Stasiun ini dibuka bersamaan dengan pembukaan segmen Banjarnegara–Selokromo pada tanggal 1 Mei 1916.[3] Namun jalur ini ditutup untuk pelayanan penumpang pada tahun 1978 karena prasarana yang tua dan kalah bersaing dengan kendaraan pribadi dan angkutan umum. Saat ini stasiun ini hanya menyisakan reruntuhan bangunan utama dan gudang di sebelah baratnya. Kondisinya sangat mengenaskan karena tertutup tetumbuhan dan semak belukar. Bagian dalam gudang juga terasa lembap dan kayu-kayu yang menjadi kerangka atapnya mulai lapuk termakan usia.[4]
Berdasarkan Buku Ikhtisar Lintas Jawa yang diterbitkan oleh Perumka tahun 1992, stasiun ini memiliki dua jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus. Jalur ini juga terhubung dengan gudang lama yang berada di sebelah baratnya, yang dahulu pernah dipakai oleh Pupuk Sriwidjaja.[5]
Galeri
Reruntuhan bangunan utama stasiun, dengan gudang PIHC di belakang
Gudang stasiun
Referensi
↑Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero).