Saeed Emami (Persia: سعید امامیcode: fa is deprecated ; lahir dengan nama Saeed Eslami) (14 Januari 1958–19 Juni 1999) adalah wakil menteri intelijen Iran di bawah Ali Fallahian, serta penasihat Ghorbanali Dorri-Najafabadi. Ia diangkat sebagai wakil menteri urusan keamanan dan menjadi orang kedua di Kementerian Intelijen ketika berusia 32 tahun. Ia juga dianggap sebagai perancang dan pemimpin banyak operasi intelijen dalam negeri maupun luar negeri selama dekade 1990-an, terutama yang berkaitan dengan negara-negara Barat, Israel, dan kelompok kontra-revolusioner.[1] Ia dituduh secara independen mengorganisasi pembunuhan terhadap para pembangkang, yang dikenal sebagai “pembunuhan berantai”.
Biografi
Emami lahir di Abadeh, dekat Shiraz, Iran. Pada tahun 1978, ia pindah ke Amerika Serikat dengan bantuan pamannya, Soltan Mohammad Etemad, untuk melanjutkan studi di bidang teknik mesin.[2][3]
Setelah Revolusi Iran, ia kembali ke Iran dan mulai terlibat dalam kegiatan pengumpulan intelijen. Pada tahun 1984, ketika Majelis Iran (Parlemen Iran) menyetujui pembentukan Kementerian Intelijen Iran, ia bergabung dengan kementerian tersebut dan bekerja di direktorat luar negeri pada masa Mohammad Reyshahri.[4] Belakangan, ia diangkat menjadi wakil menteri pada masa jabatan Ali Fallahian.[5] Ia juga menjabat sebagai direktur direktorat keamanan kementerian tersebut.[4]
Latar belakang
Beberapa sumber menyatakan bahwa Emami berasal dari keturunan Yahudi,[6][7][8] tetapi Ali Fallahian berpendapat bahwa “mereka hanya ingin membenarkan penangkapan dan penyiksaannya”.[9] Menurut Hamshahri, ia adalah penyangkal Holokaus pertama di Republik Islam Iran.[10]
Penangkapan dan kematian
Pada tahun 1999, setelah didakwa sebagai dalang pembunuhan berantai, Emami ditangkap dan dipenjara. Emami meninggal di penjara pada 19 Juni 1999 setelah diduga mencoba bunuh diri dengan meminum cairan penghilang rambut.[11] Para pembangkang Iran dilaporkan meyakini bahwa “ia dibunuh untuk mencegah bocornya informasi sensitif mengenai operasi-operasi MOIS, yang dapat membahayakan seluruh kepemimpinan Republik Islam”.[12]
Ia kemudian juga dituduh membantu pembelotan Abolghassem Farhad Mesbahi, mantan pejabat intelijen Iran. Mesbahi menyatakan bahwa ia melarikan diri dari Iran pada tahun 1996 setelah mantan rekannya, Emami, memperingatkannya tentang perintah pembunuhan terhadap dirinya. Mesbahi memperoleh suaka di Jerman, tempat ia menjadi saksi dalam persidangan pembunuhan restoran Mykonos, yang berkontribusi pada putusan pengadilan Jerman yang menyalahkan pejabat pemerintah Iran atas serangan tersebut serta mengeluarkan surat penangkapan terhadap mantan Menteri Intelijen Iran, Fallahian.[13] Tersirat bahwa penangkapan Emami setidaknya sebagian disebabkan oleh tindakan tersebut.[14]