Salamander raksasa jepang[3] (Andrias japonicus) adalah sebuah spesies salamander yang sepenuhnya akuatik, yang endemik ke Jepang. Spesies ini ditemukan di sekujur bagian barat pulau utama Honshu, dengan populasi-populasi lebih kecil yang hadir di Shikoku dan Kyushu utara. Dengan panjang hingga 5 kaki (1,5m)[4] dan bobot hingga 55 pon (25kg),[5] spesies ini menjadi jenis salamander terbesar ketiga di dunia, setelah salamander raksasa tiongkok dan salamander raksasa tiongkok selatan yang berkerabat dekat dengan salamander raksasa jepang.
Di Jepang, hewan ini dikenal sebagai ōsanshōuo (オオサンショウウオ/大山椒魚code: ja is deprecated ), yang secara harfiah berarti "salamander raksasa". Nama lokal lainnya mencakup hanzaki[6],hanzake[7], and ankou.[6] Salamander ini pertama kali dikatalogkan oleh bangsa Eropa ketika fisikawan lokal dari Pulau Dejima di Nagasaki, Philipp Franz von Siebold, menangkap seekor salamander ini dan mengirimnya ke Leiden, Belanda, pada 1820-an. Spesies ini dijadikan sebagai sebuah monuman alami spesial pada 1951, dan dilindungi oleh Pemerintah Pusat.[8] Spesies ini menjadi salah satu dari enam spesies salamander raksasa di dunia.