Sekolah Perwira Prajurit Karier (disingkat SEPA PK) atau dahulu bernama Sepamilsuk dan Sepawamil adalah sekolah pembentukan Perwira di Indonesia yang sumbernya berasal dari lulusan Sarjana atau Diploma dari perguruan tingginegeri dan swasta. Jenjang akademik yang bisa masuk sekolah pendidikan perwira ini adalah D3, D4, S1, dan S1 Profesi dari semua jurusan (tergantung kebutuhan TNI).
Awalnya sekolah ini berada di bawah kendali Akademi Militer, yakni Resimen Chandradimuka dan Satdik PA PK hingga tahun 2010. Setelah tahun 2011, sekolah ini berada di bawah kendali Pusat Pendidikan Pertama (Pusdikma) Kodiklat TNI, yang bertujuan untuk membentuk para Sarjana menjadi Perwira Pertama (Pama) dengan pangkat Letnan Dua (Letda) saat pelantikan. Mereka terdiri atas 3 angkatan di TNI, yaitu TNI AD, TNI AL dan TNI AU.
SEPA PK sebagai calon perwira melaksanakan pendidikan di Akademi TNI, Magelang yang berlangsung lebih kurang 7 bulan, yang dibagi menjadi beberapa tahapan (tingkat) pendidikan, yaitu:
Diksarit (Pendidikan Dasar Keprajuritan): PangkatCaprasis (Calon Prajurit Siswa) merupakan pembentukan dasar prajurit yaitu peralihan sipil menjadi seorang militer, melatih dasar keprajuritan, memiliki sikap dan perilaku menjadi prajurit professional, memiliki fisik yang samapta, jiwa juang yang tinggi, dan mampu bekerja di bawah tekanan.
Diksargolpa (Pendidikan Dasar Golongan Perwira): Pangkat Prasis (Prajurit Siswa) merupakan pembentukan dasar ilmu keperwiraan dan menjadi leader serta managerial dalam militer, memiliki kepemimpinan yang tangguh, penguasaan, keluasan, dan kedalaman ilmu pengetahuan dan teknologi terkait militer dan kesamaptaan jasmani untuk mendukung pelaksanaan tugas.
Diksargol lanjutan/Dikmatra (Pendidikan Dasar Golongan Lanjutan/Pendidikan Kematraan): Pangkat Sersis (Sersan Siswa) merupakan pendidikan penyesuaian sesuai matra masing-masing sebagai calon perwira.
Setelah menjalani Pendidikan Pertama Prajurit Karir TNI (DIKMAPA PK TNI) selama 7 bulan sesuai tahapan-nya maka akan dilantik melalui Prasetya Perwira (Praspa) menjadi Letnan Dua (Letda) dan masing-masing perwira tersebut melanjutkan pendidikan lanjutan di matra masing-masing: Matra Darat di Kodiklat TNI AD (sesuai kejuruan), Matra Laut di Kodiklatal, Surabaya dan Matra Udara di Kodiklatau di AAU, Yogyakarta.
Pangkat Pendidikan DIKMAPA PK TNI, (kiri) Caprasis/Calon Prajurit Siswa, (tengah) Prasis/Prajurit Siswa, (kanan) Sersis/Sersan Siswa.Lulusan pendidikan pertama yang akan disematkan pangkat Letnan Dua (Letda)
Persyaratan
Persyaratan umum
Warga Negara Indonesia Pria/Wanita, bukan prajurit TNI/Polri/PNS.
Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Setia kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Berumur setinggi-tingginya 32 tahun bagi yang berijazah D4, S-1, dan S-1 Profesi
Tidak kehilangan Hak untuk menjadi Prajurit TNI, berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.
Sehat jasmani, rohani dan bebas narkoba.
Tinggi badan minimal pria 160cm dan wanita 155cm, dengan berat badan seimbang.
Bersedia menjalani Ikatan Dinas Pertama (IDP) selama 10 tahun dihitung mulai saat dilantik menjadi perwira TNI.
Bersedia ditugaskan diseluruh wilayah NKRI.
Menyertakan Surat Keterangan Bersih Diri (SKBD).
Tidak memiliki catatan kriminal yang dikeluarkan secara tertulis oleh Polri.
Bagi karyawan harus mendapat persetujuan dari instansinya dan sanggup membuat pernyataan diberhentikan dengan hormat dari pimpinan instansi yang bersangkutan bila lulus seleksi dan masuk Dikma.
Persyaratan Khusus
Persyaratan IPK untuk jurusan / program studi Akreditasi ”A” adalah 2,75 bagi yang berijazah D4, S-1, dan S-1 profesi.
Persyaratan IPK untuk jurusan / program studi Akreditasi “B” adalah 3,00 bagi yang berijazah D4, S-1, dan S-1 profesi.
Bagi jurusan S.1 Profesi dari perguruan tinggi Negeri atau Swasta dengan melampirkan Fotocopy Sertifikat Akreditasi yang dikeluarkan oleh BAN-PT untuk Program Studinya dan telah lulus Uji Kompetensi Profesi serta Dapat menunjukkan Surat Tanda Selesai Internship dan Surat Tanda Registrasi yang masih aktif.
Jurusan/Program Studi S-1/D4 dari perguruan tinggi Negeri atau Swasta sesuai Jurusan/Program Study yang ditentukan dengan melampirkan Fotocopy Sertifikat Akreditasi yang dikeluarkan oleh BAN-PT untuk Program Studynya.
Untuk pendaftar yang sudah menikah, bagi wanita tidak memiliki anak yang masih dalam masa menyusui dan sanggup tidak hamil selama menjalani Dikma.
Lulus pemeriksaan/pengujian baik didaerah maupun di Pusat yang meliputi Administrasi, Kesehatan, Kesamaptaan Jasmani, Psikologi, Psikotes, Mental Ideologi, Akademik dan Pantukhir (Pusat).
Menyertakan Surat keterangan bebas Narkoba dan surat kesehatan dari Rumah Sakit Pemerintah pada saat daftar ulang ditempat pendaftaran.
Wajib membawa surat keterangan bebas Covid-19.
Tahapan Seleksi
Materi Rik/Uji awal di daerah yaitu:
Administrasi
Kesehatan
Kesamaptaan Jasmani
Mental Ideologi
Psikologi
Materi Rik/Uji tingkat Pusat yaitu:
Administrasi
Kesehatan
Kesamaptaan Jasmani
Mental Ideologi
Psikologi
Akademik
Pantukhir Pusat
Prasetya Perwira
Prasetya Perwira (disingkat Praspa) adalah upacara pelantikan dan pengambilan sumpah atau janji bagi para calon Perwira Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang telah menyelesaikan pendidikan pertama. Upacara ini sebagai tanda resmi dimulainya pengabdian mereka sebagai perwira pertama (Pama) dengan pangkat Letnan Dua (Letda). Namun, pada beberapa Pama dengan profesi tertentu ada yang dilantik dengan pangkat Letnan Satu (Lettu) maupun Kapten.
Momentum Praspa ini tidak hanya memiliki makna administratif, tetapi juga menjadi simbol lahirnya pemimpin militer yang berintegritas, profesional, serta siap mengabdikan kemampuan akademik dan keahlian profesinya bagi kepentingan pertahanan negara.
Jalur Perwira Prajurit Karier menjadi salah satu instrumen strategis TNI dalam memenuhi kebutuhan Sumber Daya Manusia yang memiliki kompetensi khusus, seperti bidang kesehatan, psikologi, teknik, hukum, teknologi informasi, dan disiplin ilmu lainnya. Sejak mengucapkan sumpah perwira, mereka memikul amanah besar untuk menjunjung tinggi Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI dalam setiap langkah pengabdiannya. Pangkat yang disandang bukan sekadar simbol kehormatan, tetapi juga amanah kepemimpinan yang menuntut integritas, keberanian, kecerdasan, dan jiwa keteladanan dari seorang Perwira.
Pada setiap momen Praspa juga dilaksanakan penganugerahan penghargaan Trisura Jalu Wiratama kepada para perwira lulusan terbaik tiap matra, sebagai penghargaan tertinggi bagi para Perwira lulusan PA PK atas prestasi, integritas, dan karakter kepemimpinan yang telah teruji selama menempuh pendidikan pertama.
Trisura Jalu Wiratama merupakan penghargaan tertinggi bagi Perwira lulusan PA PK layaknya Adhi Makayasa[1] bagi lulusan Akademi Militer, sebagai lulusan terbaik atas prestasi, integritas, dan karakter kepemimpinan yang telah teruji selama menempuh pendidikan.
Predikat Trisura Jalu Wiratama diberikan kepada perwira yang mampu menunjukkan keunggulan secara menyeluruh (Tri Pola Dasar), yakni akademik, jasmani, dan sikap perilaku. Dengan demikian, penghargaan ini mencerminkan filosofi pembentukan perwira TNI yang utuh, yaitu: cerdas dalam berpikir, tangguh dalam bertindak, dan luhur dalam bersikap.
Adapun peraih penghargaan Trisura Jalu Wiratama yang terkenal saat ini berkarir dalam Kabinet Merah Putih, yaitu Bapak Sugiono, yang merupakan lulusan angkatan tahun 2002, menjabat sebagai Menteri Luar Negeri RI. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR-RI (2019-2024).
Selanjutnya Bapak Ossy Dermawan (angkatan 2001) yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang RI. Ia mengikuti program beasiswa S1 dari Norwich University, MIlitary School of Vermont di Amerika Serikat. Ia meraih prestasi menjadi lulusan terbaik pula (valedactorian) pada tahun 2000 dan merupakan orang asing lulusan terbaik pertama sejak universitas ini berdiri di tahun 1819.
Peraih Trisura Jalu Wiratama angkatan tahun 2004 adalah Erik Alamsyah Sinaga yang pernah menjabat sebagai Dandenpom VI/2 Banjarmasin. Angkatan 2005 yaitu Imam Subekti pernah menjabat sebagai Danyon di Batalyon Infanteri Raider Khusus 744/Satya Yudha Bhakti dan menjadi Dandim di Kodim 1625/Ngada.
Adapun peraih Trisura Jalu Wiratama dari matra darat (TNI AD) dari tahun 2000 hingga sekarang, sebagai berikut:
Tahun
Penerima (TNI AD)
2000
Letda Inf Dodi
2001
Letda Kav Ossy Dermawan
2002
Letda Inf Sugiono
2003
Letda Czi Fabiando
2004
Letda Cpm Erik Alamsyah Sinaga
2005
Letda Inf Imam Subekti
2006
Letda Inf Sujadi Dwi Setiyanto
2007
Letda Inf Freddy Andri R. Simanjuntak
2008
Letda Ckm dr. Iervan Churniawan
2009
Letda Cke Anggun Darumoyo
2010
Letda Ckm dr. Sibin Chandra
2011
Letda Inf Tiar Saputra
2012
Letda Cpn Stevanus Alvin Susanto
2013
Letda Cke Wisnu Ponco Rahardjo
2014
Letda Cpm Gede Cadhu Wibawa
2015
Letda Cke Munandar
2016
Letda Cpl Muhammad Choirul Arifin
2017
Letda Ckm dr. Ando Amandino
2018
Letda Ckm dr. Vito Cambodiawan
2019
Letda Ctp Zulhan Effendi
2020
Letda Czi Wahyu Winarno
2021
Letda Czi Muhammad Abdul Qohar
2022
Letda Ckm dr. Hafizh Ridwan Maulana
2023
Letda Caj Hiras Valentinus Manurung
2024
Letda Cpm Irwansyah Kurniawan
2025
Letda Ckm dr. Kevin Kristianto
2026
A. Letda Czi Satria Aqilla Widyatama
B. Kapten Ckm dr. Marliando Satria P. Fatur
Lulusan Terkenal
Sebagai perwira yang berasal dari kalangan Sarjana dan Diploma berbagai disiplin ilmu, lulusan PA PK membawa keahlian profesional yang dipadukan dengan jiwa kemiliteran. Karena itu, para Perwira diharapkan dapat menjadi teladan dalam pengabdian, mampu menjawab tantangan zaman, serta memberikan kontribusi nyata bagi TNI, bangsa, dan negara.
Karir militer para perwira lulusan PA PK berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan keahlian dan kompetensi yang dimiliki. Ada yang menjadi Dosen, Dokter, Danden, Danyon, Pabandya, Dandim, Danrem, dan lain sebagainya.
Lulusan yang saat ini berkarir dan menjabat sebagai Danrem di Korem 061/Suryakancana, yaitu Brigjen TNI Thomas Rajunio (Korps Inf, Angkatan 2001) yang sebelumnya menjabat sebagai Danbrigif 1/Jaya Sakti dan Danrindam Jaya. Selanjutnya Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait (Korps Arm, Angkatan 2001) sebagai Karo Infohan Setjen Kemhan, yang sebelumnya menjabat sebagai Dandim di Kodim 0507/Bekasi.
Kolonel Kav Tofan Tri Anggoro dari Angkatan 2002 menjabat sebagai Kasi Ren Korem 133/Nani Wartabone, Kodam XIII/Merdeka, yang sebelumnya menjabat sebagai Dandim di Kodim 0502/Jakarta Utara.
Kolonel Inf Paulus Pandjaitan (angkatan 2004) yang saat ini menjabat sebagai Danbrigif 18/Trisula dan pernah menjadi Aspenmil PTRI di New York, Amerika Serikat dan malang melintang di satuan Kopassus.