inggris dari pesawat terbang.
Diikuti oleh Operasi Antler pada tahun 1957, yang menguji coba senjata nuklir ringan baru. Tiga uji coba dilakukan, Tadje (093 kiloton TNT (390Â TJ), Biak dan Taranaki. Dua uji coba pertama dilakukan dari menara, sedangkan yang terakhir dari balon udara. Daya ledak senjata nuklirnya adalah 567 kiloton TNT (2.370Â TJ) dan 266 kiloton TNT (1.110Â TJ) secara berurutan. Uji coba Tadje menggunakan kobalt sebagai pelacak untuk menentukan hasilnya, yang menjadi rumor bahwa Inggris sedang mengembangkan bom kobalt, juga digunakan untuk percobaan kecil, tes komponen yang tidak melibatkan ledakan nuklir.