Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.
Taman Nasional Endau-Rompin merupakan kawasan lindung dari hutan hujan tropika yang terletak di dalam massif di kaki bukit selatan Perbukitan Tenasserim, menempati Distrik Segamat dan Mersing di timur laut Johor dan Distrik Rompin di selatan Pahang. Taman nasional ini berdiri pada tahun 1993 dan memiliki luas sekitar 48,905 hektar. Luas ini menjadikan taman nasional tersebut sebagai kawasan lindung terbesar di bagian selatan Semenanjung Malaya.[1] Sama seperti Taman Nasional Pahang dan Taman Negara Royal Belum, taman ini berisi hutan hujan tertua di dunia.[2] Taman ini memiliki ekosistem yang bervariasi yang berkisar dari dataran rendah hingga lingkungan perbukitan dan mencakup berbagai objek geografis seperti sungai, dan medan bergelombang.[3]
Namanya berasal dari dua sungai yang melintasi taman tersebut, yaitu Sungai Endau dan Sungai Rompin.[2] Ada dua pintu masuk resmi ke taman, yaitu pintu masuk Kampung Peta yang terletak di sepanjang batas timur di Distrik Mersing, dan pintu masuk Selai di batas barat daya di Distrik Segamat.[4]
Sejarah
Pada tahun 1892, H.W. Lake, seorang penambang dan surveyor, bersama Letnan H.J. Kelsall, menjelajahi kawasan Endau-Rompin untuk melakukan penelitian ilmiah dan pendokumentasian. Mereka mencatat serta mengumpulkan berbagai spesimen dari wilayah tersebut dan mendokumentasikan keberadaan hewan besar yang sehat, seperti gajah, badaksumatra, dan rusa yang berkeliaran di daerah itu. Berdasarkan dokumentasi Lake dan Kelsall mengenai flora dan fauna kawasan tersebut, Endau-Kluang resmi ditetapkan sebagai cagar hutan pada tahun 1933. Kemudian, pada tahun 1972, cagar hutan ini diperluas dengan memasukkan wilayah Cagar Hutan Lesong di Pahang. Setelah melalui beberapa tahun perselisihan, pemerintah Johor akhirnya mendirikan Taman Nasional Endau-Rompin.[5] Akhirnya, pada tahun 2022, Taman Nasional Endau-Rompin diakui sebagai taman warisan ASEAN.[6]
Keanekaragaman hayati
Taman nasional ini melindungi sekurangnya 149 spesies mamalia, menyediakan berbagai habitat bagi flora dan fauna langka yang terancam punah, serta menjadi rumah bagi 250 spesies burung, 76 spesies ikan, dan 140 spesies herpetofauna. Gajah asia, tapirasia, rusa sambar, harimaumalaya, siamang bertangan putih, babi hutan, dan muncak merah selatan adalah spesies mamalia besar yang paling sering tercatat di taman ini.[3] Sedangkan spesies mamalia kecil yang dapat ditemukan di taman ini antara lain adalah tikus, bajing, celurut, dan kelelawar.[7] Pada tahun 1985 dan 1986, ekspedisi ilmiah mengidentifikasi 25 spesies tanaman baru di taman ini.[5]
Referensi
↑ASEAN Centre for Biodiversity. "Endau-Rompin Johor National Park". ASEAN Centre for Biodiversity (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-09-29.