Smelter bauksit Grade Alumina Refinery (SGAR) ini akan bisa menghentikan kebutuhan impor alumunium sebesar 56 persen dari total kebutuhan 1,2 juta ton per tahun yang selama ini dibutuhkan Indonesia. Dengan begitu, pemerintah tidak perlu lagi menghabiskan devisa negara kurang lebih Rp50 triliun setiap tahunnya dengan membangun smelter di dalam negeri, sehingga Indonesia akan mendapat nilai tambah yang besar.[2]