Dalam konteks Alkitab Ibrani, keturunan-keturunan ini awalnya dipahami sebagai Bani Israil, yang nenek moyangnya adalah Yakub, putra Ishak, putra Abraham. Konsep Tanah Terjanji secara besar-besaran tumpang tindih dengan Tanah Israel (Zion) atau Tanah Suci dalam konteks biblis/religius dan dengan Kanaan atau Palestina dalam konteks sekuler/geografis. Meskipun Kitab Bilangan memberikan beberapa definisi tentang batas-batas Tanah Terjanji, batas-batas tersebut tidak digambarkan dengan presisi, namun secara umum diakui bahwa wilayah inti terletak di dan sekitar Yerusalem. Menurut catatan Alkitab, Tanah Terjanji tidak diwarisi hingga penaklukan Kanaan oleh Bani Israil, yang terjadi tidak lama setelah Keluaran.
Janji-janji ini diberikan sebelum kelahiran putra-putra Abraham. Silsilah keluarga Abraham mencakup Bani Ismail—yang diklaim sebagai nenek moyang orang Arab dan NabiMuhammad dalam Islam—melalui putra pertama Abraham, Ismael, serta Bani Israil—yang diklaim sebagai nenek moyang orang Yahudi dan Samaria—melalui putra kedua Abraham, Ishak.
Pada hari itulah TUHAN mengadakan perjanjian dengan Abram serta berfirman: "Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini, mulai dari sungai Mesir sampai ke sungai yang besar itu, sungai Efrat:[1]
Berkatalah Yusuf kepada saudara-saudaranya: "Tidak lama lagi aku akan mati; tentu Allah akan memperhatikan kamu dan membawa kamu keluar dari negeri ini, ke negeri yang telah dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada Abraham, Ishak dan Yakub."[2]
Juga TUHAN akan melimpahi engkau dengan kebaikan dalam buah kandunganmu, dalam hasil ternakmu dan dalam hasil bumimu--ditanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu untuk memberikannya kepadamu.[4]
Sebab Aku akan membawa mereka ke tanah yang Kujanjikan dengan sumpah kepada nenek moyang mereka, yakni tanah yang berlimpah-limpah susu dan madunya; mereka akan makan dan kenyang dan menjadi gemuk, tetapi mereka akan berpaling kepada allah lain dan beribadah kepadanya. Aku ini akan dinista mereka dan perjanjian-Ku akan diingkari mereka.[5]
Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, pada waktu Aku membawa kamu masuk ke tanah Israel, ke negeri yang dengan sumpah telah Kujanjikan memberikannya kepada nenek moyangmu.[6]
Engkau dapati bahwa hatinya setia terhadap-Mu dan Engkau mengikat perjanjian dengan dia untuk memberikan tanah orang Kanaan, tanah orang Het, tanah orang Amori, tanah orang Feris, tanah orang Yebus dan tanah orang Girgasi kepada keturunannya. Dan Engkau telah menepati janji-Mu, karena Engkau benar.[7]
Karena iman ia (Abraham) diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing dan di situ ia tinggal di kemah dengan Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris janji yang satu itu.[8]