Alexandra Sasha Luccioni merupakan ilmuwan komputer yang mengkhususkan diri dalam bidang kecerdasan buatan (AI) dan isu perubahan iklim. Penelitiannya berfokus pada pengukuran dampak lingkungan dari teknologi AI serta mendorong penerapan praktik berkelanjutan dalam pengembangan sistem pembelajaran mesin.
Kehidupan awal
Alexandra Sasha Vorobyova lahir di Ukraina pada tahun 1990. Saat dia berusia empat tahun, keluarganya pindah ke Ontario, Kanada. Kemudian, Sasha Luccioni menetap di Montreal sejak usia 21 tahun. Ketertarikannya pada bidang sains merupakan pengaruh dari ibu, nenek, dan nenek buyutnya yang berkarier di bidang tersebut.[1]
Pendidikan
Pada tahun 2010, Luccioni memperoleh gelar sarjana dalam bidang ilmu bahasa dari Universitas Paris III: Sorbonne Nouvelle. Kemudian, dia menyelesaikan gelar magister dalam bidang ilmu kognitif, dengan minor dalam pemrosesan bahasa alami, di École normale supérieure di Paris pada tahun 2012.[2] Luccioni memperoleh gelar doktor dalam bidang komputasi kognitif dari Université du Quebec à Montréal (UQAM) pada tahun 2018.
Karier
Luccioni mengawali kariernya di Nuance Communications pada tahun 2017. Pekerjaannya di perusahaan tersebut berfokus pada teknik pemrosesan bahasa alami (natural language processing) dan pembelajaran mesin (machine learning) untuk meningkatkan kemampuan percakapan pada perangkat lunak komputer. Pada tahun 2018, dia bergabung dengan AI/ML Center of Excellence Morgan Stanley yang bekerja pada kecerdasan buatan (AI). Sebagai anggota pendiri Climate Change AI (CCAI) dan anggota dewan Women in Machine Learning (WiML), ia mengkatalisasi perubahan yang berdampak, menyelenggarakan acara, dan menjadi mentor bagi kelompok minoritas yang kurang terwakili dalam komunitas AI.
Setelah meraih gelar doktor pada tahun 2019, dia menjadi seorang peneliti di Université de Montréal dan Mila dan berkolaborasi dengan ilmuwan komputer, Yoshua Bengio, dalam proyek This Climate Does Not Exist untuk memvisualisasikan dampak dari perubahan iklim. Selain itu, dia juga menggabungkan keadilan dan akuntabilitas ke dalam pembelajaran mesin di Mila.
Pada tahun 2021, Luccioni sempat bekerja dengan United Nations Global Pulse dalam pengembangkan alat yang digunakan untuk memantau berbagai misinformasi yang muncul mengenai COVID-19. Kemudian, dia bergabung dengan Hugging Face yang merupakan sebuah perusahaan Prancis-Amerika yang berfokus pada AI.[3] Dia bekerja dalam menemukan cara untuk memaksimalkan dampak positif dari AI dan juga meminimalkan dampak negatif dari AI.[4] Dia berfokus pada dampak sosial dan lingkungan dari AI dengan mengembangkan alat untuk mengukur dampak AI tersebut. Selama dekade terakhir, karya yang telah dihasilkannya memberikan pemahaman yang lebih baik tentang dampak sosial dan lingkungan dari kecerdasan buatan (AI) tersebut.[5] Dia mengomunikasikan temuannya di konferensi internasional, seperti TED Talk.[6]
Ia menggunakan Kecerdasan Buatan untuk Memvisualisasikan Dampak Perubahan Iklim[11] Proyek ini dimulai pada tanggal 15 April 2020 dan berakhir pada tanggal 25 Februari 2021 di Kanada