Kehidupan awal
Penelitian dan publikasi utama individu ini berfokus pada interaksi biososial yang berperan dalam menyebabkan atau berkontribusi terhadap penyakit. Dalam karyanya, ia menyoroti hubungan antara faktor-faktor sosial, biologis, dan kesehatan, serta bagaimana dinamika sosial memengaruhi status kesehatan individu dan populasi. Pendekatan ini memberi wawasan yang lebih mendalam tentang peran lingkungan sosial dalam perkembangan dan penyebaran penyakit.
Selain itu, individu ini juga dikenal sebagai anggota fakultas perempuan pertama di Harvard yang diadili oleh juri terkait dengan gugatan hukum yang diajukan terhadap Universitas Harvard. Gugatan tersebut menyoroti tuduhan diskriminasi jenis kelamin yang dialami oleh penggugat. Kasus ini menjadi bagian penting dalam sejarah perjuangan kesetaraan gender di dunia akademik, khususnya di lembaga-lembaga pendidikan tinggi yang sebelumnya didominasi oleh laki-laki.
Tamara Eugenia Friedlander lahir di Uruguay dan menghabiskan masa kecilnya hingga usia 12 tahun di Buenos Aires, Argentina. Setelah itu, ia bersama orang tuanya pindah ke Israel, tempat kakek-nenek dan orang tuanya tinggal setelah melarikan diri dari Nazi Jerman sebelum dimulainya Holocaust. Friedlander melanjutkan pendidikannya di Universitas Ibrani di Yerusalem, di mana ia meraih dua gelar akademis. Ia mempelajari kimia dengan fokus pada biokimia, dan berhasil menyelesaikan gelar Bachelor of Science (BSc) pada tahun 1965. Kemudian, pada tahun 1967, ia menyelesaikan gelar Master of Science (MSc) di bidang Fisiologi dan juga meraih gelar Master of Education (MEd) dari universitas yang sama. Keduanya menjadi landasan kuat bagi pengembangan karier akademik dan penelitiannya di masa depan. Tamara Eugenia Friedlander disertifikasi untuk mengajar di tingkat K–12 di Israel, di mana ia tidak hanya mengajar, tetapi juga aktif memberikan kuliah, serta tampil di panel dan lokakarya, baik di Israel maupun di negara-negara lain, termasuk Amerika Serikat. Keterlibatannya dalam kegiatan akademik dan pendidikan mencerminkan komitmennya terhadap pengembangan pengetahuan dan keterampilan di bidang yang ditekuni.[3]
Selain itu, Friedlander juga menjalani wajib militer selama dua tahun di Angkatan Darat Israel. Pengalamannya dalam dinas militer ini menambah dimensi lain dalam perjalanan hidupnya, mencerminkan pengabdian dan keterlibatannya dalam berbagai aspek kehidupan di Israel. Pada bulan Oktober 1973, saat mengunjungi teman-temannya di Amerika, Tamara Eugenia Friedlander ditawari pekerjaan di Massachusetts Institute of Technology (MIT) di Cambridge, Massachusetts, untuk mempelajari karsinogen kimia dalam kultur jaringan, yang saat itu merupakan teknik yang baru dikembangkan. Selama periode ini, ia bekerja di laboratorium untuk mempelajari karsinogenisitas dalam kultur jaringan, sambil mengambil satu mata kuliah setiap semester. Ia hidup dengan cara yang hemat, berbagi rumah dengan fakultas junior MIT dan mahasiswa pascasarjana.
Sebagai bagian dari mata kuliah yang diambil setiap semester, pada musim semi tahun 1974, Friedlander pertama kali mulai mempelajari matematika, dengan mengambil mata kuliah matematika dan statistik. Pada musim panas tahun 1975, ia mendaftar sebagai mahasiswa penuh waktu di MIT. Pada tahun 1979, setelah menyelesaikan studi yang intensif, ia meraih gelar doktor dalam Ilmu Gizi dan Pangan dari MIT. Tamara Eugenia Friedlander menjadi warga negara Amerika Serikat pada suatu waktu setelah ia pindah ke Amerika, meskipun tahun pastinya tidak disebutkan dalam sumber yang tersedia. Ia tinggal di Amerika Serikat hingga akhirnya pindah ke Tel Aviv pada tahun 2010-an.
Pada tahun 1983, Friedlander direkrut ke Departemen Biostatistik Sekolah Kesehatan Masyarakat Harvard T.H. Chan oleh Ketua Departemen, Marvin Zelen. Pada tahun 1988, ia terpilih sebagai sarjana Fulbright, yang mengakui kontribusinya di bidang akademik. Kemudian, pada tahun 1993, ia memulai karier yang panjang di Departemen Kesehatan Global dan Populasi di Sekolah Kesehatan Masyarakat Harvard T.H. Chan, di mana ia berkontribusi pada penelitian dan pengembangan kebijakan terkait kesehatan global.
Karier
Sejak awal tahun 2000-an, Tamara Eugenia Friedlander telah mengorganisir dan melakukan penelitian tentang kondisi yang menyebabkan munculnya, pemeliharaan, dan penyebaran epidemi. Penelitiannya mencakup berbagai topik, termasuk penyakit menular seksual (PMS) seperti HIV/AIDS, serta penyakit yang ditularkan melalui vektor, seperti penyakit Lyme, demam berdarah, virus Zika, dan demam Zika. Baru-baru ini, ia meneliti penyebaran dan pengendalian rabies dengan pendekatan analisis eko-historis. Karyanya bersifat interdisipliner, dan banyak publikasinya ditulis bersama dengan ilmuwan internasional serta anggota berbagai departemen di Harvard T.H. Chan School of Public Health (HSPH) dan Massachusetts Institute of Technology (MIT).
Beberapa model matematika analitis yang dikembangkan oleh Friedlander menghasilkan penemuan-penemuan epidemiologi yang fundamental. Salah satu temuan pentingnya adalah bahwa osilasi merupakan sifat intrinsik dalam dinamika kutu. Ia telah mempresentasikan karyanya di berbagai konferensi internasional, termasuk di Isaac Newton Institute of Mathematical Sciences di Cambridge, Inggris, di mana ia diundang untuk berpartisipasi dalam Program Model Epidemi.[4]
Friedlander juga merupakan anggota pendiri Kelompok Kerja Penyakit Baru dan Bangkit Kembali. Dalam konteks ini, ia terlibat dalam pengorganisasian konferensi di Woods Hole, Massachusetts, yang membahas kemunculan dan kebangkitan penyakit. Di sana, ia memimpin lokakarya tentang Pemodelan Matematika, memberikan kontribusi yang signifikan dalam pemahaman dan pengendalian penyakit global.
Pada akhir dekade 1990-an, Awerbuch-Friedlander terlibat sebagai salah satu peneliti dalam sebuah proyek yang berjudul "Mengapa Penyakit Baru dan yang Muncul Kembali Menyerang Kesehatan Masyarakat secara Mengejutkan dan Strategi untuk Mencegahnya," yang didanai oleh Robert Wood Johnson Foundation. Di Harvard T.H. Chan School of Public Health, Awerbuch-Friedlander menjabat sebagai salah satu ketua komite Matematika Bio dan Kesehatan Masyarakat. Beberapa karya penelitiannya merupakan hasil kolaborasi dengan mahasiswa melalui kursus Model Matematika dalam Biologi, yang mayoritas fokus pada penyakit menular.
Minatnya terhadap pendidikan kesehatan masyarakat tecermin dalam pengembangan perangkat lunak pendidikan untuk remaja sekolah menengah atas, yang dirancang untuk menentukan risiko infeksi HIV pada individu dengan perilaku seksual berisiko. Model-model yang dikembangkan bertujuan untuk membantu remaja yang berisiko, orang tua, pendidik, pemimpin kesehatan masyarakat, dan peneliti kesehatan masyarakat dalam memahami bagaimana perubahan perilaku seksual dapat memengaruhi kemungkinan terinfeksi HIV.[4]