Secretlab adalah perusahaan furnitur asal Singapura yang didirikan oleh Ian Ang dan Alaric Choo pada tahun 2014. Perusahaan ini utamanya merancang dan memproduksi kursi gaming.
Sejarah
Secretlab didirikan sebagai perusahaan rintisan pada bulan Desember 2014[6] oleh mantan pemain profesional esportsIan Alexander Ang dan Alaric Choo,[7] yang keduanya merupakan spesialis dalam permainan StarCraft II.[8] Modal awalnya, yang berasal dari tabungan kedua pendirinya, adalah sebesar S$50.000,[9] dan sebagian besar digunakan untuk penelitian dan pengembangan.[10] Produk pertama perusahaan ini adalah sebuah kursi gaming, Secretlab Throne V1,[9] yang diluncurkan pada bulan Maret 2015.[11] Dua kursi lainnya, Throne V2 dan Omega, dirilis pada bulan Oktober 2015.[12] Pada tahun 2020, perusahaan ini berhasil menjual kursinya yang ke sejuta.[13]
Pada tahun 2020 dan 2021, selama pandemi COVID-19, permintaan untuk kursi perusahaan melonjak tajam, sebagian disebabkan oleh para pekerja kantoran yang harus bekerja dari rumah.[4][14] Pada bulan April 2021,[15] perusahaan tersebut memperkenalkan Magnus, sebuah meja logam magnetik.[16]
Fasilitas dan mitra
Perusahaan ini mengoperasikan kantor pusat perusahaan, fasilitas penelitian dan pengembangan, serta arena permainan esports di sepanjang Braddell Road, Singapura. Perusahaan ini juga memiliki sebuah pabrik di Tiongkok.[17] Perusahaan ini telah beberapa kali bermitra dengan penyelenggara turnamen esports resmi, di mana kemitraan tersebut melibatkan Secretlab dalam menyediakan kursi bagi para pemain.[18] Melalui kerja sama dengan HBO, perusahaan ini memperkenalkan kursi gaming bertema Game of Thrones.[19]
Penjualan dan keuangan
Pada bulan Agustus 2019, Heliconia Capital Management, anak perusahaan dari dana kekayaan kedaulatan Singapura Temasek Holdings, membeli saham minoritas di perusahaan tersebut, yang menyebabkan kapitalisasi pasarnya dilaporkan mencapai S$200–300 juta.[20] Secretlab melaporkan pengiriman kursi tahun 2020 berjumlah "setidaknya" 500.000 unit. Untuk tahun fiskal 2020, laba operasional tahunan dan pendapatan diperkirakan masing-masing sebesar S$70 juta dan S$350 juta.[4] Pada Maret 2021, Tech in Asia memperkirakan bahwa perusahaan tersebut "berada dalam jarak dekat untuk melampaui valuasi US$1 miliar", sehingga menjadikannya sebagai sebuah unicorn.[4]
Penerimaan produk
PC Gamer menobatkan Secretlab Omega 2020 sebagai kursi gaming terbaik tahun 2019, memujinya karena sandaran tangan yang dapat disesuaikan;[21] produk yang sama juga dinobatkan sebagai kursi gaming terbaik tahun 2020 oleh GamesRadar+.[4][22]T3 menyebut Magnus sebagai aksesori gaming terbaik tahun 2021,[23] sementara IGN mencantumkan Titan Evo 2022 sebagai kursi gaming terbaik tahun 2022.[24] Pada tahun 2020, terdapat keluhan bahwa lapisan kursi tertentu terkadang mengelupas; Ang berkomentar bahwa hal ini disebabkan oleh kelembapan tinggi yang tidak terduga dan masalah tersebut sedang ditangani.[5][9]
Sebuah studi tahun 2022 dari Universitas California, Berkeley membandingkan Secretlab Titan Evo, yang dudukan kursinya dibuat dengan busa cold cure, dengan kursi berbahan jaring (mesh). Subjek diminta melakukan berbagai tugas di kedua kursi tersebut sebagai bagian dari uji buta (blind test) selama 8 jam yang berlangsung selama dua hari. Hasilnya menunjukkan bahwa kemampuan penopang, distribusi tekanan dudukan, dan "kinerja subjektif pada tugas berbasis komputer" lebih baik dengan Titan Evo. Namun, studi tersebut juga menemukan "perbedaan minimal dalam hal kenyamanan, ketidaknyamanan, dan rasa sakit saat duduk di kursi jaring yang dapat disesuaikan sepenuhnya dibandingkan dengan kursi busa yang dapat disesuaikan sepenuhnya."[25]
↑Afterman, Melissa; Houghton, Frederick; Honan, Meg; Barr, Alan; Harris-Adamson, Carisa (2022). "Impact of Seat Material on Comfort, Preference and Performance During Computer-Based Tasks over a Prolonged Bout of Sitting". Proceedings of the Human Factors and Ergonomics Society Annual Meeting. 66 (1): 863–867. doi:10.1177/1071181322661483.