Ilmu Silek Kuciang Siam
Selain ilmu silek Minangkabau yang dikembangkan di Canduang Lasi oleh Kuciang Siam dari generasi ke generasi. Secara umum masih "Silek Tuo" (Silek Tua), tetapi pada dasarnya gerakan dominan dengan gerakan kucing, sebagai hewan peliharaan rumah untuk melindungi dari gangguan tikus.
Gerakan kucing sangat lembut dan tenang tetapi berbahaya jika tertangkap olehnya. Ketika merasa diri di dihancurkan, yang pertama jatuh adalah kakinya dan tidak akan nyenyak, seperti tidak menginjak tanah. Dalam gerakan silek, ada gerakan yang disebut “jatuah kuciang” berarti jatuh ke bawah seperti kucing.
Ilmu Silek Anjiang Mualim
Anjing Mualim yang berasal dari Hindi selatan Persia atau Gujarat mengembangkan ilmu Silek Rantau Pesisir (wilayah rantau). Ketika dianggap sudah seharusnya keberadaan Bukit Barisan (pegunungan) membentang dari utara ke selatan—barat—timur, dan dari pusat ke selatan bisa melihat etnis pegunungan dimulai dari Angkola, Mandailing, Minangkabau, Lebong, Rawas, Pasaman, Gunung Marapi, Gunung Seblat, Gunung Kaba, dan Gunung Dempo, serta sungai mengalir dan pergi ke muara ini yakni Pantai Timur Sumatra. Ini adalah daerah tempat An-Jin memimpin bagi pembangunan daerah asing serta tumbuh dari masyarakat. Semacam ini digunakan silek gerakan pertempuran dan pertahanan dalam bentuk lingkaran.
Sasaran
Sasaran (target) adalah tempat untuk mengajarkan murid (Anak Sasian) dari silek. Ada beberapa cara atau beberapa persyaratan yang harus dilakukan terlebih dahulu sesuai dengan “alua jo patuik”, di antaranya berdarah pada sasaran dengan darah ayam.
Pendidikan berbasis silek ”tau di garak jo garik” (mengerti gerak gerik) yang memerlukan kesadaran dan keputusan yang solid sebagai nasihat sebagai berikut:
Tahu dibayang kato sampai
Tahu di tunggua kamanaruang
Tahu dirantiang kamalantiang
Alun bakilek alah bakalam
Artinya:
Tahu apa yang sedang dikatakan
Tahu apa yang bahaya
Tahu apa yang akan terluka
Berpikir secara mendalam sebelum suatu tindakan
Syarat menjadi “pandeka” (pendekar) adalah mengetahui dari garak jo garik (tujuan dan tindakan). Garak di Minangkabau tidak berarti tindakan, ini berarti suatu tujuan atau isyarat. Atau dapat dikatakan dalam perasaan, sementara garik berarti tindakan yang dapat terlihat sehingga dapat dihindari, dihentikan, ditangkap atau dikunci.
Pengaruh hukum adat adalah begitu kuat di Minangkabau yang benar-benar membantu dalam pembentukan jiwa pendekar Minangkabau seperti:
Yang bajanjang naiak, batanggo turun
Batatah babarih, jauah buliah ditunjuakkan
Dakek buliah dipacikkan, cancang mamampeh
Ndak lapuak dek hujan, ndak lakang dek paneh
Yang berarti:
- Hormat
- Penuh kepercayaan
- Kejujuran
- Loyalitas