Sebelum terjun ke dunia birokrasi pemerintahan sipil, Trenggono merupakan perwira militer aktif dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal TNI dan sempat memegang posisi strategis di lingkungan internal Angkatan Darat maupun korporasi di bidang ketahanan pangan.[3]
Kehidupan awal dan pendidikan
Trenggono lahir di Kebumen, Jawa Tengah pada tanggal 17 Maret 1971. Ia menghabiskan masa kecil dan menyelesaikan pendidikan dasar hingga menengah di lingkungan tanah kelahirannya sebelum akhirnya memutuskan untuk menempuh karier di dunia militer. Ia lulus dari Akademi Militer (Akmil) di Magelang pada tahun 1993, di mana ia dibentuk dalam kecabangan infanteri.[3]
Karier militer
Pada tahap awal karier komandonya di tingkat kewilayahan, Trenggono dipercaya mengemban posisi sebagai Komandan Distrik Militer (Dandim) 0704/Banjarnegara di bawah naungan Kodam IV/Diponegoro, yang dijabatnya sepanjang kurun waktu 2011 hingga 2013.[3]
Seiring dengan perkembangan jenjang kepangkatannya, Trenggono banyak dialokasikan untuk memegang fungsi edukasi dan pembinaan personel di lingkungan lembaga pendidikan militer Angkatan Darat. Di Akademi Militer, ia berturut-turut memegang tanggung jawab strategis sebagai Wakil Komandan Resimen Taruna dan Latihan (Wadanmentarlat) dari tahun 2013 hingga 2015, Kepala Departemen Militer Dasar (Kadepmildas) pada periode 2015–2017, serta Wakil Direktur Pembinementarlat dan Pembinaan Lembaga (Wadirbinlem) sepanjang 2017–2018.[3] Kemampuannya dalam mengelola instruksi taktis membawanya dipromosikan sebagai Komandan Resimen Induk Kodam (Danrindam) V/Brawijaya pada tahun 2020.[3]
Memasuki level perwira tinggi, ruang lingkup penugasannya meluas ke sektor analisis kebijakan dan staf ahli. Setelah sempat mengemban tugas sebagai Pamen Ahli Bidang OMSP Sahli Pangdam XIV/Hasanuddin pada tahun 2021, ia ditarik ke Markas Besar Angkatan Darat sebagai Perwira Bantuan (Paban) Sahli Kasad Bidang Keamanan Terorisme (Kamteror) pada 2022.[3] Kepemimpinannya di lingkup manajerial puncaknya diuji ketika ia ditunjuk kembali ke almamaternya sebagai Direktur Umum (Dirum) Akademi Militer pada periode 2023–2024, sebelum akhirnya digeser menjadi Direktur Pembinaan dan Pengembangan (Dirjianbang) Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) hingga tahun 2025.[4] Sebelum ditarik ke pemerintahan sipil, jabatan militer terakhirnya adalah Perwira Staf Ahli Tingkat III Bidang Komunikasi Sosial (Pa Sahli Tk. III Bid. Komsos) Panglima TNI.[4]
Aktivitas korporasi dan ketahanan pangan
Di samping menjalankan fungsi organik kemiliteran, Trenggono juga dilibatkan dalam tata kelola korporasi strategis yang terafiliasi dengan program strategis nasional. Ia tercatat pernah menduduki posisi manajemen puncak sebagai Wakil Direktur Utama PTAgrinas Pangan Nusantara (Agrinas), sebuah entitas yang bergerak di bidang manajemen rantai pasok dan produksi pangan.[5][6] Pengalamannya dalam mengelola aspek logistik agroindustri dan penguasaan manajerial teritorial terpadu ini menjadi salah satu pertimbangan utama yang melatarbelakangi penunjukannya di sektor penguatan gizi nasional.[7]
Kiprah di Badan Gizi Nasional
Pada awal Juni 2026, Presiden Prabowo Subianto melakukan langkah perombakan total pada struktur kepemimpinan di Badan Gizi Nasional.[1] Melalui Keputusan Presiden Nomor 18/M Tahun 2026 yang diterbitkan pada 2 Juni 2026, pemerintah secara resmi menyusun jajaran pimpinan baru lembaga tersebut dengan menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala, didampingi oleh Trenggono dan Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala.[1][4] Penunjukan Trenggono diarahkan secara khusus untuk memperkuat penetrasi dan akurasi program makan bergizi gratis, utamanya di wilayah-wilayah terpencil, tertinggal, dan terdepan (3T) yang membutuhkan keahlian komando teritorial serta taktis militer.[7]
Sebagai bentuk komitmen terhadap netralitas birokrasi dan kepatuhan terhadap regulasi penugasan sipil, Trenggono mengajukan permohonan pensiun dini dari dinas aktif militer pada 3 Juni 2026.[5] Langkah pengunduran diri atas inisiatif pribadi tersebut secara resmi disetujui oleh Panglima TNIJenderalAgus Subiyanto tak lama sebelum prosesi pelantikannya berlangsung.[8] Ia kemudian resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh PresidenPrabowo Subianto di Istana Negara pada tanggal 8 Juni 2026.[1]
Informasi finansial
Berdasarkan data yang dilaporkan dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kepada KPK per tanggal 3 Februari 2025, Trenggono tercatat memiliki total kekayaan bersih sebesar Rp1,2 miliar.[3] Mayoritas dari komponen aset tersebut bersumber dari kepemilikan aset berupa properti tanah dan bangunan senilai Rp750 juta, di samping instrumen pelaporan berkala lainnya seperti kepemilikan alat transportasi dan kas.[3]