Plot
Linda Liddle adalah manajer bagian rencana dan strategi perusahaan yang cerdas, namun kerap canggung secara sosial. Ia menaruh harapan besar pada promosi yang telah lama dijanjikan oleh Tuan Preston, pemilik perusahaan. Suatu hari, Bradley Preston, putra pemilik perusahaan datang ke kantor menggantikan ayahnya sebagai CEO perusahaan. Harapan Linda pupus seketika, karena posisi tersebut justru diberikan kepada Donovan, karyawan baru yang juga teman lama Bradley sewaktu kuliah. Dengan dalih menganggapnya tidak higienis karena makan di meja kerja, Bradley berencana untuk memutasinya ke cabang perusahaan di luar negeri.
Mengetahui bahwa bukan dirinya yang dipromosi, Linda datang menemui Bradley dan memprotes kebijakannya. Bradley secara blak-blakan menjelaskan bahwa Linda kurang cocok menjadi wakil presiden perusahaan karena Linda dinilai kurang bisa bersosialisasi dengan baik. Masih membutuhkan kemampuan Linda, Bradley terpaksa mengajak Linda bergabung dalam perjalanan bisnis ke Bangkok bersama Donovan dan dua eksekutif lain untuk menuntaskan merger perusahaan. Di tengah penerbangan, Donovan mempermalukan Linda dengan memutar rekaman audisinya untuk acara Survivor, mengekspos ambisi dan sisi rapuhnya di hadapan rekan kerja. Tak lama kemudian, situasi berubah drastis: pesawat dihantam badai, mesin mati, dan ketinggian anjlok tajam. Dalam kepanikan dekompresi eksplosif, Donovan mencoba mencekik Linda demi merebut kursinya—sebuah tindakan putus asa yang berujung fatal ketika Linda menusuknya dengan garpu. Satu per satu penumpang tersedot keluar; hanya Linda dan Bradley yang tersisa sebelum pesawat jatuh ke laut. Linda berhasil menyelamatkan diri, berenang ke permukaan, dan bertahan dengan berpegangan pada puing-puing.
Ia terbangun keesokan paginya di sebuah pulau terpencil di Teluk Thailand. Di sana, ia menemukan Bradley masih hidup, meski dalam kondisi kaki terluka dan tak sadarkan diri. Tanpa bantuan siapa pun, Linda mulai beradaptasi untuk bertahan hidup dengan membangun tempat berlindung, mencari makanan, dan mendapatkan air. Bradley, yang sepenuhnya bergantung padanya, awalnya tetap mempertahankan sikap superiornya. Untuk membuatnya jera, Linda meninggalkannya selama dua hari. Ketika ia kembali, Bradley berada dalam keadaan memprihatinkan karena dehidrasi. Ketangguhan Linda semakin terlihat nyata, setelah ia berburu dan membunuh seekor babi hutan. Suatu ketika, saat sedang menjelajah pulau sendirian, ia melihat sebuah perahu yang tidak jauh di sisi lain pulau. Linda memutuskan untuk tidak berteriak minta tolong, mengetahui bahwa di pulau tersebut ia memiliki posisi yang lebih tinggi dibandingkan Bradley. Bradley akhirnya mengakui otoritas Linda, setelah dia merasa kesulitan saat mencoba bertahan hidup sendirian.
Seiring pemulihan Bradley, Linda mulai mengajarinya kemampuan-kemampuan untuk bertahan hidup, sambil memperingatkan agar tidak mendekati sisi lain pulau dengan alasan dipenuhi tanaman beracun. Pada suatu malam yang lengang, ditemani anggur buah racikannya sendiri, Linda membuka masa lalunya. Linda pernah menikah tapi tidak bahagia menjalani kehidupan pernikahannya sampai kemudian suaminya meninggal akibat kecelakaan mobil. Linda mengaku bahwa di hari kecelakaan tersebut, dia bertengkar hebat dengan suaminya, yang kemudian membuatnya sengaja membiarkan suaminya mengemudi dalam keadaan mabuk. Hubungan antara Bradley dan Linda mulai berkembang setelah Linda secara tidak sengaja melihat Bradley mandi, dan mereka berpelukan saat berlindung bersama di sebuah gua pada saat terjadinya badai hebat. Suatu hari Bradley menawarkan diri untuk memasakkan makan malam untuk Linda. Makan malam tersebut itu ternyata hanyalah tipu muslihat Bradley, karena ia telah menaruh beri beracun di dalam makanan, sehingga membuat Linda keracunan. Melihat Linda roboh, Bradley langsung mengeluarkan rakit yang telah dibuatnya diam-diam dan mencoba meninggalkan pulau tersebut. Upaya tersebut gagal karena rakit hancur dihantam ombak dan membuat Bradley tenggelam. Linda yang masih dalam keadaan keracunan berhasil menyelamatkannya dan menyeretnya ke pantai. Balas dendam Linda datang dalam bentuk yang lebih kejam dan terukur. Ia melumpuhkan tubuh Bradley dan membuatnya mati rasa dengan gurita beracun, lalu berpura-pura seperti sedang memotong alat kelaminnya, sebelum menunjukkan pada Bradley bahwa yang dipotongnya adalah seekor tikus disertai dengan sebuah ancaman untuk menunjukkan dominasinya di pulau tersebut.
Ketika sedang memetik buah sendirian, Linda bertemu Zuri, tunangan Bradley, yang datang bersama kapten perahu, setelah pencarian resmi dihentikan. Ancaman terhadap “kehidupan baru” yang telah ia bangun memicu keputusan ekstrem: Linda menuntun mereka ke tebing yang rapuh dan secara sengaja memukul kapten perahu yang mencoba menolong Zuri yang terperosok jatuh, sehingga menyebabkan keduanya tewas. Sejak kembali, Linda menjadi sering menyendiri dan hanya tidur seharian karena merasa bersalah telah membunuh mereka berdua. Sementara itu, Bradley yang berburu secara tidak sengaja menemukan jasad Zuri yang terkubur di pantai. Dipenuhi kemarahan, Bradley segera berlari untuk mengkonfrontasi Linda. Linda berdalih bahwa kematian itu kecelakaan, di mana Bradley menolak untuk percaya. Konfrontasi mereka berubah menjadi perkelahian brutal: Bradley mencungkil mata Linda, dan Linda membalas dengan tusukan di perut yang memaksa Bradley melarikan diri ke sisi lain pulau. Di sana, ia menemukan sebuah rumah pantai mewah—tempat yang selama ini disembunyikan Linda. Ketika Linda menyusul, ia akhirnya mengungkap segalanya: ia tahu tentang rumah itu sejak awal, dan ia dengan sengaja menjatuhkan Zuri serta kapten perahu hingga tewas. Dengan senapan di tangan, ia menekan Bradley. Dalam keputusasaan, Bradley berlutut, mengaku telah jatuh cinta, dan memohon pada Linda untuk tinggal bersamanya di pulau tersebut. Namun Linda menyadari kebohongan Bradley, setelah melihat hilangnya tanduk dari sebuah hiasan ruangan. Bradley berhasil menggores tangan Linda dan merebut senapan dari tangan Linda, tapi ia mendapati senjata itu kosong saat menembakkannya. Linda mengakhiri semuanya dengan menghantam Bradley dengan stik golf hingga tewas.
Setahun kemudian, dunia melihat cerita yang berbeda. Linda yang menjadi satu-satunya penyintas tragedi kecelakaan pesawat menjelma menjadi figur publik yang kaya, memesona, dan dielu-elukan oleh banyak orang. Ia memanfaatkan simpati publik, menjual kisahnya melalui memoar laris yang kini diadaptasi ke layar lebar. Di sebuah turnamen golf amal selebritas, ia berdiri dengan percaya diri, merangkum filosofi hidup barunya dalam satu kalimat tajam: “Tidak ada pertolongan yang akan datang—jadi lebih baik kau mulai menyelamatkan dirimu sendiri.”
Penerimaan
Box office
Hingga 22 Maret 2026, Send Help telah memperoleh pendapatan kotor sebesar 65 juta dolar Amerika di Amerika Serikat dan Kanada, serta 29 juta dolar di wilayah lain, dengan total pendapatan global mencapai 94 juta dolar.[4][3]
Di Amerika Serikat dan Kanada, Send Help ditayangkan bersamaan dengan Iron Lung, Shelter, dan Melania, dan diproyeksikan meraup 14–17 juta dolar dari 3.475 bioskop pada akhir pekan pembukaannya.[2] Film ini menghasilkan 7,2 juta dolar pada hari pertama penayangan, termasuk 2,2 juta dolar dari pemutaran perdana pada Kamis malam. Pada akhirnya, film ini mencatat debut sebesar 19,1 juta dolar dan menempati posisi teratas box office.[28][29] Pada akhir pekan berikutnya, pendapatan film turun 48%, menghasilkan 10 juta dolar.[30] Film ini kemudian meraup 8,9 juta dolar pada akhir pekan ketiga, dan 4,5 juta dolar pada akhir pekan keempat.[31][32]
Tanggapan kritikus
Di situs web agregator pengulas Rotten Tomatoes, 93 dari 274 ulasan kritikus positif. Konsensus situs web menyatakan: "Dengan memanfaatkan kecenderungan sutradara Sam Raimi terhadap kekacauan yang diatur dengan cerdik, Send Help tidak membutuhkan bantuan tambahan untuk menghadirkan ketegangan berkat penampilan penuh energi dari Rachel McAdams dan Dylan O'Brien, serta naskah yang tajam dan licik."[33] Di situs Metacritic, yang menggunakan sistem penilaian rata-rata tertimbang, film ini mendapatkan skor 75 dari 100, berdasarkan 40 kritikus, yang menunjukkan ulasan yang "secara umum baik.".[34] Penonton yang disurvei oleh CinemaScore memberikan nilai rata-rata "B+" untuk film ini dalam skala A+ hingga F.[35][36]
Alison Foreman dari IndieWire memberikan nilai A− untuk film ini, dan menyebutnya sebagai "sangat menghibur dengan potensi untuk menjadi abadi".[37] Michael Phillips dari San Francisco Chronicle menulis, "Secara sederhana, film ini menjadi ajang pertunjukan bagi O'Brien dengan gaya meratap yang ditahan secara artistik, dan terutama bagi McAdams dengan kemampuan bertransformasi yang luar biasa. Pada dasarnya, Send Help adalah Cast Away jika Wilson si bola voli adalah alat misoginis."[38] Frank Scheck dari The Hollywood Reporter menulis, "Dapat dikatakan bahwa Send Help menampilkan lebih banyak alur cerita bergaya barok daripada yang benar-benar diperlukan dan mulai kehilangan tenaga menjelang akhir. Namun klimaks yang mengejutkan, ditambah sebuah epilog yang menghibur, membuat keseluruhan cerita terasa lengkap. Penonton akan dibawa dalam sebuah perjalanan yang seru."[39] Pete Hammond dari Deadline menulis, "Send Help adalah permata film pertama tahun 2026, sebuah suguhan yang nakal sekaligus hiburan yang menyenangkan dari dunia nyata. Menonton film ini adalah sebuah kenikmatan."[40] Jeannette Catsoulis dari The New York Times mengatakan, "Mulai dari musik bernuansa jenaka karya Danny Elfman, kolaborator tetap sang sutradara, hingga nada humor gelap dan efek khusus yang sengaja dibuat menjijikkan, film ini menampilkan Raimi dalam bentuknya yang paling riang sekaligus bengkok."[41]
Amelia Emberwing dari TheWrap menulis bahwa film ini adalah "sebuah kisah yang berakar pada eksplorasi sifat manusia dan siapa sebenarnya kita ketika harus bertahan hidup, baik dalam arti harfiah maupun kiasan".[42] Meagan Navarro dari Bloody Disgusting menulis, "Send Help penuh dengan kepribadian yang berwarna, dengan semua ciri khas Raimi."[43]