Sijukkot atau sawi belanda (bahasa Latin: Lactuca indica) adalah sebuah tanaman langka yang tumbuh di kawasan Danau Toba, provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Tanaman ini dikenal juga dengan nama sawi Belanda, siomak atau selada wangi. Selain di Indonesia, Sijukkot juga tumbuh di negara lain di Asia, seperti Korea Selatan, Jepang dan juga di India.[1]
Batang tanaman berbentuk bulat, licin dan berwarna hijau keunguan.
Daun menyirip bergerigi dan ukuran panjangnya bisa mencapai 35cm dan lebar maksimal 10cm.
Daun berwarna hijau keunguan, dan permukaannya licin.
Bunga berwarna kuning tua membentuk segitiga.
Buah berbentuk lonjong, pipih dan berwarna hitam.
Manfaat
Tanaman Sijukkot menjadi salah satu tanaman yang sering dikonsumsi oleh Sisingamangaraja XII dalam menjaga kesehatan tubuhnya.[1]
Guru Besar KimiaUniversitas Negeri Medan, Ida Duma Riris, dalam bukunya yang berjudul "Kandungan Senyawa Kimia dan Bioaktifitas Tanaman Sijukkot" menyebutkan bahwa Sijukkot memiliki senyawa kimia tinggi pada daun, batang, dan akarnya.[1]
Senyawa kimia yang disebutkan seperti kardenolin, polifenol, flavonoid, glikosida, kardeolin, polifenol, saponin, dan tanin. Senyawa-senyawa tersebut dianggap dapat memperlancar pencernaan, menambah stamina dan nafsu makan, mengobati penyakit gondok, menurunkan kadar gula darah, dan mencegah risiko terkena kanker jika dikonsumsi secara rutin serta menjaga pola hidup yang sehat.[1]