Sorimangaraja Sitanggang (lahir 5 Maret 1967 – Agustus 2018) adalah seorang tokoh spiritual dan paranormal asal Sumatera Utara, Indonesia.[1] Ia dikenal luas dalam komunitas Batak sebagai penyembuh tradisional dan pemimpin spiritual, serta pernah menjabat sebagai Ketua International Shamanism & Healing yang berkantor pusat di Munich, Jerman.[2]
Kehidupan awal
Sorimangaraja Sitanggang lahir di Sumatera Utara dan dikenal memiliki ciri fisik yang tidak umum, seperti rambut gimbal sepanjang lebih dari 2,8 meter, lahir tanpa ari-ari, serta dua lubang telinga di sisi kanan. Keunikan ini memperkuat reputasinya sebagai sosok spiritual di tengah masyarakat Batak.[3]
Aktivitas spiritual dan kebudayaan
Sitanggang mewarisi praktik pengobatan tradisional dari leluhurnya. Pada tahun 1991, ia mengaku menerima wahyu spiritual saat bertapa di kawasan Danau Toba, yang memberinya tugas untuk melestarikan budaya Batak dan menjalankan misi penyembuhan. Ia kemudian mendirikan Yayasan Pusuk Buhit Sakti, sebuah lembaga yang bergerak di bidang pelestarian budaya Batak, termasuk:
pendidikan adat dan nilai-nilai peradaban suku Batak.[5]
Ia juga mendirikan perguruan silat tradisional dengan nama yang sama, sebagai upaya pelestarian fisik dan spiritual warisan leluhur.[6]
Pengakuan internasional
Pada tahun 2006, Sorimangaraja Sitanggang dinobatkan sebagai Ketua Paranormal Dunia dalam sebuah kongres yang diselenggarakan oleh organisasi International Shamanism and Healing di Munich, Jerman.[7] Dalam forum tersebut, ia mengalahkan sejumlah kandidat dari berbagai negara, termasuk perwakilan Suku Voodoo dari Haiti.[8] Ia dipercaya untuk memimpin komunitas global yang berfokus pada praktik penyembuhan tradisional dan spiritual lintas budaya.[9]
Ia juga memperoleh gelar profesor kehormatan dari lembaga internasional atas kontribusinya dalam pengembangan pengobatan tradisional berbasis kearifan lokal.[1]
Penghargaan nasional
Pada 3 Oktober 2014, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menganugerahkan Penghargaan Kebudayaan kepada Sorimangaraja Sitanggang.[5] Penghargaan diberikan atas dedikasinya dalam menggali dan melestarikan budaya Nusantara melalui Yayasan Pusuk Buhit Sakti.[5] Acara penganugerahan berlangsung di Gedung Perfilman Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta, dan diserahkan langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan saat itu, Muhammad Nuh.[5]
Sorimangaraja Sitanggang tercatat dalam Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai pemilik rambut gimbal terpanjang di Indonesia.[1] Ia juga dikenal karena perannya dalam membantu proses spiritual dan pencarian korban tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba pada 2018.[7][9][10]
Meninggal
Sorimangaraja Sitanggang meninggal dunia pada Agustus 2018.[11] Ia dikenang sebagai salah satu tokoh spiritual Batak paling berpengaruh pada masanya.[12]