Nichols lahir di Holyoke, Massachusetts, dan besar di Chicopee, Massachusetts, di mana ia bersekolah di sekolah negeri pada tahun 1960-an hingga 1970-an.[4][5] Kakek-nenek dari pihak ayahnya adalah imigran Yunani, sementara ibunya berketurunan Irlandia.[6][7] Dalam pidatonya di Heritage Foundation, ia menyatakan bahwa keluarganya bukanlah keluarga terpelajar, dengan menekankan bahwa orang tuanya adalah "anak-anak era Depresi yang putus sekolah menengah".
Nichols meraih gelar Sarjana (BA) dalam Ilmu Politik dari Boston University pada 1983, kemudian gelar Magister (MA) dalam Ilmu Politik dari Columbia University pada 1984. Ia juga memperoleh sertifikat dari Harriman Institute of Columbia University pada 1985, dan gelar Doktor (PhD) dalam Ilmu Pemerintahan dari Georgetown University pada 1988. Disertasinya berjudul "The Politics of Doctrine: Khrushchev, Gorbachev and the Soviet Military".[8]
Karier di Jeopardy!
Nichols adalah juara lima kali dalam acara Jeopardy!, memenangkan permainan musim reguler pada 1994. Awalnya, ia kalah di pertandingan kelimanya, tetapi dipanggil kembali karena "kesalahan petunjuk (clue discrepancy)".[9] Ia kemudian berpartisipasi dalam Turnamen Juara 1994 dan Turnamen Juara Ultimate 2005, masing-masing kalah di babak perempat final[10] dan babak pertama.[11] Dalam wawancara dengan Newsweek pada 2022, Nichols mengusulkan agar Jeopardy! mengembalikan aturan batas kemenangan lima hari yang dihapus pada 2003.[12]
Karier
Setelah menyelesaikan program doktoralnya di Georgetown University, pada tahun 1989 Nichols menerima posisi pengajar di Dartmouth College. Ia mengabdi di sana hingga tahun 1997, mengajar ilmu politik dan urusan Rusia.[13][14]
Selama masa jabatannya di Dartmouth, Nichols juga menjabat sebagai asisten legislatif bidang pertahanan dan luar negeri untuk Senator AS John Heinz (R-PA).[15][16]
Pada tahun 1997, Nichols menjadi profesor strategi di U.S. Naval War College, posisi yang dipegangnya hingga tahun 2008.[15] Selanjutnya, Nichols ditunjuk sebagai profesor urusan keamanan nasional di perguruan tinggi militer tersebut. Ia pensiun pada tahun 2022.[15] Ia juga pernah menjadi senior associate di Carnegie Council for Ethics in International Affairs yang berbasis di Manhattan (2004-2005).[17]
Pada tahun 2005, Nichols diangkat untuk mengemban peran sebagai pengajar tamu di La Salle University dan pengajar adjung di Harvard University.[15] Nichols ditetapkan sebagai fellow di Harvard John F. Kennedy School of Government pada tahun 2008.[17]
Kini, Nichols bekerja sebagai staf penulis di The Atlantic dan merupakan penulis salah satu newsletter elektronik mereka, The Atlantic Daily.[18]
Politik
Nichols mendaftar sebagai anggota Partai Republik pada tahun 1979. Pada tahun 2016, ia menyebut dirinya sebagai seorang konservatif "Never Trump" (anti-Trump).[19] Selama kampanye pemilihan presiden 2016, Nichols berargumen bahwa kaum konservatif seharusnya memilih Hillary Clinton - yang sebenarnya tidak disukainya - karena Trump dinilainya "terlalu tidak stabil secara mental" untuk menjabat sebagai panglima tertinggi militer.[20]
Nichols melanjutkan argumen serupa untuk pemilu paruh waktu 2018 dengan menganjurkan agar Partai Republik bisa menyelamatkan partainya sendiri dengan memilih sebanyak mungkin kandidat Demokrat dalam pemilu tersebut.[21]
Setelah konfirmasi Brett Kavanaugh ke Mahkamah Agung AS, pada 7 Oktober 2018 Nichols mengumumkan akan keluar dari Partai Republik dan menjadi independen. Ia menyatakan bahwa suara "setuju" Senator Susan Collins dalam proses konfirmasi meyakinkannya bahwa Partai Republik hanya ada untuk mengerahkan kekuatan politik secara membabi buta.[22]
Nichols menegaskan bahwa Partai Republik telah menjadi ancaman bagi supremasi hukum dan norma-norma konstitusional. Namun ia juga mengkritik Partai Demokrat yang "terbelah antara naluri totaliter di satu sisi dan malpraktik politik total di sisi lain". Kecuali untuk Senator Chris Coons, Sheldon Whitehouse, dan Amy Klobuchar, Nichols menilai perilaku anggota Partai Demokrat selama sidang konfirmasi Kavanaugh sebagai "tercela".[22]
Dalam kolom opini tahun 2019, Nichols mengutip Laporan Mueller untuk berargumen bahwa Trump gagal dalam perannya sebagai warga negara dan kemudian sebagai panglima tertinggi, karena tidak berbuat lebih banyak untuk mencegah dan menghukum campur tangan Rusia dalam pemilu AS 2016.[23]
Pada April 2022 terkait invasi Rusia ke Ukraina, Nichols berkomentar: "Jika tujuan Putin adalah mengukuhkan cengkeramannya pada kekuasaan dengan membuat Rusia dibenci selama beberapa dekade ke depan, maka selamat, kurasa."[24]
Kehidupan pribadi
Setelah pernikahan sebelumnya berakhir dengan perceraian, Nichols menikahi Lynn pada tahun 2014.[25][26] Nichols memiliki seorang putri, dan keluarga mereka kini tinggal di Middletown, Rhode Island.[13] Ia merupakan penganut Kristen Ortodoks Yunani.[27]
Nichols pernah tampil dalam peran kameo di serial televisi HBO Succession, berperan sebagai komentator politik sayap kanan Ben Stove dalam episode berjudul "America Decides".[28]
Di waktu luangnya, Nichols gemar bermain video game seperti Baldur's Gate 3 dan seri Fallout.[29][30]
Nichols pernah memelihara kucing bernama Carla yang sangat dihormatinya karena dianggap pernah menyelamatkan nyawanya. Carla meninggal pada tahun 2024.[31]
Penghargaan
Petra T. Shattuck Excellence in Teaching dari Harvard Extension School (2012)
Navy Meritorious Civilian Service dari Angkatan Laut AS
Karya
Buku
The Sacred Cause: Civil-Military Conflict over Soviet National Security, 1917-1992 (1993, Cornell University Press) ISBN 0801427746[32]
The Russian Presidency: Society and Politics in the Second Russian Republic (1999, Palgrave Macmillan) ISBN 0312293372[33]
Winning the World: Lessons for America's Future from the Cold War (2002, Praeger) ISBN 0275966631[34]
Eve of Destruction: The Coming Age of Preventive War (2008, University of Pennsylvania Press) ISBN 0812240669[35]
Tactical Nuclear Weapons and NATO, (co-editor) (2012, Military Bookshop) ISBN 1584875259[36]
No Use: Nuclear Weapons and U.S. National Security (2013, University of Pennsylvania Press) ISBN 0812245660[37]
The Death of Expertise: The Campaign Against Established Knowledge and Why it Matters (2017, Oxford University Press) ISBN 0190469412[38]
Diskursus buku Matinya Kepakaran di media sosial
Di era digital, terjadi pergeseran kepercayaan publik dari para pakar ke influencer digital meskipun banyak di antaranya tidak memiliki latar belakang keilmuan yang memadai. Fenomena ini memicu diskusi tentang "kematian kepakaran" (the death of expertise), terutama dalam bidang seperti keuangan, kesehatan, dan sains.[39]
Data dan fenomena global
Survei di Indonesia menunjukkan masyarakat lebih memercayai influencer keuangan daripada ekonom profesional.[39]
Di Amerika Serikat, 20% warga mencari saran kesehatan di TikTok sebelum berkonsultasi dengan dokter (riset 2023).[39]
Generasi Z dan Milenial: 57% Gen Z dan 44% milenial AS tertarik mencoba produk setelah melihat konten influencer (studidata 2022).[39]
Konsep "Kematian Kepakaran"
Fenomena ini dibahas dalam buku The Death of Expertise (yang telah dialihbahasakan menjadi Matinya Kepakaran)[40] oleh Tom Nichols, yang menyoroti:
Penurunan otoritas keilmuan akibat akses informasi instan melalui internet.[39]
Efek Dunning-Kruger: kecenderungan orang awam merasa setara dengan pakar setelah mengonsumsi informasi terbatas.[41]
Peran media sosial: Algoritma platform memperkuat echo chamber dan penyebaran misinformasi.[42]
Strategi adaptasi di ruang digital
Komunikasi Ilmiah yang Aksesibel
Menggunakan bahasa sederhana, infografik, dan storytelling.
Nichols, Tom (March 31, 2017). Tom Nichols Discusses the Death of Expertise (Speech). The Heritage Foundation (dalam bahasa Inggris). Washington,DC: The Heritage Foundation. Diakses tanggal February 4, 2019.
"Education Policy Panel" (dalam bahasa Inggris). C-Span. January 18, 2019. Diakses tanggal February 5, 2019.
"Tom Nichols". The Federalist. Diakses tanggal June 17, 2015.
"Thomas M. Nichols" (dalam bahasa Inggris). Harvard University. 2017-06-12. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-03-08. Diakses tanggal February 6, 2019.
"Tom Nichols". J! Archive. Diakses tanggal February 6, 2017.
"Thomas M. Nichols, Ph.D." (dalam bahasa Inggris). U.S. Naval War College. Diakses tanggal February 6, 2019.