Hanya ada satu layanan kereta api yang diberhentikan di stasiun ini, yaitu kereta api Blora Jaya.
Dahulu ke arah barat stasiun ini, sebelum Stasiun Randublatung, terdapat Stasiun Sumber Wates dan Halte Jompong yang kini sudah tidak aktif.[3]
Bangunan dan tata letak
Awalnya Stasiun Wadu memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus. Setelah jalur ganda segmen lintas mulai dari stasiun ini hingga Stasiun Sulur resmi dioperasikan pada 12 Maret 2014 dan kemudian hingga Stasiun Tobo pada 26 Maret 2014,[4][5] jumlah jalur bertambah menjadi empat. Jalur 2 dijadikan sebagai sepur lurus untuk arah Surabaya saja, jalur 3 dijadikan sebagai sepur lurus baru untuk arah Semarang, dan jalur 4 ditambahkan di sisi utara stasiun sebagai jalur belok baru. Selain itu, sistem persinyalannya diubah menggunakan jenis elektrik.
↑Officieele Reisgids der Spoor en Tramwegen en Aansluitende Automobieldiensten op Java en Madoera. Staatsspoor en Tramwegen Particuliere Spoor en Tramweg-Maatschappijen. 1932. hlm.166.