Spirotaenia memperbanyak diri secara seksual melalui proses konjugasi isogami, suatu bentuk reproduksi yang sebelumnya hanya diketahui terjadi pada anggota Zygnemataceae dan Mesotaeniaceae, dua kelompok yang merupakan kerabat terdekat tumbuhan darat (Embryophyta). Fakta bahwa Spirotaenia yang lebih basal menunjukkan mekanisme reproduksi serupa merupakan temuan yang mengejutkan. Proses konjugasinya sendiri dianggap cukup tidak lazim dan menyimpang dari pola umum.[3][4]
Beberapa penelitian juga mengindikasikan bahwa Spirotaenia mungkin sebenarnya tidak terdiri atas satu garis keturunan tunggal, melainkan mencakup beberapa kelompok berbeda yang tidak berkerabat dekat satu sama lain.[5]
↑Gontcharov, Andrey A.; Melkonian, Michael (2004). "Unusual position of the genus Spirotaenia (Zygnematophyceae) among streptophytes revealed by SSU rDNA and rbcL sequence comparisons". Phycologia (dalam bahasa American English). 43 (1): 105–113. CiteSeerX 10.1.1.539.2139. doi:10.2216/i0031-8884-43-1-105.1. ISSN 0031-8884. S2CID 51945556.
↑COESEL, PETER; VANHOOF, ANDRÉ; MEESTERS, KOOS (2017-12-01). "Zygospore morphology in the conjugating green alga Spirotaenia diplohelica (Streptophyta, Zygnematophyceae, Mesotaeniaceae)". Phytotaxa (dalam bahasa Inggris). 329 (3): 284. doi:10.11646/phytotaxa.329.3.10. ISSN 1179-3163.