Nama jumma ("petani jum") berasal dari kata jum, atau pertanian peladangan.[2] Istilah tersebut merupakan sebuah istilah yang aslinya digunakan oleh orang-orang luar.[3]
Mereka juga disebut dengan sebutan Pahari, yang artinya "orang bukit".[4]
Suku-suku Jumma adalah para pemakai asli dari bahasa Tibet-Burma, yang tidak ada hubungannya dengan bahasa Bengali yang dipakai oleh etnis Bengali. Agama yang dianut beragam, kebanyakan adalah penganut agama Buddha, beberapa orang menganut agama Hindu dan beberapa orang di-Kristen-kan, dengan hanya sejumlah kecil yang berpindah agama ke Islam. Selain itu, mereka juga masih mempertahankan praktik-praktik agama tradisional.[5]
↑Ghanea-Hercock, Nazila; Xanthaki, Alexandra; Thornberry, Patrick (2005). Minorities, Peoples and Self-determination. Martinus Nijhoff Publishers. hlm.115. ISBN90-04-14301-7. It differentiates them from their plains neighbours and was initially used in a derogatory manner.