Semasa aktif hingga 2007, stasiun ini memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 1 merupakan sepur lurus.[3] Nama stasiun ini berasal dari dusun tempat stasiun ini berada, yaitu Dusun Montelan. Stasiun ini menjadi salah satu stasiun yang tetap mempertahankan arsitektur bergaya Staatsspoorwegen di jalur Kutoarjo–Yogyakarta selain Stasiun Kalimenur.
Stasiun ini ditutup pada tanggal 17 Agustus 2007 karena okupansi yang minim dan tidak ada lagi persilangan dan penyusulan antarkereta api sejak dioperasikan jalur ganda segmen Kutoarjo–Wojo di tanggal yang sama. Kini bangunan stasiun masih kukuh berdiri dan dicat warna merah jambu. Saat ini di sebelah barat kompleks stasiun ini berdiri sinyal blok intermediet otomatis.[4][5]
Insiden
Pada tanggal 4 Agustus 2016, pukul 05.30 WIB, seorang petani ditemukan tewas di emplasemen Stasiun Montelan yang sudah dinonaktifkan. Jasadnya hancur dan sukar dikenali. Tidak diketahui bagaimana kejadian ini dapat terjadi, tetapi kejadian ini kemungkinan terjadi pada pukul 01.00 saat frekuensi perjalanan kereta api dari Stasiun Kutoarjo masih tinggi.[6]
Referensi
↑Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero).