Di Eropa, Aldi(atas) atau Lidl(bawah) adalah dua pemain besar toko swalayan diskon.
Toko diskon adalah format gerai ritel yang menjual produk dengan harga yang lebih rendah dari harga eceran resmi. Toko seperti ini mengandalkan pembelian dalam jumlah besar dan efisiensi distribusi untuk menekan biaya.[1]
Jenis
Toko diskon dapat diaplikasikan menurut jenisnya.
Hipermarket: Toko diskon besar seperti Walmart atau Target menjual barang-barang umum di toko berkonsep big-box store, toko ritel berukuran superbesar yang berada di lahan sendiri; banyak di antaranya memiliki pilihan produk makanan lengkap dan oleh karena itu dapat dikategorikan sebagai hipermarket, meskipun istilah tersebut tidak umum digunakan di Amerika Utara.[2] Pada tahun 1960-an dan 1970-an, istilah “toko serba ada diskon” digunakan, dan rantai toko seperti Kmart, Zodys, dan TG&Y mengklaim diri mereka sebagai toko serba ada diskon.[3] Istilah “toko serba ada diskon” atau “toko serba ada harga murah” kadang-kadang diterapkan pada toko diskon berukuran besar yang menjual pakaian dan barang rumah tangga (dikenal sebagai toko pembunuh kategori), seperti Ross Dress for Less, Marshalls, TJ Maxx, dan Burlington.
Pusat perkulakan: Toko diskon seperti ini umumnya membutuhkan persyaratan keanggotaan, sehingga pembeli dapat menemukan produk dengan harga yang lebih hemat apabila membeli dalam jumlah besar. Di Indonesia, konsep ini dapat ditemukan di antaranya di Groserindo, Indogrosir, dan Lotte Grosir.
Pasar raya diskon: Toko diskon seperti ini juga dapat ditemukan dalam format pasar raya (swalayan). Di Eropa, merek retail seperti Aldi dan Lidl mendominasi kategori ini.[4][5][6]