Sabika binti Ibrahim Al Khalifa (bahasa Arab: سبيكة بنت إبراهيم آل خليفة; lahir di Muharraq tahun 1948) adalah istri pertama dan permaisuri Raja Bahrain, Hamad bin Isa Al Khalifa. Ia juga merupakan ibu dari Putra Mahkota Bahrain, Salman bin Hamad Al Khalifa.
Kehidupan Pribadi
Sheikha Sabika lahir pada tahun 1948 di kota Muharraq, Bahrain, di istana milik kakeknya dari pihak ayah, Sheikh Mohammed bin Isa bin Ali Al Khalifa.[1] Ia adalah putri dari pasangan Sheikh Ibrahim bin Muhammad Al Khalifa dan Sheikha Fatima binti Salman Al Khalifa. Masa kecilnya dihabiskan di kota Riffa bersama kakeknya dari pihak ibu, Salman bin Hamad Al Khalifa, yang menjabat sebagai Hakim Bahrain pada periode 1941 hingga 1960. Sabika menempuh pendidikan di berbagai sekolah di Bahrain dan kemudian melanjutkan kursus khusus di Inggris serta Prancis.[1]
Pada tanggal 9 Oktober 1968, Sabika menikah dengan sepupunya,[2] Hamad bin Isa Al Khalifa, yang kelak menjadi Raja Bahrain.[2][3] Ia merupakan istri pertama Raja Hamad. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai empat orang anak, terdiri atas tiga putra dan satu putri:[2][3]
Sebagai bentuk kecintaannya terhadap budaya Arab, Sabika menekuni dunia pemeliharaan kuda Arab. Ia dikenal karena upayanya dalam menjaga kemurnian ras kuda tersebut dan menjadikan Bahrain sebagai salah satu negara pelopor dalam perlindungan ras kuda Arab murni.[4]
Kehidupan Publik
Keterlibatan dalam Dewan Tertinggi untuk Perempuan
Pada tahun 2001, pemerintah Bahrain mengumumkan bahwa Sheikha Sabika akan memimpin dewan perempuan yang baru dibentuk.[5] Pada tahun 2008, ia secara resmi menjabat sebagai Ketua Dewan Tertinggi untuk Perempuan Bahrain, sebuah lembaga yang berperan penting dalam memperluas hak-hak perempuan di negara tersebut. Lembaga ini juga aktif mendorong partisipasi perempuan dalam pemilu tahun 2001.[6]
Pada Juni 2005, Sabika menjadi tuan rumah pertemuan kedua Dewan Tinggi Organisasi Perempuan Arab, yang dihadiri oleh para tokoh perempuan terkemuka dari dunia Arab.[7] Ia merumuskan dan mengawasi pelaksanaan Strategi Nasional untuk Kemajuan Perempuan Bahrain. Hal itu menjadi pedoman bagi kebijakan Dewan Tertinggi untuk Perempuan.
Penghargaan yang dibuat
Pada tahun 2007, Sabika meluncurkan penghargaan yang mendukung keluarga produktif.
Sabika mendirikan Penghargaan Yang Mulia Putri Sabeeka Bint Ibrahim Al Khalifa untuk Pemberdayaan Perempuan Bahrain, yang ditujukan untuk mendorong sektor publik maupun swasta dalam mendukung kemajuan perempuan di Bahrain. Pada tahun 2016, penghargaan tersebut diperluas menjadi Penghargaan Global Putri Sabeeka binti Ibrahim Al Khalifa untuk Pemberdayaan Perempuan. Ajang tersebut bekerja sama dengan UN Women (Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pemberdayaan Perempuan).[8] Penghargaan ini memberikan dana sebesar 100.000 dolar AS untuk masing-masing dari tiga kategori pemenang.