Tintin memiliki fisik yang kuat, ulet dan pandai menyelesaikan masalah. Milo adalah anjing yang cukup pandai, dan memiliki loyalitas yang sangat tinggi pada tuannya.
Tintin muncul pertama kali di sisipan anak-anak dari surat kabar "Le Petit Vingtièmecode: fr is deprecated pada 10 Januari, 1929, dan peringatan hari kelahirannya yang ke 75 tahun telah diperingati secara meriah pada tahun 2004.[1]Tintin sebenarnya diciptakan berdasarkan tokoh awal yang dibuat oleh Herge, yaitu tokoh pandu yang lucu bernama Totor. Komik yang menampilkannya, Les aventures de Totor, chef de patrouille des Hannetonscode: fr is deprecated ditulis dalam bahasa Prancis. Atau dalam bahasa Inggrisnya adalah The Adventures of Totor, Leader of the Cockchafer Patrolcode: en is deprecated muncul pertama kali dalam majalah kepanduan berjudul "Le Boy-Scout Belgecode: fr is deprecated " antara tahun1926 hingga tahun 1929.
Umurnya tidak pernah secara tepat diungkapkan, di mana dia hanya disebutkan sebagai orang dewasa sebagaimana yang disebutkan dalam penjelasan dari DVDnya, tetapi pada saat yang lain disebutkan bahwa dia masih anak-anak, seperti yang disebutkan dalam film serial televisinya. Di film serial kartunnya, dalam cerita Rahasia Unicorn terlihat bahwa dalam buku paspornya, terlihat bahwa dia terlahir pada tahun 1929 (tahun di mana kemunculannya pertama kali[1]). Berbagai macam surat kabar menyatakan bahwa umurnya adalah sekitar 15 tahun,[2]Time yang menunjukkan bahwa dia adalah kawula muda,[3] sedangkan situs resminya Tintin.com menyatakan bahwa dia berusia antara 16 dan 18. Walaupun begitu, dalam buku komiknya menganggap dia anak muda dewasa, di mana tidak adanya orang tua yang mendampinginya kemanapun, dan tidak perlunya dia untuk pergi ke sekolah. Dan pada cerita yang lain, dia cukup dewasa untuk masuk ke sebuah pub dan minum segelas bir, seperti yang bisa dilihat pada cerita Pulau Hitam. Jika dicermati agak mendalam, umurnya tetap walaupun ia pernah mengikuti masa penganeksasian Cina oleh Jepang, (Lotus Biru,1931) dan terbang dengan sebuah Boeing 707 dalam cerita (Penerbangan 714 ke Sydney, 1968).
Dalam komiknya, Tintin digambarkan memiliki kecerdasan yang sangat tinggi dan memiliki karakter imaginatif. Selain itu ia dapat memahami dan mampu berkomunikasi dalam berbagai bahasa asing, dan memiliki pengetahuan yang amat luas dengan bidang yang lebar. Bila dicermati, dia juga mampu mengendarai mobil, sepeda motor, tank, menunggang kuda dan menerbangkan pesawat terbang ataupun helikopter. Walaupun tampaknya dia lemah, dia digambarkan sangat atletis, memiliki kekuatan fisik yang sangat besar, dan memiliki kemampuan untuk mengalahkan lawan-lawannya yang kadang-kadang memiliki postur lebih darinya dalam suatu perkelahian. Dia juga menang dalam pertarungan tanpa senjata dengan seekor beruang besar coklat dalam episode Tintin in the Land of the Soviets. Tidak lupa pula, dia adalah perenang yang handal, pernah juga digambarkan berlatih yoga, dan selalu selamat dari kecelakaan yang secara umum harusnya menimbulkan luka-luka yang cukup serius.
Keluarga
Dalam serial ini, digambarkan bahwa dia tidak memiliki saudara sama sekali: baik Ibu, Ayah ataupun saudara kandung. Dari keseluruhan cerita, dia hanya sempat membicarakan soal keluarga, yaitu ketika dia bertemu pertama kali dengan Kapten Haddock di Kepiting Bercapit Emas, di mana dia mengingatkan sang kapten untuk meninggalkan kebiasaannya untuk bermabuk-mabukan dengan mengingatkannya bagaimana perasaan Ibunya jika tahu anaknya sedang mabuk-mabukkan seperti itu. Ketiadaan anggota keluarga Tintin, sebenarnya tidak berhubungan dengan pengalamannya yang mampu berkelana ke seluruh penjuru dunia, dan selama itu ia hanya memiliki teman-teman sejatinya yang akhirnya menjadi saudaranya dan mereka saling bantu membantu sebagaimana layaknya suatu keluarga yang utuh.
Tidak seperti yang lainnya, seperti Haddock atau Lakmus, Tintin tidak pernah bertemu teman-teman ataupun keluarganya. Sang Kapten memiliki kenangan akan badai di laut yang sangat ganas, sedangkan Profesor Lakmus bisa mengunjungi teman-temannya dari Universitas (dua hal tersebut dapat dibaca dalam episode 7 Bola Kristal), Tintin hampir-hampir tidak memiliki masa lalu sebelum cerita Tintin in the Land of the Soviets. Dua teman karibnya pernah bertemu dengan teman-teman yang belum pernah ditemui sebelumnya dalam serial ini, seperti Kapten Chester ataupun Hercule Tarragon — sedangkan Tintin hanya bertemu teman-temannya ataupun musuh-musuhnya dari cerita-cerita sebelumnya. (Dalam Tintin hasil karya Frederic Tuten, "Tintin in the New World", walaupun dianggap tidak sesuai dengan karya dari Herge, menyampaikan bahwa Tintin dibesarkan oleh Ibunya, yang kemudian wafat karena sakit ketika dia masih kecil. Dia tidak pernah bertemu dengan Ayahnya, dan dipercayai bahwa dia sudah berpulang.)
Nama
Namanya, Tintin, hingga kini masih menjadi misteri, apakah itu sebuah nama depan atau nama belakang tetap tidak diketahui. Kemungkinan itu bukanlah nama sebenarnya, tetapi hanyalah sebuah pseudonim yang sering dipergunakan oleh para wartawan untuk melindungi identitas dirinya ketika membuat suatu tulisan dalam kolomnya pada surat kabar: Le Petit Vingtièmecode: fr is deprecated . Ketika cerita ini dibuat, sangat umum bagi mereka, para penulis, untuk memakai pseudonim. Selain itu, dimungkinkan juga bahwa itu bukanlah namanya yang sebenarnya seperti yang bisa dibaca dalam kisah Cerutu Sang Firaun, ketika ia dituduh meracuni salah satu dari pelayan Sheik. Ketika ditangkap dan dihadirkannya dalam tenda sang Sheik, dan ditanyai soal namanya, ia menjawabnya dengan kalimat: "Namaku? Itu tidak penting untukmu... Namun, ketika di rumah, mereka semuanya memanggilku Tintin."
Dalam keseluruhan cerita, Tintin digambarkan memiliki sikap yang selalu ingin tahu, berjiwa mulia dan pemaaf. Sedangkan sikap idealismenya membuatnya banyak dikagumi oleh orang-orang yang pernah bertemu dengannya, tetapi tidak kurang juga karena sifatnya itu menempatkannya dalam keadaan yang berbahaya dan menjadi penyeimbang dari sifat-sifat skeptis ataupun putus asa dari karakter lainnya, misalnya Kapten Haddock. Pandangan politiknya juga tidak pernah jelas memihak yang mana, seperti ditemui dalam semua episodenya, dan teramat jarang terlihat ia mengemukannya pandangan politiknya. Terkecuali pada cerita-cerita awal seperti pada Tintin di Tanah Sovyet dan Tintin di Congo, digambarkan bahwa ia sangat bangga sebagai orang Belgia dan penganut agama Katolik yang taat. Namun pada buku-buku selanjutnya hal ini sangat dihindari. Pandangan-pandangannya selalu berubah dari waktu ke waktu, tergantung dari situasi yang sedang dihadapinya, sehingga ia bisa digolongkan sebagai orang yang cinta damai, yang ditunjukkan dengan ketidak sukaannya akan perang. Hanya dalam halaman awal dari Tintin dan Picaros, digambarkan ia memakai helm sepeda motor dengan simbol perdamaian.
Hingga akhir cerita, karakternya berubah cukup signifikan, di mana jikalau di awal-awal cerita digambarkan dia selalu aktif mencari petualangan-petualangan baru. Namun di episode-episode berikutnya, Tintin lebih digambarkan masuk ke dalam suatu petualangan dikarenakan situasi di sekelilingnya yang di luar dari kontrolnya. Hal ini bisa dilihat pada episode Penerbangan 714 ke Sydney di mana dia diculik atau dalam episode Tintin dan Picaros, di mana dia berusaha untuk menolong teman baiknya. Dalam dua episode tersebut terlihat jelas, dia kehilangan semangatnya untuk bertualang atas inisiatifnya sendiri sesuai dengan jiwa mudanya, tetapi digantikan oleh kewajaran semata. Hal ini menimbulkan perdebatan yang cukup sengit antara pembaca-pembacanya dan para kritikus, tentang perubahan ini semua, sehingga tidak mengherankan karyanya ini menuai banyak kritikan negatif. Para kritikus berpendapat bahwa buku-buku ini mewakili keanehan-keanehan, ataupun teka-teki, sedangkan yang lainnya menyatakan bahwa perubahan karakternya itu adalah penggambaran sifatnya yang lebih komplek.
Pada bulan September1999, satu set prangko yang terdiri dua buah diterbitkan disana. Masing-masing prangko menggambarkan panel gambar dari kisah Petualangan di Bulan.
Milo' (Snowycode: en is deprecated dalam bahasa Inggris atau Miloucode: fr is deprecated dalam bahasa Prancisnya) adalah seekor anjing jenis fox terrier yang merupakan teman setia Tintin dalam seri Petualangan Tintin. Hubungan di antara mereka sangatlah dalam, dan mereka telah saling menyelamatkan satu dengan yang lain di berbagai situasi bahaya, serta sekali (dalam Cerutu Sang Firaun), ada gambar menyedihkan, Milo putus asa, menangisi kuburan tuannya seperti Greyfriars Bobby.
Dengan beberapa perkecualian, Milo tidak pernah berbicara (walaupun ia secara tetap diperlihatkan sedang berpikir dengan memakai bahasa manusia), semenjak ia hanyalah "seekor anjing". Namun, ia selalu dapat berkomunikasi dengan tuannya secara baik. Ia juga sering kali menambah hal-hal yang menarik dalam alur cerita Petualangan Tintin. Contohnya, ia adalah satu-satunya tokoh dalam "Penerbangan 714 ke Sydney" yang ingat mengenai peristiwa penculikan oleh makhluk luar angkasa.
Seperti juga Kapten Haddock, Milo sangat suka minum, minuman keras Whisky bermerk Loch Lomond. Beberapa kali ia minum minuman beralkohol tinggi tersebut dan sering kali membuatnya terlibat dalam masalah --- sama seperti rasa takutnya yang sangat besar terhadap laba-laba atau yang lebih dikenal dengan arachnophobia.
Karakter Milo tumbuh dan berkembang sepanjang serial Petualangan Tintin, dan paling terpengaruh perkembangan karakternya oleh kehadiran Kapten Haddock dalam "Kepiting Bercapit Emas". Sebelum Haddock hadir, Milo adalah sumber dari komentar sampingan yang sinis dan pesimis untuk mengimbangi cara pandang tuannya yang selalu positif dan optimis. Ketika Haddock mulai muncul dalam serial ini, Sang Kapten mengambil alih peran sebagai suara yang sinis dan Milo secara bertahap memperoleh peran yang lucu-lucu saja, seperti mengejar-kejar kucing Marlinspike Hall dan meminum whisky-nya Kapten Haddock.
Dalam terjemahannya ke dalam Bahasa Indonesia, pertama kali dia diberi nama "Snowy" sebagaimana yang terlihat pada komik terbitan dari Tiga Lima dan Indira. Hal ini dikarenakan pada penerbitan awalnya, mereka mengacu pada karya ini yang sudah dialih bahasakan ke Bahasa Inggris, di mana dalam edisi itu dia bernama Snowy. Namun ketika diterbitkan ulang oleh Gramedia pada tahun 2008, maka namanya diubah menjadi lebih mirip ke nama aslinya dalam Bahasa Prancis yaitu, Miloucode: fr is deprecated , yaitu Milo. Hal ini dilakukan sesuai dengan arahan dari penerbit di mana dia pertama kali diterbitkan, yaitu di Belgia oleh penerbit Casterman. Perubahan nama ini tidak cukup mengganggu bagi para pencinta komik ini yang baru saja mengenalnya, tetapi akan sedikit diperlukan penyesuaian bagi para penggemar lama komik ini.
↑Srivanto, Fernando (2008). "1". Kolaborator NAZI: Sepak Terjang Para Simpatizan NAZI Selama Perang Dunia II (dalam bahasa Indonesia) (Edisi 1). Yogyakarta: NARASI. hlm. 24. 979-168-098-1.; ; ; ; Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)