Setelah memaksa kepala stasiun kereta api untuk menyerahkan beras sebanyak dua gerbong kereta dan membagikannya pada rakyat yang kelaparan, pada tahun 1918, Sulaiman Labai pun ditangkap pemerintah kolonial. Kepahlawanan Sulaiman Labai membuat masyarakat bersimpati dan ingin bergabung pada Sarekat Islam yang didirikannya. Di samping memimpin Sarekat Islam, Sulaiman Labai juga memimpin koran Panas yang beraliran kiri.[2]