Kehidupan Awal dan Karier
Sophie Blanchard lahir dengan nama lengkap Marie Madeleine-Sophie Armant di Trois-Canons, dekat La Rochelle. Ia berasal dari keluarga Protestan. Informasi mengenai kehidupan awalnya sebelum menikah dengan Jean-Pierre Blanchard, seorang aeronaut profesional, sangat terbatas. Tanggal pernikahan mereka tidak diketahui secara pasti, dengan beberapa sumber menyebut tahun 1794[9] atau 1797,[10] tetapi sebagian besar menyatakan tahun 1804, tahun ketika ia pertama kali melakukan penerbangan balon udara.
Jean-Pierre Blanchard meninggalkan istri pertamanya, Victoire Lebrun, beserta empat anak mereka untuk berkeliling Eropa dalam rangka mengembangkan karier balon udaranya. Victoire Lebrun kemudian meninggal dalam kondisi miskin.[11] Sophie Blanchard digambarkan sebagai wanita kecil dengan wajah yang tajam seperti burung dan memiliki kepribadian yang gugup di darat, tetapi sangat percaya diri di udara. Ia takut terhadap suara keras dan kendaraan beroda, tetapi tidak memiliki rasa takut saat berada di dalam balon udara.[11]
Sophie melakukan penerbangan pertamanya bersama Jean-Pierre Blanchard di Marseille pada 27 Desember 1804. Saat itu, pasangan tersebut mengalami kesulitan keuangan akibat keputusan bisnis yang buruk dari Blanchard.[9] Mereka melihat bahwa seorang aeronaut wanita dapat menjadi daya tarik tersendiri yang berpotensi menarik perhatian publik dan memperbaiki keadaan finansial mereka. Sophie kemudian melakukan penerbangan solo pertamanya pada 18 Agustus 1805 dari kebun Biara Jacobin di Toulouse.[12]
Sebelum Sophie, wanita lain telah melakukan penerbangan balon udara. Pada 20 Mei 1784, Marchioness dan Countess of Montalembert, Countess of Podenas, serta seorang wanita bernama Miss de Lagarde melakukan penerbangan dengan balon udara tertambat di Paris. Selain itu, Élisabeth Thible menjadi wanita pertama yang terbang dengan balon udara tanpa tambatan pada 4 Juni 1784 di Lyon untuk menghibur Raja Gustav III dari Swedia. Namun, Sophie Blanchard adalah wanita pertama yang menerbangkan balonnya sendiri serta menjadikan aeronautika sebagai profesinya.[13]
Pada 7 Maret 1809, Jean-Pierre Blanchard meninggal akibat cedera yang dideritanya setelah jatuh dari balon udara di Den Haag pada 20 Februari 1808. Setelah kematian suaminya, Sophie Blanchard terus melanjutkan kariernya sebagai aeronaut dan dikenal karena penerbangan malam yang sering ia lakukan, terkadang menghabiskan waktu semalaman di udara.[12]