Republik Federasi Demokrasi Transkaukasia (bahasa Rusia:Транскавказская Федеративная Демократическая Республикаcode: ru is deprecated ) adalah negara singkat yang hanya berdiri selama dua tahun antara 1918 dan 1920. Negara ini dibentuk setelah Revolusi Rusia 1917 dan pemecahan Kekaisaran Rusia, yang mengakibatkan wilayah Kaukasus Selatan memproklamasikan kemerdekaannya. Republik ini terdiri dari tiga wilayah utama: Georgia, Armenia, dan Azerbaijan.
Sejarah
Setelah Revolusi Oktober dan runtuhnya Kekaisaran Rusia pada tahun 1917, wilayah Kaukasus Selatan menjadi medan ketegangan politik yang intens. Masing-masing negara bagian yang ada di kawasan tersebut—Georgia, Armenia, dan Azerbaijan—memiliki aspirasi politik dan nasionalisme sendiri. Akibat ketidakmampuan untuk mencapai konsensus yang stabil di bawah dominasi Bolshevik Rusia, ketiga wilayah ini membentuk Republik Federasi Demokrasi Transkaukasia pada 22 April 1918.
Republik ini memiliki struktur pemerintahan federal dengan kekuasaan yang dibagi antara ketiga negara yang tergabung di dalamnya. Namun, konflik internal mengenai isu-isu etnis dan teritorial, ditambah dengan pengaruh asing dari kekuatan besar seperti Turki Utsmaniyah dan Rusia Soviet, menyebabkan republik ini tidak mampu bertahan lama.[1]
Pada tahun 1920, negara ini dibubarkan setelah serangan dari tentara Bolshevik dan proklamasi republik-republik terpisah oleh masing-masing negara bagian. Georgia, Armenia, dan Azerbaijan masing-masing memproklamasikan kemerdekaannya, meskipun hanya Azerbaijan yang berhasil mempertahankan kemerdekaannya dalam waktu yang lebih lama sebelum menjadi bagian dari Uni Soviet.
Pemerintahan
Republik Federasi Demokrasi Transkaukasia dipimpin oleh sebuah pemerintahan sementara yang terdiri dari tiga anggota yang masing-masing mewakili Georgia, Armenia, dan Azerbaijan. Sistem pemerintahan federal yang diadopsi bertujuan untuk menciptakan pemerintahan yang inklusif, meskipun ketegangan etnis dan politik antar negara bagian menyebabkan kesulitan dalam pengelolaan negara ini.[2]
Pembubaran
Pada awal 1920, pasukan Bolshevik dari Uni Soviet mulai menyerbu wilayah Kaukasus, yang berujung pada pembubaran Republik Federasi Demokrasi Transkaukasia pada 25 Februari 1920. Negara-negara bagian yang sebelumnya tergabung dalam federasi ini—Georgia, Armenia, dan Azerbaijan—kemudian menjadi negara merdeka, meskipun mereka segera dimasukkan ke dalam Uni Soviet.
Warisan
Walaupun Republik Federasi Demokrasi Transkaukasia hanya berumur pendek, pembentukannya merupakan langkah penting dalam sejarah kawasan Kaukasus yang kemudian membawa ketegangan dan perjuangan untuk kemerdekaan. Pada abad ke-20, ketiga negara yang sebelumnya tergabung dalam republik ini akan mengalami berbagai perubahan besar dalam hubungan internasional dan politik internal mereka.
Republik ini diingat dalam sejarah sebagai cikal bakal perjuangan untuk identitas nasional yang lebih besar dan pengaruh politik di wilayah Kaukasus.[3]