Terjemahan Baru: "Aku telah menampakkan diri kepada Abraham, Ishak dan Yakub sebagai Allah Yang Mahakuasa, tetapi dengan nama-Ku TUHAN Aku belum menyatakan diri."[4]
Hal ini tidak berarti bahwa para bapa leluhur tidak mengenal nama itu, tetapi bahwa mereka tidak menerima penyataan lengkap tentang makna nama itu (lihat Keluaran 3:14). Mereka memang telah mendengar dan memakai nama Yahweh, tetapi di dalam pengalaman mereka lebih mengenal Dia sebagai "Allah Yang Mahakuasa" ("El Shaddai"), sebuah nama yang menekankan kuasa-Nya untuk melaksanakan dan menggenapi apa yang dijanjikan-Nya (Kejadian 17:1).
Yahweh adalah nama sebagai yang menepati perjanjian, khususnya yang berpusat pada penebusan (bandingkan Keluaran 6:5). Abraham tidak hidup sampai melihat penggenapan perjanjian dari Kejadian 15:1–21, tetapi ia mengalami kuasa Allah.[5]
Penomoran ayat
Pasal 5 ayat 24 dalam Alkitab bahasa Indonesia dimasukkan ke dalam pasal 6 sebagai ayat 1 di Alkitab bahasa Inggris. Pasal 6 dalam Alkitab bahasa Indonesia terdiri dari 29 ayat, sedangkan di Alkitab bahasa Inggris terdiri dari 30 ayat, di mana ayat 2 sama dengan ayat 1 dalam Alkitab bahasa Indonesia, dan seterusnya, sampai ayat 30 dalam Alkitab Inggris sama dengan ayat 29 dalam Alkitab Indonesia.
↑W.S. LaSor, D.A. Hubbard & F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Diterjemahkan oleh Werner Tan dkk. Jakarta:BPK Gunung Mulia. 2008. ISBN 979-415-815-1, 9789794158159
↑J. Blommendaal. Pengantar kepada Perjanjian Lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857
↑Mengikuti penomoran Alkitab bahasa Inggris: Keluaran 6:2
↑Mengikuti penomoran Alkitab bahasa Inggris: Keluaran 6:3
↑The Full Life Study Bible. Life Publishers International. 1992. Teks Penuntun edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Gandum Mas. 1993, 1994.