Artikel ini membutuhkan penyuntingan lebih lanjut mengenai tata bahasa, gaya penulisan, hubungan antarparagraf, nada penulisan, atau ejaan. Anda dapat membantu untuk menyuntingnya.
Sonoluminesensi gelembung tunggal — satu gelembung berkavitasi
Sonoluminesensi (bahasa Inggris: Sonoluminescence) adalah luminesensi yang diinduksi oleh gelombang suara;[1] seperti dalam emisi cahaya dari gelembung-gelembung yang mengalami implosi dalam cairan ketika tereksitasi oleh suara. Kadang-kadang sonoluminesensi dianggap sebagai semacam mekanoluminesensi.[2] Namun, mekanoluminesensi biasanya didefinikasikan sebagai luminesensi yang berkaitan dengan padatan, sedangkan sonoluminesensi biasanya berkaitan dengan cairan.[3][4] Istilah-istilah yang terkait, yaitu akustoluminesensi[5] dan sonotriboluminesensi[6], telah digunakan untuk mendeskripsikan luminesensi yang diindusikan oleh suara dalam padatan.
Sonoluminesensi pertama kali ditemukan pada 1934 di Universitas Cologne. Sonoluminesensi terjadi ketika gelombang suara dengan intensitas yang cukup menginduksi sebuah rongga gas di dalam cairan untuk runtuh dengan cepat, memancarkan sebuah kilatan cahaya. Fenomena tersebut bisa diamati di sonoluminesensi gelembung tunggal yang stabil (SBSL) dan sonoluminesensi gelembung ganda (MBSL). Pada 1960, Peter Jarman mengusulkan bahwa sonoluminesensi itu termal dari asal usul dan kemungkinan timbul dari microshock di dalam rongga yang runtuh. Eksperimen-eksperimen selanjutnya mengungkapkan bahwa suhu di dalam gelembung selama SBSL dapat mencapai 12,000 kelvin (11,700°C; 21,100 °F). Mekanisme pasti dibawah sonoluminesensi masih tidak diketahui, dengan beberapa hipotesis termasuk hotspot, bremsstrahlung, dan radiasi yang diinduksi oleh benturan. Beberapa peneliti bahkan telah berspekulasi bahwa suhu dalam sistem sonoluminesensi dapat mencapai jutaan kelvin, berpotensi menyebabkan fusi termonuklir. Namun, ide ini ditanggapi dengan skeptis oleh peneliti yang lain.[7]
Sejarah
Efek sonoluminesensi pertama kali ditemukan di Universitas Cologne pada 1934 sebagai hasil dari sebuah karya sonar.[8]Hermann Frenzel dan H. Schultes meletakkan sebuah transduser ultrabunyi di dalam sebuah tangki cairan pengembang fotografi. Mereka berharap untuk mempercepat proses pengembangan. Namun, mereka melihat titik-titik kecil di selaput setelah mengembangkan dan menyadari bahwa gelembung-gelembung di dalam cairan memancarkan cahaya saat ultrabunyi diaktifkan.[9] Fenomena ini sekarang dikenal sebagai sonoluminesensi gelembung ganda (MBSL).
↑Biryukov, D.A.; Gerasimov, D.N. (2016). "Triboluminescence of Liquid Dielectrics: On a Way to Discover the Nature of Sonoluminescence". Dalam Olawale, D.; Okoli, O.; Fontenot, R.; Hollerman, W. (ed.). Triboluminescence: Theory, Synthesis, and Application. Springer. hlm. 104. doi:10.1007/978-3-319-38842-7_5.
↑Eddingsaas, Nathan C. (2016). "Mechanoluminescence Induced by Acoustic Cavitation". Dalam Olawale, D.; Okoli, O.; Fontenot, R.; Hollerman, W. (ed.). Triboluminescence: Theory, Synthesis, and Application. Springer. hlm. 238, 249. doi:10.1007/978-3-319-38842-7_8.
↑H. Frenzel and H. Schultes, Luminescenz im ultraschallbeschickten Wasser Zeitschrift für Physikalische Chemie International journal of research in physical chemistry and chemical physics, Published Online: 2017-01-12 | DOI: https://doi.org/10.1515/zpch-1934-0137