Awal kehidupan
Krishna lahir di Desa Siberia, Labasa, dari pasangan Bal Krishna dan Sarita Krishna.[4][5] Kakek buyut dan nenek buyutnya berasal dari Kolkata, India, dan merupakan bagian dari tenaga kerja yang dikelola oleh pemerintah kolonial Britania. Hal itu kemudian membawa mereka ke Fiji pada akhir abad ke-19.[6] Sejak bersekolah di tingkat dasar di St Mary's, Krishna telah menekuni sepak bola. Pada usia lima tahun, dia memperoleh sepatu sepak bola pertamanya sebagai hadiah dari sang ayah, yang rela mengorbankan anggaran beras keluarga selama satu minggu demi membelikannya.[7][8] Krishna juga sempat bermain rugbi bersama teman-temannya sebelum orang tuanya memintanya beralih ke sepak bola. Tumbuh dalam budaya India yang kuat, dia berusaha menguasai alat musik tradisional India, dholak, dan kerap tampil bersama ayahnya, yang memainkan harmonium serta menyanyikan lagu-lagu yang diambil dari kisah Ramayana. Karena keterbatasan sumber daya dan minimnya pemain sepak bola berpengalaman di negaranya, dia mengidolakan penyerang asal Fiji, Simon Peters, yang bermain untuk Labasa FC.[9]
Karier klub
Awal karier
Krishna bergabung dengan klub Kejuaraan Selandia Baru, Waitakere United, pada Januari 2008 setelah didatangkan dari klub Fiji, Labasa FC.
Pada Mei 2008, Krishna menjalani latihan selama dua minggu bersama Wellington Phoenix.[10] Namun, dia tidak ditawari kontrak oleh klub tersebut.
Pada Maret 2009, muncul laporan bahwa PSV Eindhoven tertarik untuk merekrutnya.[11] Namun dia mengatakan sepak bola Meski demikian, Krishna menyatakan bahwa bermain sebagai pesepak bola profesional di Selandia Baru bersama Wellington Phoenix merupakan pilihan yang lebih dia utamakan. Kemudian, pada Juni 2013, Krishna mendapat tawaran untuk menjalani trial selama satu bulan bersama klub Kejuaraan EFL, Derby County. Namun, dia tidak dapat mengikuti trial tersebut karena adanya pembatasan yang berlaku setelah dia baru saja memperoleh status penduduk tetap Selandia Baru.[12]
Selama enam musim membela Waitakere United, Krishna mencetak 55 gol dalam 75 pertandingan. Dia juga berhasil meraih penghargaan Sepatu Emas Kejuaraan Selandia Baru sebagai pencetak gol terbanyak pada musim 2012–13.[13]
Auckland City
Pada September 2013, diumumkan bahwa Krishna telah bergabung dengan Auckland City, rival lokal Waitakere United, untuk menghadapi musim 2013–14.[14] Pada 12 Desember 2013, Krishna mencetak satu-satunya gol Auckland City dalam kekalahan 2–1 dari Raja Casablanca pada Piala Dunia Antarklub FIFA 2013. Berkat gol tersebut, dia menjadi pemain asal Fiji pertama yang mencetak gol pada putaran final sebuah turnamen yang diselenggarakan FIFA.[15]
Wellington Phoenix
Pada 7 Januari 2014, Krishna menandatangani kontrak dengan klub A-League, Wellington Phoenix, hingga akhir musim 2013–14 sebagai pengganti Paul Ifill yang cedera.[16] Dia mencetak gol debutnya pada 16 Maret 2014 dalam pertandingan melawan Melbourne Heart dengan tendangan keras ke pojok kanan bawah gawang yang tidak mampu dihalau Andrew Redmayne. Pertandingan tersebut berakhir imbang 2–2.[17] Penampilannya membuat Krishna dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Pekan A-League.[18] Empat hari kemudian, dia menyepakati kontrak baru berdurasi dua tahun bersama Phoenix.[19]
Pada 29 Februari 2016, Krishna memperpanjang kontraknya dengan Wellington Phoenix selama dua tahun, yang membuatnya bertahan di klub hingga akhir musim 2017–18.[20] Selanjutnya, pada 15 Februari 2018, dia kembali menandatangani perpanjangan kontrak selama satu tahun.[21]
Pada 18 April 2018, Krishna terpilih sebagai Pemain Terbaik Wellington Phoenix. Selain itu, gol yang dicetaknya ke gawang Brisbane Roar pada putaran keempat dinobatkan sebagai Gol Terbaik Wellington Phoenix untuk musim 2017–18.[22]
Pada 2 Desember 2018, Krishna menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa Wellington Phoenix setelah melampaui rekor 33 gol milik Paul Ifill.[23] Kemudian, pada 19 Januari 2019, dia mencatat sejarah di A-League sebagai pemain pertama yang mencetak dua gol dalam tiga pertandingan berturut-turut.[24]
Pada 13 Mei 2019, Krishna dianugerahi Johnny Warren Medal atas penampilannya sepanjang A-League musim 2018–19.[25] Pada 27 Mei 2019, dia mengumumkan kepergiannya dari Wellington Phoenix setelah kedua belah pihak gagal mencapai kesepakatan mengenai kontrak jangka panjang.[26]
ATK Mohun Bagan
Pada 18 Juni 2019, Krishna mengumumkan bahwa dia telah menandatangani kontrak berdurasi satu tahun dengan ATK (kini bernama Mohun Bagan Super Giant) yang berkompetisi di Liga Super India.[27] Dia mencetak gol pertamanya untuk ATK saat menghadapi Hyderabad dalam pertandingan keduanya bersama klub. Setelah itu, dia terus tampil produktif. Meskipun sempat mengalami cedera ringan, Krishna mengakhiri musim dengan torehan 15 gol, jumlah terbanyak di liga bersama Nerijus Valskis dan Bartholomew Ogbeche, serta enam assist dari 21 pertandingan. Dia berperan penting membawa ATK mencapai final pada musim pertamanya, termasuk mencetak gol pada leg kedua semifinal melawan Bengaluru pada 8 Maret 2020.[28] Krishna juga berkontribusi besar saat ATK meraih gelar liga ketiga mereka, dengan memberikan satu assist dalam kemenangan 3–1 atas Chennaiyin di partai final.[29]
Setelah musim 2019–20 berakhir, klub ATK dibubarkan dan identitasnya digabungkan dengan klub berusia lebih dari satu abad, Mohun Bagan, sehingga terbentuklah ATK Mohun Bagan. Pada Juni 2020, Krishna menandatangani perpanjangan kontrak selama satu tahun dan diangkat sebagai kapten klub untuk musim depan.[30][31] Pada pertandingan perdana klub tersebut di Liga Super India, 20 November 2020, Krishna mencetak gol pertama ATK Mohun Bagan di kompetisi itu dan terpilih sebagai Pemain Terbaik Pertandingan dalam kemenangan 1–0 atas Kerala Blasters.[32] Dia kembali mencetak gol pada pertandingan berikutnya, dalam derby Kolkata pertama di Liga Super India melawan East Bengal, yang dimenangkan Mohun Bagan dengan skor 2–0.[33] Krishna kemudian membantu timnya finis di posisi kedua klasemen liga dan menjadi runner-up babak playoff. Dia juga meraih penghargaan Sepatu Emas setelah mencetak 14 gol dan 8 assist dalam 23 pertandingan.[34] Pada Mohun Bagan Day 2021, dia memperpanjang kontraknya selama satu tahun dan dianugerahi penghargaan Pemain Terbaik oleh klub.[35][36] Dalam Piala AFC 2021, Krishna mencetak dua gol pada babak penyisihan grup.
Pada musim keduanya bersama klub, Krishna didiagnosis terinfeksi COVID-19 dan hanya tampil dalam beberapa pertandingan akibat cedera yang terus berulang. Dia hanya mampu mencetak tujuh gol dalam musim liga yang kurang memuaskan. Pada Piala AFC 2022, Krishna mencetak satu-satunya golnya di turnamen tersebut pada pertandingan terakhirnya bersama klub saat menghadapi Maziya.[37] Pada 3 Juni 2022, dia resmi berpisah dengan klub setelah kontraknya berakhir.[38]
Bengaluru
Pada Juli 2022, Krishna menandatangani kontrak berdurasi dua tahun dengan Bengaluru, dengan tahun kedua berupa opsi perpanjangan kontrak.[39] Pada 17 Agustus 2022, dia mencetak gol pada pertandingan debutnya melawan Jamshedpur di Piala Durand, yang berakhir dengan kemenangan 2–1 untuk Bengaluru.[40]
Odisha
Pada 17 Juli 2023, Odisha mengumumkan perekrutan Krishna dengan kontrak berdurasi satu tahun.[41]
Pada 4 Desember 2024, Odisha mengumumkan bahwa Krishna harus absen di sisa musim 2024–25 akibat cedera ACL yang dialaminya dalam pertandingan melawan Hyderabad.[42]
Malappuram
Pada 8 September 2025, Krishna bergabung dengan klub Liga Super Kerala, Malappuram.[43]
Bula FC
Pada 26 Desember 2025, Krishna kembali ke Fiji setelah diumumkan sebagai rekrutan marquee pertama Bula FC, klub yang baru didirikan dan berkompetisi di OFC Professional League.[44] Pada 17 Januari 2026, dia menjalani debutnya pada pertandingan perdana dalam sejarah OFC Professional League, yang berakhir imbang 2–2 melawan Vanuatu United.[45] Dalam pertandingan tersebut, Krishna juga mencetak gol pertama sepanjang sejarah Bula FC untuk menyamakan kedudukan menjadi 1–1.[46] Sebagai kapten tim, dia memimpin Bula FC mengakhiri musim perdananya dengan finis di posisi empat besar.[47]
Karier internasional
Krishna menjalani debutnya bersama tim nasional Fiji pada ajang Pesta Olahraga Pasifik Selatan 2007. Dia juga membela Fiji untuk bertanding di Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2010.[48]
Pada tahun 2010, Krishna dipanggil untuk memperkuat tim nasional futsal Fiji yang akan bertanding di Kejuaraan Futsal OFC 2010.[49]
Pada 16 Juli 2016, Krishna dipanggil sebagai salah satu dari tiga pemain senior (di atas batas usia) oleh skuad Fiji U-23 untuk mengikuti Olimpiade Musim Panas 2016, bersama Simione Tamanisau dan Alvin Singh.[50] Pada 7 Agustus 2016, dia mencetak satu-satunya gol Fiji pada turnamen tersebut saat menghadapi Meksiko. Gol itu menjadi gol pertama dalam sejarah Fiji di ajang Olimpiade.[51]
Pada Januari 2022, Krishna ditunjuk sebagai duta Konfederasi Sepak Bola Oseania.[52]
Pada 18 November 2023, Krishna menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa di kawasan OFC setelah melampaui rekor 34 gol yang sebelumnya dipegang bersama oleh Commins Menapi dari Kepulauan Solomon, yang mempertahankan rekor tersebut selama lebih dari lima belas tahun, serta Chris Wood dari Selandia Baru.[53]
Dalam Piala Negara OFC 2024, Krishna menjadi pencetak gol terbanyak turnamen dengan torehan lima gol.[54]