Karier
Rivan semula meniti karier di sektor perbankan melalui LippoBank. Sejak awal 1990-an, ia sudah menduduki berbagai posisi manajerial, antara lain Kepala Kantor Pati, Kepala Bagian Kredit Semarang, dan Pimpinan Cabang di beberapa wilayah. Setelah meninggalkan LippoBank pada tahun 2006, ia sempat menjabat sebagai General Manager PT Sophie Martin Indonesia, sebelum bergabung dengan Bank Bukopin pada 2006.[4]
Bank Bukopin
Rivan berkarier di Bank Bukopin sejak 2006. Ia menjabat sebagai Vice President (2006–2014), General Manager (2014–2018), Direktur Konsumer (2018–2020), dan Direktur Utama pada 2020–2021.[4] Saat Ia menjabat sebagai Direktur utama, investor asal Korea Selatan (KB Kookmin Bank) masuk sebagai pemegang saham mayoritas sehingga nama bank berubah menjadi KB Bukopin.[5][6]
Kereta Api Indonesia
Pada Mei 2020, Rivan mulai menjabat sebagai Direktur Keuangan Kereta Api Indonesia (KAI). Ia menjabat selama sekitar 40 hari sebelum diangkat sebagai Direktur Utama Bank Bukopin.[7]
Jasa Raharja
Pada Juni 2021, Rivan diangkat sebagai Direktur Utama Jasa Raharja oleh Kementerian BUMN.[8] Dalam masa jabatannya, Jasa Raharja melakukan kerja sama dengan Korlantas Polri dan Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah terkait pemutakhiran data kendaraan bermotor dan pengelolaan basis data kendaraan.[9] Sekaligus meluncurkan JR Care sebagai panduan standardisasi biaya perawatan korban kecelakaan di rumah sakit.[10]
Jasa Marga
Pada 7 Mei 2025, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) memilih Rivan sebagai Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk.[11] Masa kepemimpinannya Ia mencanangkan jargon “infra as culture”, yang mengubah fokus pengelolaan jalan tol dari sekadar penyediaan infrastruktur menuju pembentukan budaya layanan yang menempatkan pelayanan dan pengalaman pengguna sebagai dasar kebijakan dalam pengelolaan jalan tol.[12]
Dalam bidang teknologi operasional, Jasa Marga mengembangkan Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC) sebagai pusat pemantauan jalan tol berbasis kecerdasan buatan. Sistem ini mencakup Incident Management System (IMS), Intelligent Traffic Analysis (ITA), dan sistem pemeliharaan terintegrasi bernama Jasamarga Integrated Maintenance Management System (JIMMS).[13][14] Selain itu Jasa Marga juga menerapkan teknologi Weight in Motion (WIM) diperluas sebagai bagian dari penegakan ketentuan terhadap kendaraan yang melebihi batas dimensi dan muatan (ODOL).[15]