Sosok Ketiga: Lintrik adalah film horor klenik Indonesia tahun 2025 yang disutradarai oleh Fajar Nugros berdasarkan skenario yang ditulis oleh Vidya Talisa Ariestya dan Gerald Mamahit, serta dibintangi oleh Adinda Thomas, Aulia Sarah, Wafda Saifan, Atiqah Hasiholan, Nugie dan Adzwa Aurell. Film ini merupakan sekuel dari Sosok Ketiga yang dirilis tahun 2023, dengan alur cerita yang mengangkat fenomena pelet lintrik, ilmu pemikat kuno asal tanah Jawa yang menggunakan media kartu ceki.
Sosok Ketiga 2: Lintrik ditayangkan di bioskop Indonesia pada 6 Nopember 2025, dan berhasil meraih 786.518 penonton.
Plot
Ario dan Andien adalah pasangan yang baru enam bulan menikah. Ario bekerja sebagai agen bank perkreditan, sementara Andien mengelola sebuah warung kepala kambing di pinggir pantai dengan mempekerjakan dua orang karyawan bernama Yanto dan Lilin. Kehidupan rumah tangga mereka awalnya berjalan hangat. Namun, Ario mulai sering bepergian ke luar kota dengan alasan tugas dinas. Hal itu membuat Andien merasa kesepian, terlebih setelah Yanto mengaku pernah secara tidak sengaja melihat Ario pergi bersama seorang wanita, meskipun ia tidak berhasil menunjukkan foto sebagai bukti.
Suatu hari, warung Andien yang biasanya ramai mendadak sepi. Pada hari itu, seorang wanita datang dan meminta Andien untuk menemaninya makan. Sebelum pergi, wanita tersebut memberikan sebotol cat kuku kepada Andien serta membayar lebih harga makanan yang dipesannya. Di sisi lain, Andien mulai mencurigai Ario yang sering menelepon seseorang dalam waktu lama. Bersamaan dengan itu, berbagai gangguan gaib mulai menghantuinya. Saat mencoba membuka ponsel suaminya, Andien justru menemukan sebuah video yang menampilkan sosok menyeramkan. Tidak lama kemudian, ia juga menemukan sebotol cat kuku di dalam tas milik Ario dan meminta suaminya untuk berkata jujur. Tak lama berselang, wanita yang pernah mengunjungi warung Andien datang ke rumah mereka. Wanita tersebut ternyata bernama Naura, yang telah melakukan pelet lintrik kepada Ario dengan bantuan seorang dukun bernama Mbah Ayu. Karena belum puas lantaran belum berhasil merebut Ario sepenuhnya, Naura mulai melakukan pelet lintrik sendiri tanpa bantuan sang dukun. Ritual tersebut membuat Ario sepenuhnya berada di bawah kendalinya hingga meninggalkan rumah. Pada saat yang sama, gangguan-gangguan gaib yang dialami Andien pun semakin menjadi-jadi. Andien pergi mencari Ario hingga ke Semarang. Di sana, ia menemukan Ario sedang bersama Naura saat mengunjungi sebuah tempat penjualan lumpia yang kerap didatangi suaminya. Menyadari kehadiran Andien, Ario dan Naura segera melarikan diri.
Pakle Bagyo, paman Andien yang memiliki kemampuan supranatural, menyadari bahwa Ario telah menjadi korban pelet lintrik dan berjanji akan membantunya. Bersama Amara, adik Andien, Bagyo melakukan ragasukma untuk mematahkan pelet yang dikirim oleh Mbah Ayu. Namun, upaya mereka gagal dan berakhir dengan kematian keduanya. Berbekal petunjuk yang ditinggalkan almarhum Pakle Bagyo, Andien, Yanto, dan Lilin berusaha mencari foto dan celana dalam Ario, serta kartu ceki yang digunakan sebagai media pelet lintrik. Walaupun sempat tertangkap Mbah Ayu, mereka berhasil meloloskan diri. Andien kemudian menyusup ke rumah Naura, sementara Yanto dan Lilin pergi ke pemakaman untuk mencari benda-benda tersebut. Di rumah Naura, Ario dan Andien dikendalikan oleh Naura hingga saling berusaha membunuh. Pada saat yang sama, Yanto dan Lilin berhasil membakar benda-benda yang menjadi media pelet tepat pada waktunya. Akibatnya, Naura kehilangan kemampuannya untuk mengendalikan Ario dan Andien. Ketika Naura hendak membunuh Andien, Andien mengungkapkan bahwa dirinya sedang hamil. Naura kemudian mengakui bahwa ia melakukan pelet untuk merebut kembali suaminya dari Andien karena tidak ingin anaknya tumbuh tanpa seorang ayah.
Dalam adegan tengah kredit, terungkap bahwa Ario juga berselingkuh dengan salah seorang karyawan di perusahaannya. Ia akhirnya tewas dibunuh oleh sosok hantu perempuan yang muncul akibat santet pasak mati yang sebelumnya dilakukan melalui bantuan Mbah Ayu.
Reza Pramudya Rizky sebagai Setan Kepala Kambing dan Muka Rata
Produksi
Film ini diproduksi oleh LEO Pictures bekerja sama dengan beberapa rumah produksi lain seperti Legacy Pictures, Role Entertainment, SL23, dan Tix.ID. Film ini merupakan film horor ketiga Fajar Nugros setelah Inang (2022) dan Perempuan Pembawa Sial (2025).[1] Film ini dibuat berdasarkan fenomena praktik budaya Jawa yaitu pelet lintrik yang diyakini merupakan teknik pemikat kuat yang bisa membuat korbannya menyukai seseorang. Untuk pendalaman, produser Agung Saputra mengatakan bahwa mereka melakukan sejumlah wawancara untuk mendalami fenomena tersebut.[2]