Terdapat banyak pendapat mengenai asal istilah Beksi, namun menurut peneliti silat G.J. Nawi istilah itu perubahan dari kata aslinya Bhe Si, yang dalam bahasa Hokkien berarti 'kuda-kuda'.[1]
Sejarah
Silat Beksi awalnya diciptakan oleh Lie Tjeng Hok, seorang petani Tionghoa peranakan yang menciptakan ilmu beladiri khas yang merupakan percampuran antara ilmu beladiri keluarganya dan ilmu-ilmu beladiri yang dipelajarinya dari guru-guru silat Betawi.[1] Kakeknya, Lie A Djam, adalah seorang pendatang dari Amoi (sekarang Xiamen), Fukien, Tiongkok.[1] Guru-guru Betawinya disebutkan bernama Ki Jidan dan Ki Miah (atau ada yang menyebut Ki Maimah). Ilmu beladiri campuran tersebut dinamakan Bhe Si, yang dalam bahasa Hokkian berarti 'kuda-kuda'.[1]
Lie Tjeng Hok mengajarkan ilmu beladiri tersebut pada murid-muridnya, baik peranakan Tionghoa maupun kaum Betawi pesisir di sekitar tempat tinggalnya di Kampung Dadap, Kosambi, Tangerang.[1] Salah seorang murid pribuminya yang paling berbakat adalah Ki Muharli (Marhali).[1] Kemudian Ki Muharli mempunyai murid peranakan Betawi bernama H. Gozali (Godjalih) bin H. Gatong, yang kemudian mengajarkan ilmunya pada murid-muridnya di Petukangan, Jakarta Selatan,[3] serta di Batujaya, Batuceper, Tangerang.[1] Murid-murid utama H. Gozali antara lain Kong H. Hasbullah bin Misin,[4] Kong M. Nur, Kong Simin, dan Kong Mandor Minggu,[5] yang juga berguru pada Ki Muharli.[1] Lie Djie Tong dan penerusnya antara lain adalah yang meneruskan mengajarkan aliran ini di Kampung Dadap.[1] Dari tempat-tempat tersebut, kemudian silat aliran Beksi ini tersebar ke berbagai tempat lainnya.[1][4][5]
Setidaknya terdapat 120 sanggar silat Beksi di wilayah Jabodetabek, yang mana pada tahun 2016 para anggota sanggar silat tersebut turut serta dalam Girli dan Beksi Village Festival 2016 di Kelurahan Batusari, Kecamatan Batuceper, Tangerang.[6]
Jurus
Jurus dasar
Umumnya perguruan silat Beksi memiliki 12 jurus dasar, yang masing-masing memiliki pecahannya.[1][4] Menurut empat guru besar perguruan Beksi di Petukangan, walaupun ada perbedaan nama-nama dan urutan jurus, setidaknya ada 3 jurus dasar yang sama nama dan urutannya, yaitu 1. Beksi, 2. Gedig, 3. Tancep.[1]
Nama-nama jurus
Berikut ini nama-nama jurus Beksi, menurut Eddy Wijaya (H. Oki):[1]
Loco Buni (Pukulan Celentang)
Goleng (Ngeles/Menghindar)
Bandut Atas - Bandut Bawah
Singkur Kiri - Singkur Kanan
Tiles (Pukul Kanan)
Jejek Kaki
Raub, atau Saub (untuk tangan)
Dedak Kuda ke Tanah
Tangkis
Sikut Belakang - Sikut Depan
Kibas Luar
Tangkep Dalem - Tangkep Luar
Kepret: arah bawah samping dan ke muka dengan jari
Totok dengan jari ke muka
Jurus Cabut Pisau
Jurus Pedang Tangan Kosong
Jurus Pedang Serangkai
Jurus Bangau Terbang
Jurus Ganden
Jurus Toya (Jurus Toya 1 - Jurus Toya 2)
Susul (Dobel Pukulan)
Baduk Kebo
Tekuk Saub
Selain itu, ada pula disebutkan suatu jurus Beksi yang menggunakan kaki, disebut Sam Kauw atau Resiah Sembilan.[1]