Suzuki GSX S150 diluncurkan bersamaan dengan versi full fairingnya yaitu GSX R150. Motor ini juga telah mengadopsi instrumen modern milik GSX R150 seperti speedometer full digital yang menampilkan penunjuk bahan bakar, takometer, tripmeter, odometer, jam, indikator posisi gear dan waktu penggantian oli mesin.
Sama seperti GSX R150, GSX S150 didesain oleh Keisuke Namekawa[2][3] dan di kembangkan di pusat penelitian Suzuki di Hamamatsu, Prefektur Shizuoka, Jepang. Berbasis dari Satria F150 FI, GSX S150 menggunakan part-part yang identik tetapi disesuaikan dengan karakter GSX S150 yang bergenre sport naked seperti setang yang menggunakan model fatbar sehingga posisi berkendara lebih nyaman di banding GSX R150 yang menggunakan setang model underyoke.[4]
Motor ini bersaing di pasar kelas motor sport naked 4 tak 150cc Indonesia yang diisi oleh Honda CB150R dan Yamaha V-ixion. Selain dijual di Indonesia, GSX S150 juga diekspor seperti GSX R150 ke negara-negara ASEAN[5] seperti Thailand, Vietnam, Filipina dan wilayah Asia lainnya seperti Taiwan dan Bangladesh, bahkan sampai ke wilayah Amerika Latin.[6]
Pada Mei 2018, Suzuki Indonesia merilis varian GSX S150 dengan keyless, sama seperti yang digunakan di GSX R150. Perbedaan dari versi biasa adalah adanya perangkat keyless dan hilangnya kick starter khusus varian ini.[7] Dengan adanya fitur tersebut, GSX S150 menjadi yang pertama dan satu-satunya motor sport naked 150 cc yang menggunakan sistem keyless. Setahun kemudian di bulan Mei 2019, GSX S150 mendapatkan pembaruan berupa lampu hazard, lampu biru pada ring keyless dan negative LCD display.[8]
Varian-varian GSX S150
GSX S150 Touring
Versi ini merupakan GSX S150 yang ditambahkan aksesoris touring seperti windshield, hand guard dan side bag. Model ini hanya di produksi 150 unit setiap bulannya.[9] Sejak tahun 2019, GSX S150 Touring Edition tidak dijual lagi oleh Suzuki Indonesia. Namun aksesoris touring seperti windshield, handguard, dan side-bag dapat dibeli terpisah sebagai aksesoris resmi Suzuki.
GSX S150 Special Version
Suzuki Thailand merilis edisi khusus terbatas dari GSX S150. Perbedaan dari versi biasa adalah penambahan beberapa aksesoris body kit seperti cover pada headlamp, cowling cover, spion model bar end, spakbor model tidy tail, penggunaan knalpot after market dari Yoshimura dan beberapa tambahan lainnya.[10]
GSX S150 Yoshimura Edition
Selain GSX R150 dan Satria F150 FI, Suzuki Vietnam juga merilis versi khusus Yoshimura untuk GSX S150, edisi khusus ini mendapat knalpot after market dari Yoshimura dan aksesori single seat mengantikan jok belakang. Versi ini hanya tersedia dalam warna hitam.[11]
GSX S150 ABS
Perangkat rem ABS GSX S125
Taiwan merupakan satu-satunya negara yang memiliki varian GSX S150 dengan rem ABS. GSX S150 ABS dilengkapi dengan perangkat rem ABS BOSCH yang sama dengan yang dipakai oleh GSX S125 ABS dan GSX R150 ABS
GSX S125 ABS
Suzuki GSX S125 ABS
Sama seperti GSX R125, versi 125 cc dari GSX S150 juga diproduksi di Indonesia untuk memenuhi pasar motor 125 cc di Eropa,[12] Jepang,[13]Australia dan beberapa negara lainnya yang memberlakukan sistem SIM untuk pemula yang membatasi sampai 125 cc. Perbedaan dengan GSX S150 adalah kubikasi mesin yang turun menjadi 125 cc, penurunan tenaga mesin menjadi 15 PS, penambahan sistem pengereman ABS dual channel dari BOSCH, mika headlamp cembung untuk pencahayaan yang lebih terang, klem setang yang menyatu, penambahan mata kucing dan sudah beremisi gas buang Euro 4.
Pada bulan Desember 2021, model tahun 2022 GSX S125 mendapatkan pembaruan ukuran catalytic converter yang lebih besar agar lolos emisi gas buang standar Euro 5 untuk pasar Eropa. Bentuk dari 'undercowl juga sedikit berubah mengikuti ukuran catalytic converter yang lebih besar dari sebelumnya.[14]
GSX150 Bandit
Suzuki GSX150 Bandit
Pada Agustus 2018, Suzuki Indonesia menghadirkan GSX150 Bandit.[15] GSX150 Bandit merupakan seri Bandit terkecil dan satu-satunya yang bermesin 1 silinder 4 tak (semua generasi Suzuki Bandit sebelumya bermesin 4 silinder 4 tak) yang berbasis dari GSX S150.
Perbedaan dari kedua motor tersebut adalah sub frame belakang yang di rombak total untuk meningkatkan kenyamanan dalam berboncengan dibandingkan dengan GSX S150 yang bergenre single fighter, berbeda dengan Bandit yang menyasar segmen keluarga. Perubahan ini menambah bobot 5kg menjadi 135kg, lebih berat dari GSX S150 yang berbobot 130kg.[16] Selain itu, ada perombakan pada bagian headlamp dan tail lamp yang menggunakan part yang hampir mirip dengan milik Satria F150 FI, serta perubahan pada body belakang dan jok yang mengikuti bentuk frame yang baru.
Perbedaan juga terdapat pada ban, dimana Bandit menggunakan Dunlop D102 yang juga di gunakan pada GSX R/S 125, sedangkan GSX S150 menggunakan ban IRC Exato. Ban tersebut dipilih untuk memperbaiki handling yang dirasa bergoyang saat berkendara di kecepatan rendah.[17][18]
Tidak ada perbedaan peforma mesin pada kedua motor tersebut.
Selain di jual di Indonesia, GSX150 Bandit buatan Indonesia juga di ekspor ke Bangladesh, Vietnam[19] dan Taiwan.[20]
Karena penjualannya yang kurang memuaskan, Suzuki memutuskan untuk menghentikan produksi GSX150 Bandit di tahun 2022.[21]
Recall
Pada tahun 2018, Suzuki melakukan recall update terhadap total 40.578 unit sepeda motor GSX R/S 150 produksi 8 Desember 2016 – 5 Maret 2018.[22] Hal ini dilakukan untuk mengganti komponen idle gear starter,[23] baut engine mounting dan base Ignition switch. Hal ini juga berlaku untuk GSX R/S 125/150 yang di jual di Eropa,[24] Jepang,[25] ASEAN, Amerika Latin dan Australia.[26] Di khawatirkan akan memperparah kerusakan terhadap komponen lain jika terjadi kerusakan.
Daftar motor yang terkena recall dapat dicek melalui website Suzuki .