Siluk papua atau Arwana Merah atau Ikan Naga(Scleropages jardinii) adalah anggota dari famili Osteoglossidae dan genus Scleropages. Spesies ini merupakan salah satu dari tiga spesies ikan Siluk yang pertama kali ditemukan Muller dan Schiegel pada 1845 di Sungai Doeson Kalimantan Barat. Membagi jenis ikan Siluk berdasarkan warna yaitu Ikan Siluk Hijau, Ikan Siluk Merah dan Ikan Siluk Kuning Keemasan.[2]
Hidup di perairan berwarna coklat seperti sungai di Kalimantan menjadi habitat Ikan Siluk Hijau sedangkan Ikan Siluk merah yang memiliki sisik berwarna merah adalah jenis yang paling populer dan dapat ditemui di Australia Utara dan Papua Selatan. Sedangkan Ikan Siluk Kuning Keemasan memiliki sisik bagian kepala yang berwarna dasar emas dan pada sirip juga ekor terdapat sisik berwarna kekuningan .[3]
Morfologi
Termasuk dalam daftar spesies langka yang berstatus “Resiko Rendah” atau Least Concern oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN, 2004) Tanggal penilaian: 14 Februari 2019. Selain itu oleh CITES (Convention of International Trade in Endangered Species of Wild Flora and Fauna) menetapkan bahwa ikan ini sebagai ikan yang mendapat perlindungan tertinggi. IUCN Red List of Threatened Species[4]
Dikenal juga dengan sebutan Gulf saratoga atau Australian pearl arowana. Hidup di habitat tetumbuhan seperti rerumputan yang terendam air di pinggiran sungai atau jenis rerumputan yang mengapung. Selain itu pada pepohonan yang terendam air atau pepohonan di pinggiran sungai juga pohon yang tumbang di pinggir sungai serta perairan warna kehitaman di perairan yang berteluk dan perairan tenang.[3]
Memiliki badan dan kepala agak padat. Tubuhnya pipih dan punggungnya datar, hampir sejajar lurus dari mulut hingga sirip punggung. Bentuk mulutnya mengarah keatas dan mempunyai sepasang sungut pada bibir bawah. Ukuran mulutnya lebar dan rahangnya cukup berbentuk. Letak sirip punggungnya berdekatan dengan pangkal sirip ekor (caudal). Sirip anusnya lebih panjang daripada sirip punggung (dorsal), hampir mencapai sirip perut (ventral). [3]
Populasi
Ketersediaan ikan secara individu dewasa relatif rendah untuk wilayah sebarannya baik di Australia Bagian Utara atau Papua Nugini serta Papua Indonesia. Hal ini dikarenakan jumlah telur induk ikan dewasa yang rendah akibat kematangan sexual yang lambat. Namun untuk populasinya termasuk stabil.[2]
Sebagai salah satu dari spesies osteoglossidae menunjukkan perawatan parental . Sikap protektif induk akan melindungi anak anak setelah menetas dalam sarang yang dibuat oleh induk ikan. Ikan ini mengerami ratusan telurnya dalam mulut si induk. Untuk bertahan hidup maka anak anak ikan mungkin akan melakukan perjalanan keluar dari mulut induknya untuk mengetahui lingkungan sekitar sebelum mereka akan pergi permanen dari induknya.[3]
Habitat
Dapat ditemukan di sungai berarus lambat , rawa-rawa dan lahan basah yang tergenang karena air hujan. Ikan ini dapat tumbuh hingga panjang 90 cm dan berat mencapai 4kg.. Bersifat soliter dan teritorial, serta memijah sebelum musim hujan ketika suhu permukaan air mendekati 30°C . Anak ikan memakan mikro krustasea . Umumnya merupakan pemakan di permukaan air, berupa berbagai serangga darat dan air, ikan kecil, katak, krustasea, serta sebagian bahan tumbuhan.[4]