Setaria faberi, yang dikenal sebagai Japanese bristlegrass,[2]nodding bristle-grass,[3]Chinese foxtail, Chinese millet, giant bristlegrass, giant foxtail, atau nodding foxtail, adalah spesies rumput yang berasal dari Asia. Tumbuhan ini merupakan tanaman semusim musim panas, yang muncul dari biji pada musim semi dan menghasilkan biji pada akhir musim panas atau musim gugur.
Giant foxtail menyukai tanah yang padat dengan kandungan nitrogen dan fosfor yang tinggi. Tanaman ini mendapatkan keunggulan kompetitif dibandingkan tanaman budi daya seiring dengan meningkatnya pH tanah.
Sebagai gulma
Giant foxtail telah diperkenalkan ke Amerika Utara, tempat ia menjadi gulma yang tersebar luas. Tumbuhan ini merupakan hama penting bagi jagung, yang dapat mengurangi hasil panen sebesar 13–14% pada distribusi tanaman rata-rata. Pengendalian mekanis terhadap giant foxtail melalui pengolahan tanah malam hari, penggunaan cangkul putar (rotary hoeing), atau pembakaran sangat sulit dilakukan. Rotasi tanaman dengan alfalfa selama dua tahun secara efektif mengurangi populasi giant foxtail. Herbisida dapat mengendalikan tanaman ini secara efektif saat tumbuh di antara tanaman berdaun lebar, namun kurang efektif saat menyerang tanaman jagung karena keduanya termasuk dalam famili Poaceae.[4]
Referensi
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Setaria faberi.