Seperti komune-komune lainnya di Calabria, Riace menghadapi masalah-masalah besar, yaitu tingginya tingkat pengangguran dan penduduknya yang pindah ke tempat lain. Jumlah penduduknya turun drastis dari 3.000 menjadi 800 pada tahun 1998. Wali Kota Riace yang menjabat sejak tahun 2004, yaitu Domenico Lucano, kemudian memutuskan untuk menyambut para pengungsi ini dengan tujuan untuk menghidupkan kembali Riace. Pada tahun 2012, terdapat sekitar 500 pengungsi yang tinggal di Riace,[1] dan empat tahun kemudian jumlahnya naik menjadi 800. Mereka mendapatkan tempat tinggal dan 250 euro setiap bulannya, dan sebagai gantinya mereka bekerja di kebun zaitun dan wine yang telah ditinggalkan. Namun, biaya untuk menyambut mereka ditanggung oleh Roma; pemerintah membayar 35 euro per pengungsi setiap harinya.[2]