Sokotra,[a] yang secara lokal dikenal sebagai Saqatri,[b] adalah sebuah pulau di Yaman yang terletak di Samudra Hindia. Pulau ini berada di antara Teluk Aden, Terusan Guardafui, dan Laut Arab, serta terletak di dekat jalur pelayaran utama. Sebagai pulau terbesar di antara enam pulau yang membentuk Kepulauan Sokotra, pulau ini mencakup sekitar 95% dari luas daratan kepulauan tersebut. Pulau ini terletak 380 kilometer di selatan Semenanjung Arab dan 232 km di timur Tanduk Afrika.[1] Secara budaya dan administratif, pulau ini merupakan bagian dari Yaman, namun secara geografis pulau ini termasuk ke dalam benua Afrika, karena pulau ini merupakan fragmen benua yang secara geologis terhubung dengan Lempeng Somalia. Penduduk pulau ini disebut Soqotri, dan mereka berbicara dalam bahasa Arab dan Soqotri.
Sokotra memiliki keunikan karena menjadi habitat bagi sejumlah besar spesies endemik; sepertiga dari flora di pulau ini tidak ditemukan di tempat lain di Bumi. Karena kondisi geografisnya yang tidak biasa, pulau ini sering digambarkan sebagai "tempat yang tampak paling asing di Bumi".[1] Pulau ini memiliki panjang 132 km dan lebar maksimum 42 km.[2] Pada tahun 2008, Sokotra diakui sebagai Situs Warisan DuniaUNESCO.[3]
Flora dan fauna
Pulau Sokotra yang terpencil dihuni oleh 1.142 spesies endemik: flora dan fauna yang tidak ditemukan di tempat lain di Bumi. Berbagai spesies ini telah menyesuaikan diri dengan rentang suhu, tingkat kelembapan, dan ketinggian (secara unik beradaptasi terhadap panas, gersang dan kerap disapu angin).[4]Pegunungan Haghier merupakan tempat yang menarik dihuni oleh seratus spesies endemik.[5]
Flora
Lambang botanis sokotra, pohon suji darah, cabangnya menghadap ke atas untuk menyerap lembap dari kabut di dataran tinggi.[4]
Bangsa Mesir, Yunani, dan Romawi kuno memanfaatkan kekayaan alam Sokotra seperti: getah aromatis (kemenyan), sari lidah buaya yang berkhasiat, dan getah merah darah dari pohon suji darah yang digunakan sebagai obat dan bahan pewarna karya para seniman.
Dorstenia gigas, pohon ara berbentuk bulat, myrrhs, dan lidah buaya langka serta sederet tumbuhan endemik lainnya tumbuh di bebatuan merah di tebing Maalah dekat desa Qulansiyah, di ujung barat Sokotra.
Fauna
Pulau ini banyak dijaga ular-ular besar penghuni gua-gua di Sokotra.
Chamaeleo monachus (bunglon) hanya ditemukan di Sokotra. Penduduk setempat percaya bahwa bunglon tersebut ajaib. Konon orang yang mendengar desisnya bisa menjadi bisu.[4]
Keong darat memanjat pohon untuk menghindari panas di Dataran Zahr yang tandus di Sokotra.
Burung dendang laut cokelat (Sula leucogaster) banyak terdapat di pantai barat Sokotra dan berkembang biak di Sokotra atau pulau-pulau kecil di sekelilingnya.
Kepiting air tawar (Suqutrapotamon socotrensis) hanya terdapat di pulau Sokotra dan menjadi mata rantai tertinggi makanan air.