0000 Galat skrip: tidak ada modul tersebut "Country2nationality". film{{SHORTDESC:0000 Galat skrip: tidak ada modul tersebut "Country2nationality". film|}}
Film ini ditayangkan perdana pada segmen Concorso internazionale dalam ajang Locarno International Film Festival 2021 di Swiss.[1] Film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas dirilis di bioskop Indonesia pada 2 Desember 2021.
Sinopsis
Ajo Kawir, seorang jagoan yang tak takut mati. Hasratnya yang besar untuk bertarung didorong oleh sebuah rahasia, ia impoten. Ketika berhadapan dengan seorang petarung perempuan tangguh bernama Iteung, Ajo babak belur hingga jungkir balik, dan dia jatuh cinta. Akankah Ajo menjalani kehidupan yang bahagia bersama Iteung dan, pada akhirnya, berdamai dengan dirinya?
Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas merupakan film ketiga yang diproduksi Palari Films setelah Aruna & Lidahnya (2018), yang berjaya memenangi dua di antara sembilan kategori yang didapat pada Festival Film Indonesia 2018. Film ini juga merupakan film panjang kelima karya Edwin setelah Aruna & Lidahnya.[2] Palari Films mengumumkan telah mengantongi hak adaptasi Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas keluaran 2014 oleh Eka Kurniawan.[3] Proses adaptasi memerlukan waktu yang lebih lama, sehingga Edwin mengajukan novel keluaran tahun yang sama, Aruna & Lidahnya karya Laksmi Pamuntjak sebagai proyek baru yang lebih dahulu diproduksi,[4] yang disebut oleh produser Meiske Taurisia sebagai adaptasi lepas dari novel tersebut karena isi film tidak sama persis dengan novelnya.[5]
Biaya produksi film ini juga ditopang oleh dana sebesar US$15.000 yang berjaya didapat sebagai ganjaran atas kemenangan naskah film dalam kategori Busan Award di Asian Project Market, Festival Film Internasional Busan 2016. Sebelumnya naskah film A Copy of My Mind arahan Joko Anwar juga berhasil mendapat dana sebesar US$10.000 sebagai ganjaran kemenangan di kategori CJ Entertainment Award pada festival film yang sama.[6]
Pemilihan pemeran
Bersamaan dengan pengumuman film ini, aktris Ladya Cheryl diumumkan akan memerankan karakter Iteung. Hal ini menandakan kembalinya Ladya ke dunia akting setelah terakhir kali membintangi film dokumenter Flutter Echoes and Notes Concerning Nature pada tahun 2015.[7] Pada November 2020, Marthino Lio dan Sal Priadi bergabung memerankan tokoh utama Ajo Kawir dan Tokek, berurutan. Film ini menjadi debut Sal di dunia seni peran.[8]Reza Rahadian dan Ratu Felisha diumumkan menjadi tambahan terkini dalam film tersebut pada Juli 2021.[9]
Pengambilan gambar
Pengambilan gambar telah dimulai dari sekitar Februari sampai Maret 2020 dan mengambil tempat di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, namun produksi dihentikan akibat pandemi COVID-19. Pengambilan gambar dilanjutkan sekitar 6 bulan kemudian.[10][11] Sinematografer Akiko Ashizawa menggunakan film 16 mm agar film ini memberikan perasaan lawas, seperti latar waktu film.[12]
Pada Juli 2021, agensi film The Match Factory mengumumkan bahwa mereka telah memperoleh hak distribusi film ini.[14] Film ini dirilis di bioskop Indonesia pada 2 Desember 2021.[15]