Suhadi Reksowardojo (29 Juli 1923–26 Juli 1990) adalah seorang akademisi Indonesia. Ia juga sempat menjabat sebagai Menteri Riset Nasional antara Februari dan Juli 1966.
Biografi
Suhadi lahir di Salatiga pada 29 Juli 1923, dan ia belajar teknik kimia pada masa pendudukan Hindia Belanda oleh Jepang di Bandung Kogyo Daigaku. Ia merampungkan diploma awalnya pada 1948, saat sekolah tersebut dipindah ke Yogyakarta karena Revolusi Nasional Indonesia. Pada masa revolusi itu sendiri, Suhadi menunda pembelajarannya, dan ikut serta dalam perjuangan kebangsaan, membantu merebut sejumlah pabrik produksi di Jawa Barat. Setelah perang, ia meneruskan pendidikannya di Universitas Indonesia, meraih gelar sarjana dalam bidang teknik kimia pada 1957. Ia kemudian mulai mengajar teknik kimia disana, sebelum ikut serta dalam pendirian Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1958.[1]
Ia merumuskan Tri Soko Guru paada 1962, serangkaian prinsip pendidikan yang kemudian diubah menjadi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang masih dipakai oleh universitas-universitas di Indonesia pada saat ini.[2] Dalam Kabinet Dwikora yang Disempurnakan, Suhadi diangkat menjadi Menteri Riset Nasional Negara, dan ia meneruskan jabatannya dalam kabinet berikutnya.[3] Ia kemudian mengepalai Lembaga Riset Nasional (Lemrenas).[4] Ia juga menjadi profesor teknik kimia di ITB.[5]