Pengukuran satelit dengan laser atau Satellite laser ranging (disingkat: SLR) adalah metode untuk menentukan jarak ke satelit yang berada pada orbit geosentris. Metode ini menggunakan observatoriumastronomi yang dilengkapi dengan laser yang memancarkan pulsa cahaya ultrasingkat. Pulsa tersebut mengenai satelit dan dipantulkan kembali ke stasiun, kemudian waktu perjalanan pulang-pergi diukur dengan menggunakan kecepatan cahaya. Pengukuran ini memiliki presisi hingga tingkat milimeter dan dapat diakumulasi untuk menghasilkan perhitungan orbit yang akurat serta mendukung pengumpulan berbagai data ilmiah. Beberapa satelit dilengkapi dengan retroreflector, namun metode SLR juga dapat diterapkan pada puing-puing antariksa tanpa perangkat tersebut.[1]
SLR merupakan teknik geodesi yang digunakan untuk studi sistem Bumi, atmosfer, dan lautan. Metode ini digunakan untuk menentukan posisi geosentris satelit Bumi dengan presisi tinggi, sehingga memungkinkan kalibrasi instrumen seperti altimeter radar dan pemisahan antara perubahan jangka panjang pada instrumen dengan perubahan sekuler pada topografi laut. Kemampuan SLR dalam mengukur variasi medan gravitasi Bumi seiring waktu dan memantau pergerakan jaringan stasiun terhadap geosenter, serta memonitor pergerakan vertikal dalam sistem absolut, digunakan dalam pemodelan dan evaluasi perubahan iklim jangka panjang.[2]
Beberapa aplikasi SLR mencakup penyediaan sistem referensi untuk post-glacial rebound (pergerakan kerak bumi setelah lepasnya beban es dari periode glasial), tektonik lempeng, perubahan permukaan laut, dan volume es.[3] Penentuan redistribusi massa temporal dari sistem Bumi padat, lautan, dan atmosfer.[4] Penentuan parameter orientasi Bumi, termasuk koordinat kutub dan variasi panjang hari.[5] Penentuan orbit satelit buatan dengan atau tanpa perangkat aktif di dalamnya.[6][7] Pemantauan respons atmosfer terhadap variasi musiman pemanasan matahari.[8] SLR juga digunakan untuk memverifikasi prediksi teori relativitas umum, termasuk efek frame-dragging.
Stasiun SLR merupakan bagian dari jaringan internasional observatorium geodetik antariksa, yang juga mencakup sistem VLBI, GPS, DORIS, dan PRARE. Pada sejumlah misi, SLR menyediakan redundansi ketika sistem pelacakan radiometrik lainnya mengalami kegagalan. Data SLR digunakan untuk mendukung pengamatan satelit global dan penelitian ilmiah yang membutuhkan presisi tinggi dalam pengukuran posisi dan pergerakan objek antariksa.[9][10]