Telaga Sarangan (bahasa Jawa:Hanacaraka: ꦠ꧀ꦭꦒꦱꦫꦔꦤ꧀code: jv is deprecated , translit.Tlaga Sarangan), juga dikenal sebagai Telaga Pasir adalah telaga alami yang berada di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut menjadikannya reservoir alami yang dikelilingi oleh pemandangan khas pegunungan.[1][2] Luas telaga Sarangan diperkirakan sekitar 30 hektare dengan kedalaman mencapai 28 meter. Suhu disekitar kawasan telaga berkisar antara 15° hingga 20° Celsius. Telaga Sarangan terletak di lereng tenggara Gunung Lawu, Plaosan, sekitar 16 kilometer arah barat Kota Magetan.[2]
Geohidrologi
Telaga Sarangan terbentuk dari cekungan alami di lereng Gunung Lawu, sebuah gunung berapi yang kini sedang tidak aktif. Letusan vulkanik di masa lampau diperkirakan membentuk kawah atau depresi yang kemudian terisi oleh air. Sekitar Telaga Sarangan, ditemukan material batuan yang berhubungan dengan aktivitas vulkanik. Salah satu laporan menyebutkan adanya formasi Jobolarangan Tuff, yang mengindikasikan endapan piroklastik dari letusan purba.[3]
Air di Telaga Sarangan berasal dari gabungan air hujan dan mata air di sekitarnya yang mengalir ke dalam cekungan. Kondisi ini menjadikan telaga memiliki sistem hidrologi alami. Air telaga dikenal memiliki kejernihan alami, meskipun kondisi air dapat berubah seiring waktu. Meskipun berada di danau pegunungan, Telaga Sarangan pernah mengalami fenomena ombak besar. Hal ini dijelaskan oleh BMKG sebagai akibat dari angin kencang yang dapat membuat air di telaga bergelombang.[4][5]
Potensi wisata
Telaga Sarangan adalah objek wisata andalan di Magetan. Telaga Sarangan mampu menarik ratusan ribu pengunjung setiap tahunnya. Di sekeliling telaga terdapat dua hotel berbintang, 43 hotel kelas melati, dan 18 pondok wisata. Di samping puluhan kios cendera mata, pengunjung dapat pula menikmati indahnya Sarangan dengan berkuda mengelilingi telaga, atau mengendarai kapal cepat. Fasilitas objek wisata lainnya pun tersedia, seperti rumah makan, tempat bermain, pasar wisata, tempat parkir, tempat ibadah, dan taman.[2]
Keberadaan 19 rumah makan di sekitar telaga menjadikan para pengunjung memiliki banyak alternatif pilihan menu. Demikian pula keberadaan pedagang kaki lima yang menawarkan berbagai suvenir telah memberikan kemudahan kepada pengunjung untuk membeli oleh-oleh. Hidangan khas yang dijajakan di sekitar telaga adalah sate kelinci. Magetan juga tertolong dengan adanya potensi industri kecil setempat yang mampu memproduksi kerajinan untuk suvenir, misalnya anyaman bambu, kerajinan kulit, kerajinan sepatu, dan produk makanan khas seperti emping melinjo dan lempeng (kerupuk puli, yaitu kerupuk dari nasi). Telaga Sarangan juga memiliki layanan jasa sewa perahu dan becak air. Terdapat 51 perahu motor dan 13 becak air yang dapat digunakan untuk menjelajahi telaga.Telaga Sarangan memiliki beberapa kalender event penting tahunan, yaitu labuh sesaji pada Jumat Pon bulan Ruwah, liburan sekolah di pertengahan tahun, Ledug Sura 1 Muharram,dan pesta kembang api di malam pergantian tahun.[2]
Proyek Pelebaran
Pemkab setempat tengah membuat proyek jalan tembus yang menghubungkan Telaga Sarangan dengan objek wisata Air Terjun Grojogan Sewu, Tawangmangu di Karanganyar. Proyek pelebaran dan pelandaian jalan curam yang menghubungkan dua daerah tersebut diharapkan selesai tahun 2007. Objek wisata ini dapat ditempuh dari Kota Magetan; dan lokasinya tak jauh dengan Air Terjun Grojogan Sewu, (Tawangmangu, Karanganyar). Pemkab Magetan juga ingin mengembangkan Waduk Poncol (sekitar 10 kilometer arah selatan Telaga Sarangan) sebagai objek wisata alternatif.[6]