Samuel Cipta Darmadji (lahir 1 Mei 2003) adalah penyanyi asal Indonesia. Ia merupakan kontestan Indonesian Idol musim kesepuluh yang tereliminasi di babak 10 besar. Sebelum itu, Samuel juga pernah menjadi kontestan Indonesian Idol Junior musim kedua dan mencapai babak 14 besar sebelum tersisih.[1][2]
Samuel mulai mengenal musik sejak kecil dan memiliki kegemaran bernyanyi. Ketika duduk disekolah dasar, ia mengikuti les vokal dan gitar. Kegiatannya dalam bermusik berlanjut saat sekolah menengah pertama dengan mengikuti latihan grup musik secara rutin.[3]
Pada 2016, Samuel yang berusia 13 tahun tercatat sebagai siswa SMP Tunas Bangsa di Jakarta. Pada tahun yang sama, ia mengikuti musim kedua Indonesian Idol Junior dan lolos ke babak Spektakuler Show.[4]
Samuel menjalani pendidikan dari tingkat taman kanak-kanan hingga sekolah menengah atas di sekolah swasta. Saat menempuh pendidikan menengah atas, ia memilih peminatan ilmu pengetahuan alam karena memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan di bidang arsitektur. Ia menyatakan ketertarikannya pada bidang tersebut berkaitan dengan bangunan dan tata kota. Setelah menyelesaikan sekolah menengah atas, Samuel melanjutkan pendidikan tinggi dengan mengambil jurusan Strategi Komunikasi. Pemilihan jurusan tersebut didasarkan pada ketertarikannya untuk mempelajari komunikasi dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.[5]
Karier
Bakat Samuel dalam bernyanyi sudah terlihat sejak berumur 2 tahun. Ia mengikuti les vokal dan gitar sejak di bangku sekolah dasar. Sang kakeklah yang awalnya mengenalkan Samuel dengan dunia musik. Tidak hanya bernyanyi, Samuel juga memiliki kemampuan beatbox dan rap.
Samuel mempraktikkan kemampuan beatbox-nya ketika menyanyikan lagu "Best Part" dari H.E.R dan Daniel Caesar di babak Eliminasi Indonesian Idol musim kesepuluh, serta lagu "Heaven" dari Afgan, Isyana Sarasvati, dan Rendy Pandugo di babak Showcase. Dalam lagu "Gelora Asmara" dari Derby Romero yang ia bawakan di babak Spekta Top 14, Samuel menambah lirik rap yang dia buat sendiri.[6]