Tampak samping Stasiun Tamanan, 2024. Dipotret saat penelusuran bersama antara Direktorat Jenderal Perkeretaapian dan Indonesian Railway Preservation Society (IRPS)
Stasiun ini hanya memiliki dua jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus.[3] Bersama stasiun-stasiun lainnya di jalur KA Kalisat-Panarukan, stasiun ini dinonaktifkan sejak tahun 2004 karena prasarananya sudah banyak yang rusak.[4]
Seperti stasiun di jalur Kalisat-Panarukan pada umumnya, stasiun ini memiliki peralatan persinyalan unik berupa sinyal tebeng bertipe krian. Pada Maret 2022, dalam rangka 125 tahun jalur kereta api Kalisat–Panarukan, perangkat sinyal krian di Stasiun Tamanan dipreservasi oleh Balai Teknik Perkeretaapian wilayah Jawa bagian Timur, DJKA bersama Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) dan warga sekitar. Preservasi ini dilakukan untuk menyelamatkan benda bersejarah serta mengenalkan sejarah tipe persinyalan mekanik kepada masyarakat pada umumnya.[5][6]
Galeri
Alat peraga sinyal tebeng tipe krian Stasiun Tamanan yang telah selesai dipreservasi oleh Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya bersama IRPS
Proses preservasi alat peraga sinyal tebeng tipe krian Stasiun Tamanan di Desa Wonosuko Singal
Kondisi emplasemen Stasiun Tamanan, 2024
Referensi
↑Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero).