Setara batuan padat (bahasa Inggris:Dense-rock equivalentcode: en is deprecated , disingkat DRE) adalah suatu kalkulasi vulkanologis yang digunakan untuk memperkirakan volume letusan gunung berapi. Salah satu ukuran yang diterima luas mengenai besarnya suatu letusan bersejarah atau prasejarah adalah volume magma yang terlontar sebagai batu apung dan abu vulkanik, yang dikenal sebagai tefra selama fase eksplosif letusan, atau volume lava yang terekstrusi selama fase efusif letusan gunung berapi. Volume letusan umumnya dinyatakan dalam kilometer kubik (km3).
Perkiraan volume tefra secara historis dan geologis biasanya diperoleh dengan memetakan distribusi dan ketebalan endapan tefra di permukaan tanah setelah letusan berakhir. Untuk letusan vulkanik eksplosif bersejarah, perkiraan lebih lanjut harus dibuat terhadap endapan tefra yang mungkin telah berubah secara signifikan seiring waktu oleh proses geologis lainnya termasuk erosi. Volume tefra yang diukur dengan cara ini kemudian harus dikoreksi untuk ruang kosong (vesikel – gelembung di dalam batu apung, ruang kosong di antara potongan-potongan individu batu apung atau abu) untuk mendapatkan perkiraan volume magma asli yang meletus. Koreksi ini dapat dilakukan dengan membandingkan densitas curah dari endapan tefra dengan densitas yang diketahui dari jenis batuan asli bebas-gas yang menyusun tefra tersebut. Hasilnya disebut sebagai setara batuan padat dari volume yang meletus.[1]
Perhitungan setara batuan padat juga dapat digunakan untuk mengukur ukuran letusan gunung berapi di badan planet lain, seperti Mars.[2] Namun, tantangan dalam membuat perkiraan-perkiraan ini adalah memperkirakan secara akurat densitas endapan tefra atau batuan padat, mengukur ketebalan tefra, menentukan apakah tefra terkait dengan letusan yang dipelajari atau letusan di dekatnya, dan memperkirakan perubahan yang diakibatkan oleh proses geologis lain yang mungkin kurang dipahami dibandingkan di Bumi.
Kajian signifikan tentang volume letusan setara batuan padat dari letusan Zaman PerungguLetusan Minoa di Santorini telah menyediakan data bagi arkeolog untuk lebih memahami dampak letusan terhadap perkembangan beberapa peradaban termasuk kebudayaan Yunani Kuno dan Mesir Kuno. Melalui analisis cermat terhadap endapan batu apung dan abu (termasuk contoh intilaut dalam), peneliti telah mampu membuat perkiraan volume setara batuan padat untuk setiap letusan besar Thera.[3][4]
↑"A Note on Eruption Sizes". Long Valley Observatory Volcano Hazards Program. U.S. Geological Survey. 1999-11-30. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-02-04. Diakses tanggal 2007-03-15.