Sejarah Brasil telah dimulai jauh sebelum kedatangan bangsa Eropa, Brasil telah dihuni dan didiami oleh berbagai suku selama ribuan tahun. Kebudayaan Marajoara, situs Kuhikugudan dan kerajaan Huetar, mewarnai peradaban awal di hutan hujan Amazon. Bangsa Portugis mendarat di wilayah yang disebut "Dunia Baru" pada tanggal 22 April 1500, dipimpin oleh Pedro Álvares Cabral, seorang penjelajah yang sedang dalam perjalanan ke India di bawah naungan Kerajaan Portugal dan dukungan Gereja Katolik.[1]
Portugis mendirikan 15 koloni di sebelah timur laut pantai atlantik, sesuai garis Tordesilas. Republik Belanda pernah menaklukkan hampir setengah wilayah Brasil pada saat itu tahun 1630. Perusahaan Hindia Barat Belanda mendirikan koloni di sana hingga 1654, sebelum jatuh kembali ke tangan Portugis. Selama perang napoleon, Prancis menduduki kerajaan Portugal, raja dan seluruh keluarganya melarikan diri ke Brasil. Koloni Brasil lalu diangkat statusnya menjadi kerajaan. Kerajaan yang terpisah antara Portugal, Brasil, dan Algarve disatukan dengan status Kerajaan Bersatu oleh undang-undang yang dikeluarkan pada 16 Desember 1815.
Setelah revolusi liberal 1820 di Portugal, sang raja kembali ke Eropa, meninggalkan penerusnya untuk menguasai wilayah Kerajaan Bersatu di benua Amerika (kerajaan Brasil). Pangeran Pedro, putra dari João VI, menyatakan kemerdekaan Brasil pada tahun 1822, Ia lalu menjadi kaisar Pedro I dari Brasil. Pedro juga sempat menjadi raja Portugal sesaat, kemudian digantikan oleh putrinya, sehingga ia tetap menjabat kaisar hingga kematiannya tahun 1831.
Tahun 1828, Provinsi Cisplatina merdeka dari Brasil, menjadi negara Uruguay, daerah paling selatan yang dianeksasi kerajaan bersatu dari Argentina. Kekaisaran Brasil mengalami masa kejayaannya di bawah kekuasaan kaisar Pedro II. Namun tak lama kemudian Republik Brasil pertama diproklamasikan tahun 1889 melalui kudeta tanpa menggunakan kekerasan, melengserkan Kaisar Brasil, Dom Pedro II, dan Presiden Dewan Menteri Kekaisaran, Alfonso Celso. Ketidakstabilan politik yang semakin meningkat di dalam republik menyebabkan kejatuhannya pada tahun 1930, ketika kudeta militer yang dipimpin oleh Getúlio Vargas menggulingkan republik tersebut.[2]
Dari tahun 1930 hingga 1945, Brasil diperintah oleh Vargas dalam kediktatoran otoriter. Selama masa pemerintahannya, Brasil berpartisipasi dalam Perang Dunia II di pihak Sekutu. Pada tahun 1945, Vargas digulingkan, dari tahun 1945 hingga 1964, demokrasi sempat dipulihkan pada Republik Brasil Keempat. Pada tahun 1964, kediktatoran militer kembali didirikan melalui kudeta militer dengan dukungan dari Amerika Serikat. Di bawah kepemimpinan Presiden Emílio Garrastazu Médici, dari tahun 1969–1974, Brasil mengalami apa yang disebut sebagai "Keajaiban Brasil". Rezim tersebut memerintah hingga tahun 1985, setelah itu pemerintahan sipil dan demokrasi dipulihkan.