Mads Pedersen memenangi klasifikasi poin, sedangkan Richard Carapaz memenangi klasifikasi pegunungan dan penghargaan pembalap paling agresif. Klasifikasi tim dimenangi Lidl–Trek.[4]
Sebanyak 184 pembalap dari 27 negara memulai balapan.
Rute dan etape
Rute lengkap diumumkan pada 23 Oktober 2025. Edisi ini menjadi Tour ketiga yang dimulai di Spanyol setelah edisi 1992 dan 2023. Etape pembuka merupakan uji waktu beregu di Barcelona, kembalinya disiplin tersebut ke Tour untuk pertama kalinya sejak 2019. Rute juga mencakup lima finis puncak, termasuk kunjungan perdana ke Plateau de Solaison dan dua finis berturut-turut di Alpe d'Huez.[7]
Etape ke-9 dipendekkan akibat peringatan gelombang panas. Etape terakhir juga dipendekkan dari rencana awal 133 kilometer menjadi sekitar 89 kilometer karena petugas keamanan dialihkan untuk menangani kebakaran hutan di wilayah Gironde. Upacara pra-etape tetap diadakan di Thoiry, tetapi para pembalap dibawa dengan bus ke Paris untuk memulai balapan di sirkuit Champs-Élysées.[8]
Sumber rute dan pemenang etape: situs resmi Tour de France dan klasifikasi akhir penyelenggara.[1][4]
Favorit sebelum balapan
Pogačar, juara bertahan, dan Jonas Vingegaard dipandang sebagai dua kandidat utama klasifikasi umum. Keduanya telah memenangi enam edisi Tour sebelumnya secara bergantian. Pogačar memasuki Tour setelah menjuarai Tour de Suisse 2026, sedangkan Vingegaard datang sebagai juara Giro d'Italia 2026. Kandidat lain mencakup Evenepoel, Florian Lipowitz, Paul Seixas, dan Del Toro.
Jalannya balapan
Grand Départ dan Pirenia
Etape pertama memakai format baru uji waktu beregu. Waktu tim ditentukan oleh pembalap pertama yang melintasi garis finis, tetapi setiap pembalap memperoleh waktu individunya sendiri untuk klasifikasi umum. Visma–Lease a Bike memenangi etape dan Vingegaard merebut kaus kuning.
Del Toro memenangi etape kedua di Montjuïc setelah dibantu oleh Pogačar. Pada etape ketiga menuju Les Angles, Pogačar menyerang di tanjakan terakhir, memenangi etape, dan merebut kaus kuning. Kaus tersebut berpindah kepada Torstein Træen setelah etape keempat, ketika kelompok pelarian memperoleh keunggulan besar.
Etape keenam merupakan etape pegunungan tinggi pertama dan melintasi Col du Tourmalet. Pogačar melakukan serangan solo sekitar 43 kilometer sebelum finis dan menang dengan selisih lebih dari dua setengah menit atas Vingegaard. Ia kembali mengambil kaus kuning dan membangun keunggulan yang kemudian tidak terkejar hingga Paris.
Massif Central, Vosges, dan Alpen
Setelah hari istirahat pertama, Pogačar memenangi etape ke-10 menuju Le Lioran. Ia kembali menambah keunggulan dengan kemenangan di Le Markstein pada etape ke-14. Pada etape ke-15, Vingegaard mengalami kecelakaan dan patah tulang selangka sehingga harus meninggalkan balapan. Evenepoel memenangi etape tersebut di Plateau de Solaison.
Evenepoel kemudian memenangi uji waktu perorangan etape ke-16 dan naik ke posisi kedua klasifikasi umum. Pada pekan terakhir, Carapaz memenangi etape ke-18 di Orcières-Merlette dan mengambil alih pimpinan klasifikasi pegunungan.
Pogačar memenangi etape ke-19 di Alpe d'Huez, kemenangan etape kelimanya pada edisi ini dan kemenangan etape Tour ke-26 sepanjang kariernya.[9] Carapaz memenangi etape ke-20, sementara Pogačar membantu Del Toro mempertahankan posisi ketiga dan kaus putih dari Seixas.[10]
Etape terakhir di Paris dimenangi Van der Poel. Pogačar menyelesaikan balapan dengan keunggulan 6 menit 26 detik atas Evenepoel dan menyamai rekor lima kemenangan Tour.[2]
Hasil akhir resmi menempatkan Pedersen di depan Jasper Philipsen dalam klasifikasi poin, Carapaz di depan Pogačar dalam klasifikasi pegunungan, serta Lidl–Trek di depan UAE Team Emirates XRG dalam klasifikasi tim.[4]